Selasa, 26 Februari 2013

Semudah itukah?

Sudah berbulan-bulan kita telah dipisahkan oleh hening. Sudah begitu lama aku menyendiri dengan kesabaranku. Aku masih disini, masih menantimu. Aku takkan pernah melepasmu... dan ketika kau rasa kau membutuhkanku, aku akan selalu ada.

Pada akhirnya, kesabaranku terjawab dengan segala perbuatan manismu. Kau yang dulu dingin, perlahan meluluh, datang dan kembali memberikanku kehangatan. Dan kali ini kau memberikanku kehangatan yang tak biasa, yang berbeda dengan apa yang pernah kau berikan dulu.

Kali ini kau memberikanku sesuatu yang lebih indah.Kau buatku kembali mendekapmu dengan kehangatan itu. Aku terlanjur terbawa suasana.Aku terlanjur percaya.Aku terlalu yakin.

Dengan mudahnya aku membiarkan hal itu terjadi, dengan rasa yakin bahwa kau akan kembali ke dekapanku, tapi ternyata segala perkiraan dan harapanku tidaklah terjadi. Kau masih sama seperti kau.  Masih dingin, masih pasif. 

Dan disaat aku telah merasa putus asa, kau kembali membuatku terbang. Kau bertingkah seolah-olah kau membutuhkanku, dan bodohnya, aku kembali kepadamu. Kembali memenuhi apa yang kau inginkan. Aku melakukan semua yang kau inginkan karena aku menyayangimu, karena aku inigin membuktikan padamu bahwa aku benar-benar perduli kepadamu.

Sayang, kau melakukan semuanya hanya karena ada maksud tertentu.
Aku tidak tahu apakah yang kupikirkan saat ini benar kenyataannya. Aku bingung, apa aku harus bahagia karena telah menjadi orang yang kau butuhkan atau aku harus bersedih karena kau hanya mengigatku disaat kau kesusahan.

Semudah itukah aku diluluhkan?

Tell me that I'll be okay.
Tell me that I'll be safe.
Here, with your love.

Read More

Senin, 18 Februari 2013

For King.

Berapa lama lagi aku harus berpura-pura tak terpuruk dihadapanmu? Aku mencoba tuk berhenti bersikap seolah-olah ini tidak menyakitkan. Aku berusaha menunjukkan padamu apa yang sebenarnya aku rasakan tapi kau tak pernah melihat ke arahku walau hanya sedetik. Berapa lama lagi aku harus berpura-pura seperti ini? Kau memiliki seseorang yang harus kau lindungi, baiklah. Aku berusaha tuk mengerti. Tapi tolonglah, biarkan aku meminjammu untuk sementara waktu sampai akhirnya kau benar-benar pergi dengannya. Aku selalu berjaga-jaga kecuali ketika aku tidur. Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu bahkan untuk sebentar. Tepat setengah dari pikiran dan hatiku. Tidak, semuanya telah diisi olehmu. Tapi kau selalu menganggap itu semua hanyalah sebuah omongan. Kau menganggap aku selalu berdiri jauh darimu. Kau selalu bilang cinta tak harus memiliki. Tapi bisakah cinta tidak memiliki obsesi? Bisakah cinta tidak memiliki hasrat untuk memiliki?
Read More

Mungkin semua (masih) baik-baik saja.

Aku menyadari semuanya. Aku sadar ada yang berbeda diantara kita. Aku sadar katika semuanya berubah dan tak lagi sama. Aku dapat melihat semuanya. Aku hanya tidak perlu berkata apa-apa, karena aku tidak tahu harus memulai dari mana. Pada akhirnya, aku hanya bisa mencoba untuk tidak memperdulikan apa yang terjadi saat ini. Mungkin semua masih baik-baik saja. 

Tell me when it's not okay anymore, 
Tell me  when you're ready to let go,
Tell me when we're done.

I can't waste my time wondering that 
everything is fine.


Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena