Senin, 29 April 2013

Tak Berdarah tapi Kok Sakit

Pertahananku hancur. Kekuatanku hilang. Harapanku hancur. Penantianku sia-sia...

Layaknya jatuh dari sepeda saat aku kecil, rasanya perih. Layaknya mangsa yang dicabik-cabik harimau, rasanya sakit. Layaknya cinta yang tak berbalas, rasanya pilu. Dan layaknya aku yang kini diabaikan, rasanya kini aku tak penting lagi di matamu.

Hari ini aku melihat sesuatu yang tak ingin aku lihat sejak awal. Pertahanan yang selama ini aku bangun seketika hancur. Kekuatanku hilang bersama pertahananku yang hancur begitu pula harapanku untukmu. Harapanku menjadi sia-sia. Dan penantianku......






Kau tahu apa yang aku rasakan?
"Tak berdarah tapi kok sakit..."
Itu yang kini kurasakan...


Read More

Senin, 22 April 2013

Maafkan Aku

Aku tahu, cintamu padaku kini telah berkurang. Setiap hari semakin berkurang. Memang, akulah orang yang menyebabkan cintamu padaku berkurang. Akulah orang yang telah mematahkan hatimu. Akulah orang yang membuat tidurmu tak nyenyak beberapa hari ini.  Akulah orang yang membuatmu berpikir apakah aku pantas mendapatkan cintamu.

Entah apa yang aku pikirkan saat kata-kata itu keluar dari mulutku. Tanpa pertimbangan. Tanpa pemikiran yang panjang. Tanpa diskusi. Semuanya terjadi begitu saja. Semua mengalir begiu saja. Semua berhenti disini dalam hitungan detik dan saat itu juga hidupmu dan hidupku berubah. Kau dan aku tak lagi menjadi kita. Kau dan aku tak lagi menjadi satu.

Mungkin aku adalah orang yang bodoh. Sangat sangat bodoh karena telah melepaskanmu begitu saja. Melepaskanmu tanpa alasan yang pasti. Melepaskanmu demi sesuatu yang tak jelas keberadaannya. Aku bodoh, karena telah membiarkanmu berjalan sendiri tanpa menggenggam tanganku.

Kini, aku benar-benar mencintaimu. Aku benar-benar membutuhkanmu walau sejujurnya aku masih ragu dengan perasaanku. Tapi kini, aku minta kepadamu agar kamu berusaha membuatku yakin dengan perasaan ini. Aku butuh kamu untuk meyakinkan perasaanku.

Tapi mungkin cinta yang kau miliki takkan bertahan lama. Kini yang aku lakukan adalah menunggu. Menunggu saat dimana cinta yang kau miliki akan berkurang hingga akhirnya habis ditelan waktu.




"Aku mohon maafkan aku. Aku mohon bertahan. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mohon...cintai aku seperti saat pertama kau menyatakan cintamu padaku."
Read More

Minggu, 21 April 2013

Selesai.


Aku sakit, aku terluka.
Aku lelah, bosan, dan tak sanggup menjalani hubungan ini lagi,
tetapi aku tetap bertahan meskipun aku diperlakukan seperti teman biasa.
Aku selalu sabar menghadapi semua kelakuanmu.
Kau yang selalu datang hanya disaat kau butuh.
Kau yang datang hanya disaat kau haus akan aku.

Aku tak menyangka semua yang ku perjuangkan begitu lama bisa berakhir dalam beberapa menit saja.
Padahal sebelumnya aku sudah memikirkan untuk melakukan hal yang sama,
tetapi sayangnya, ada yang berkata kalau sebaiknya aku tidak melakukannya.
Katanya, kau masih merasakan hal yang sama untukku.
Katanya, kau masih senang bisa memiliki waktu bersama denganku.
Katanya, kau tak bosan.
Hanya saja, kau merasa perasaanku lebih besar dari perasaan yang kau miliki.

Dan pada saat itu juga, aku kembali meyakinkan diri bahwa hubungan kita masih pantas diperjuangkan.
Aku kembali mengingat semua janji-janji kita,
semua kata-kata yang kau katakan padaku,
semua hal yang pernah terjadi diantara kita,
semua hal yang kau lakukan untukku.
Melindungiku, membutuhkanku..
Keinginan untuk mengakhiri segalanya pun hilang.

Dan pada saat aku sudah begitu yakin semua akan membaik, kau kembali datang.
Menyampaikan hal yang menghancurkan segala harapanku, segala keyakinanku atas hubungan kita.

Dimana janji yang kau ucap dulu?
Tak akan membiarkanku pergi? 
Tak akan berpaling? 
Akan selalu ada untukku?

Apa yang membuatmu berubah pikiran, bahkan lupa akan semua hal itu?

Aku sulit menerima kenyataan bahwa sekarang semuanya tak lagi sama.
Aku berharap semua ini hanyalah mimpi.
Mungkin memang hanya mimpi untuk malam ini, tetapi sebuah kenyataan untuk esok hari.

Maafkan aku yang selalu menginginkanmu menjadi apa yang ku mau,
Maafkan aku yang selalu membanding-bandingkan hubungan kita dengan hubungan orang lain,
Maafkan aku yang sempat membencimu.

Mungkin ini saatnya untuk melepasmu.
Mungkin ini yang terbaik.



Maafkan aku yang masih mengharapkanmu untuk kembali.
‎22 ‎April ‎2013, ‏‎3:10:45


Read More

Jumat, 19 April 2013

Aku percaya kamu. Aku selalu percaya kamu. Jaga hatimu saat aku tak berdiri disampingmu lagi. Karena aku juga akan melakukan hal yang sama.
Read More

Kamis, 18 April 2013

kamu.

Aku tau kamu mencintai aku karena aku juga mencintaimu. Aku tau kamu merindukanku karena aku juga merindukanmu. Semua pertengkaran yang aku ciptakan saat kita bicara, itu bukan karena aku ingin bertengkar denganmu. Aku hanya ingin menciptakan suasana yang tak biasa kita rasakan. 

Aku mencintaimu sehingga sampai detik ini, aku masih menjaga hatiku agar tetap utuh. Aku merindukanmu sehingga sampai detik ini, aku masih setia menunggu saat dimana kita akan bertemu dan saling menatap melepas rindu yang sudah tertumpuk.

Aku percaya kamu. Aku selalu percaya kamu.
Tapi maaf, kepercayaanku belum bisa kuberikan seutuhnya karena aku belum siap terluka karena kepercayaan yang akhirnya berujung pengkhianatan.
Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena