Kamis, 29 Agustus 2013

...

Jadi, kau anggap apa kedekatan kita selama ini? Apa selama ini aku hanya seorang teman bagimu? Apa kau tak pernah berpikir untuk menjalin hubungan yang lebih serius denganku? Apa aku hanya sebatas tempat persinggahan di matamu?

124 hari hubungan kita sulit untuk dijelaskan.  Aku tak bisa menjelaskan apa yang terjadi, begitupun dengan dirimu. Kau menciptakan hubungan yang rumit ini. Setiap hari hubungan kita semakin rumit. Banyak yang bertanya tentang hubungan ini tapi diam yang selalu mereka dapatkan sebagai jawaban. Aku tak dapat menjawab karena pertanyaanku tentang hubungan ini belum mendapatkan jawaban darimu, "siapa aku di matamu?"

Kau bilang sayang dan tak ingin aku berpaling, tapi kau tak mau memperjelas hubungan ini. Kau bilang rindu, tapi saat bertemu kau selalu menghindar. Kau tak ingin aku menangis, tapi kaulah alasan aku menangis. Kau tak ingin aku meninggalkanmu, tapi kau tak mau menahanku. Tapi disaat semuanya sudah aku lakukan, kau pergi meninggalkanku. Kau egois.

Setelah kepergianmu, terkadang aku merindukanmu. Merindukan janji-janjimu. Merindukan kebohonganmu. Aku rindu dengan panggilan sayang yang kau berikan kepadaku walau sebenarnya bukan aku yang kau sayang. Aku juga merindukan kedekatan kita. Walau kedekatan ada di antara kita, tapi belum tentu status ada di antara kita.

Ah aku lupa, kau meninggalkan aku dengan tanda tanya. Kau meninggalkan aku dengan pertanyaan yang tak kunjung mendapatkan jawaban. Dan kau tahu? Aku masih menunggu jawaban itu.
Read More

Sabtu, 10 Agustus 2013

Aku Mencintai Dalam Kebohongan

Aku salah, tapi aku juga tak bisa ungkapkan. Aku harus bagaimana? Ini akan semakin menyakitimu. Seharusnya aku bisa memilih, tapi ini sulit, tak semudah seperti yang orang fikirkan.  Mereka hanya berkata, tak bertindak dan merasakan seperti aku.

Maafkan aku, tapi aku sudah lelah bersandiwara, berpura pura seakan aku mencintaimu. Saat aku terdiam dalam sunyi memikirkan apakah aku benar mencintaimu? Apa bisa aku mencintaimu yang dalam kata baru ku kenali kemarin? Tidak bisa. Karna aku tak mudah mencintai.

Perasaanku hanyalah seambang batas kenyamanan dengan seorang kakak. Kenapa aku terlalu bodoh membohongimu demi kebahagiaanmu? Sedangkan aku disini tertekan, menyalahkan diriku sendiri yang tak bisa jujur pada hati sendiri.

Aku sakit jika terus menerus mebohongimu, terus-menerus memberikan senyuman kebohongan. Terus-menerus menyakitimu, terus-menerus mengatakan cinta yang mana semuanya hanya kebohongan. Aku bimbang harus bagaimana, kata sayang telah terucap. Bagaimana bisa aku keluar dari ruang lingkup ini dengan gembok seperti itu? Dimana aku harus mencari kuncinya? Aku tau kau menyayangiku tapi apa kau mau hubungan ini terus berada dalam kebohongan ?

Aku lelah. Aku ingin bebas. Tapi haruskah aku berkata sejujurnya? Bahwa selama ini aku tak merasakan apapun padamu? Oh Tuhan, ini akan sangat menyakitinya. Disisi lain pun, mana mungkin terus jalani cinta begini. Maafkan aku, tapi aku ingin semuanya selesai. It's over, let's break up.

Read More
Kau bilang cinta tapi nyatanya tak ada tempat untukku dihatimu. Kau bilang rindu tapi nyatanya bukan aku yang kau rindukan. Ada dia dibalik kata cinta yang kau ucapkan. Dan ada dia disetiap rindu yang kau rasakan. 
Read More

Jumat, 09 Agustus 2013

I guess I'm just a fool. I keep holding on to you. I told you once you were the one. I will hurts to see you go. This time you should know that I won't try to stop you. Dont you forget about me, baby. Dont you forget about me now. Someday, you'll turn around and ask me, why did I let you go. I know that you dont wanna break my heart. I can see that you're afraid. But baby its too late cause I'm already dying.





-Enrique Iglesias
Read More

Maafkan Aku

Ketika rasa itu hilang, apa yang dapat aku lakukan untuk mengembalikan rasa itu? Ketika getaran itu hilang saat aku menyentuhmu, apa yang harus aku lakukan? Ketika bahagia itu hilang, apa yang bisa aku lakukan? Tak ada.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setiap awal memiliki akhir. Dan di setiap ada kata kita pasti ada perpisahan. Semuanya memiliki tujuan dan akhir. Berakhir bahagia atau sedih. Atau mungkin, sampai hingga tujuan atau hanya akan berhenti di tengah perjalanan.

Kau mugkin berpikir aku hanya main-main saat aku memutuskan untuk pergi. Kau mungkin berpikir kau dan aku akan kembali menjadi kita saat kau meminta maaf atas segala kesalahan yang telah kau perbuat. Tapi sayang sekali, apa yang kau pikirkan belum tentu menjadi kenyataan. Sampai hari ini, tak ada sedikitpun pikiran untuk kembali. Aku terlalu lelah untuk melanjutkan kisah yang tak pernah menemukan akhir. Selama ini kau dan aku hanya bermain-main. Selama ini kau dan aku hanya berlari dalam lingkaran. Dan selama ini kau dan aku terjebak dalam labirin yang membingungkan.

Maafkan aku yang kini berubah. Maafkan aku yang selalu berjanji takkan meninggalkanmu. Maafkan aku yang sering melontarkan kata cinta dengan cuma-cuma. Maafkan aku yang ternyata sama saja seperti mantanmu. Maafkan aku yang tak bisa menepati janji. Maafkan aku yang kini tak setia padamu. Maafkan aku.
Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena