Selasa, 31 Juli 2012

Lika-liku mencintai.


Kau ku definisikan sebagai cinta yang tak terbatas. Cinta yang sejauh ini tetap ada, dan menumbuhkan harapan-harapan tuk memilikimu. Rasa cinta itu selalu hadir, terselip dalam hari-hariku. Bukannya membuat aku tak nyaman, tetapi semakin menikmati. Ternyata jatuh cinta itu luar biasa. Sakit dan bahagia kadang datang bersamaan. Ketika rasa putus asa untuk mengharapkanmu muncul, di lain sisi hatiku percaya, dengan bertahan bersama sejuta cinta yang melekat di hatiku untukmu, pasti suatu saat kau akan menginjakkan kaki di rumah hatiku. Hingga sekarang, yang ku nanti-nanti adalah kehadiran rasa percayamu padaku, bahwa aku benar mencintaimu. Karena jika ku dapatkan rasa percaya itu, aku tak akan menyia-nyiakannya. Aku justru akan membuktikan padamu bahwa penantianku selama ini bukanlah null. Sehingga kau semakin percaya dan yakin untuk bersama menjalani hari-harimu, berdua denganku, tanpa ragu untuk terus melakukannya, sampai kapanpun.
Kadang, hatiku meronta-ronta, menentang isi otak yang memaksnya untuk berhenti mencintai; dan untuk berhenti berharap padamu. Tetapi semakin besar kehendak otakku untuk berhenti mencintai dan berharap, perasaan untuk tetap mencintai sedikit demi sedikit muncul, hingga lama kelaman menjadi bukit keyakinan,sehingga selalu saja hatiku menang dan tetap melaksanakan kehendaknya untuk mencintai; dan berharap. Begitu besar rasa cinta ini,logika saja bisa terkalahkan oleh perasaan, dan kekhawatiran terganti oleh harapan.
Kata tanya 'kapan' itu selalu mengendap-endap, mencoba menerobos dinding hatiku. Kapan kau akan sadar bahwa aku mencintaimu dengan tulus? Kapan kau akan percaya pada perasaan ini? Kapan penantianku akan berakhir? Kapan, kapan, dan kapan. Yang bisa menjawab adalah waktu, tetapi waktu itu sendiri masih kalang kabut kepastiannya. Yang bisa kulakukan hanyalah tetap mencintai dan berharap. Dan tentunya menyiapkan mental untuk menerima apa yang akan terjadi nanti, setelah kau memutuskan untuk bersamaku, atau pergi meninggalkan luka.
Mencintai dalam diam itu penuh pengorbanan. Yang dikorbankan adalah hati;diakibatkan oleh rasa khawatir untuk tidak dicintai,dan melihatnya baik-baik saja tanpamu. Aku ingin menjadi bagian dari lembaran kisah hidupmu, dan nama yang selalu kau hadirkan dalam setiap percakapanmu dengan Tuhan, dan juga orang yang selalu ada dalam hati dan pikiranmu ketika mendengar kata 'cinta'.


Untuk pria yang sampai saat ini masih ku nantikan,
Ku harap kau segera mengakhiri penantianku.
Read More

Senin, 30 Juli 2012

'Kamu'

Hallo kamu! Apa kabar? Sudah lama aku tidak menulis tentang kamu. Dan malam ini biarkan tanganku menulis dan otakku berpikir apa yang harus ku katakan kepada orang-orang tentang kamu, yang sudah mencuri hatiku dan membuatku terluka untuk yang kedua kalinya.

Sudah lebih dari 2 minggu kita masuk sekolah dan menjalani rutinitas kita sehari-hari sebagai seorang siswa. Awalnya hatiku sempat  tersesat di bilik hati seseorang yang dulunya sempat sekelas denganku saat ujian kenaikan kelas. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena dalam beberapa hari aku sudah bisa menemukan jalan keluar dari hatinya dan kembali menyusuri jalan menuju hatimu.

Sudah beberapa hari ini, aku melihat kamu sering lewat didepan kelasku. Awalnya itu hanyalah hal biasa bagiku. Tapi aku mulai merasa aneh dengan pekerjaanmu disekolah. Setiap waktu kamu selalu lewat didepan kelasku. Terkadang kamu lewat dengan teman-temanmu, terkadang pula kamu lewat hanya sendiri. Terkadang kamu mampir ke kelasku dan menyampaikan pengumuman, terkadang pula kamu hanya lewat begitu saja tanpa menyadari tatapan yang tak bisa lepas dari bayangmu.

Bayangmu yang selalu lewat didepan mataku tiba-tiba merasuk dijiwa. Sesuatu yang kusangka telah lama tenggelam, kini seperti kembali muncul ke permukaan. Seseorang yang sudah kulupakan, kini kembali ke dalam hidupku dan membuat hatiku bergetar hebat. Setiap melihat kamu lewat didepan kelasku dan mendengar suaramu saat kau menyampaikan pengumuman didepan kelasku, aku menyadari ada senyum yang hadir diwajahku. Aku pun sadar, ternyata aku telah jatuh cinta kepadamu (lagi)...sosok yang paling indah yang pernah tertangkap mata.

Aku tahu, degup yang kurasakan setiap melihat wajahmu hanya kurasakan oleh diriku saja. Ku yakin, kamu tak pernah merasakan degup yang sama denganku. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku lebih memilih menikmati degup yang saat ini kurasakan tanpa tahu kapan degup ini akan terbalas.

Aku pikir, mungkin aku dan kamu sama seperti dengan kisah hujan dan teduh. Karena mereka (aku dan kamu) ditakdirkan bertemu, tapi tidak bisa bersama.

Terkadang aku berpikir, apa yang harus kulakukan agar kamu bisa melihatku lagi seperti dulu, menganggap aku ada dan menyadari degup yang kurasakan. Apakah kamu bisa melupakan seseorang yang kini ada dihatimu dan kembali padaku? Melihatku lagi? Kini aku sudah kembali. Apakah kamu juga akan kembali kepadaku?

Hanya lewat mimpi aku bisa bersamamu. Bersanding dengan salah satu orang ter-sibuk disekolah, begitulah aku menganggapmu kini; orang ter-sibuk disekolah. Tapi mimpi tidak akan bertahan lama. Aku boleh saja hidup dalam mimpi, tetapi cepat atau lambat kenyataan akan mendesak masuk dan saat kenyataan mendesak masuk, aku harus bisa menghadapinya bahwa aku dan kamu takkan bisa bersama seperti dulu. Dan saat ini kenyataan sudah mendesak masuk dan aku pelan-pelan mulai menerimanya. Terbangun dari mimpi indah bersamamu dan dihadapkan pada kenyataan, rasanya begitu menyakitkan.

Memikirkan semua yang sudah aku dan kamu alami dulu membuat dadaku sesak. Aku sadari aku mencintai kamu lagi dan itu hanya akan memperburuk keadaan. Kini aku sudah memutuskan untuk melupakan perasaanku, mengubur dalam-dalam perasaanku kepadamu. Dengan begitu, sakit hati yang kurasakan kini pelan-pelan mulai memudar.

Kini yang bisa aku lakukan hanyalah berpura-pura tuli saat orang lain menyebut namamu dan berpura-pura bisu saat orang lain menanyakan keadaan dirimu kepadaku.


Aku rindu kebahagian yang kau berikan kepadaku dulu
I miss you, my "Frozen Cappucino"
Read More

Minggu, 29 Juli 2012

14 Agustus 2012.

Aku masih menunggumu. Secara fisik dan batin. Aku masih mengharapkanmu berdiri tepat di depanku dan duduk di kursi raja, di hatiku. Hal yang sia-sia ini (baca:menunggu) masih ku lakukan sampai sekarang.


Ku dengar kau akan datang bulan depan. Aku harap kita akan bertemu (lagi). Perasaanku meronta-ronta ingin melihat wajahmu dan menikmati indah senyumanmu. Dan tentunya hatiku juga meronta-ronta ingin memiliki mu. Aku sangat-sangat merindukanmu. Mungkin lebih dari rasa rindu mantanmu. Berkomunikasi denganmu lewat media sosial saja sudah membuatku bahagia. Bagaimana nanti? Jika kau tepat ada di depanku dan bercakap-cakap denganku ? Pasti hari itu akan sangat sempurna.

Tapi ada saja kekhawatiran yang datang padaku. Aku takut kita takkan bisa bertemu. Aku takut waktu akan berkehendak lain. Apa penantianku akan hancur secara sia-sia (lagi) ?
Read More

Kamis, 19 Juli 2012

Di balik jendela.

Ada yang berbeda di sekolah. Ada yang kurang. Ada yang tak biasa. Tadinya, kau adalah alasan aku bisa merasakan hatiku berdegub kencang kala aku memandangimu. Tadinya, kau adalah penyemangatku untuk pergi ke sekolah. Tadinya... kau adalah segalanya. Entah kenapa, kau begitu berpengaruh dalam hari-hariku. Kau sendiri bukanlah siapa-siapaku. Kita tak lagi berbicara sejak saat itu. Kau mulai menjauhiku secara perlahan. Kita bagaikan orang asing, hingga saat ini. Harapanku untuk mendapatkanmu pun semakin jauh. Kamu pergi. Tak ada lagi kamu di deretan bangku belakang. Tak ada lagi alasan untukku mencuri pandangan ke sela-sela jendela kelasmu. Tak ada lagi kamu di balik jendela itu. Hari-hariku tak lagi sama.

Untuk lelaki yang dulu ada di balik jendela itu,
Aku merindukanmu.
Read More

Senin, 16 Juli 2012

"Jangan pernah tinggalkan aku," batinku saat melihat kau lewat dihadapanku.

Sudah lama kita tak bertemu dan saling menatap sehingga aku lupa, kapan terakhir kalinya aku dan kamu bertemu dan saling menatap. Hari ini, kita bertemu lagi didepan kelasku. Kau tahu? Aku bahagia karena aku masih mendapatkan kesempatan untuk menatapmu dari balik kaca jendela kelasku dan kau juga harus tahu bahwa aku masih menunggumu dari balik kaca jendela kelasku.

Saat kau lewat, mataku tak bisa lepas dari dirimu hingga kau menghilang. Entah mengapa, aku selalu melihat keluar kelas dan menunggu kehadiranmu walau terkadang penantianku berujung sia-sia. Sudah lama kau dan aku tak saling memberi kabar. Aku sadar, ternyata aku tak bisa tanpamu dan sampai saat ini aku tak bisa melupakanmu.


Andai saja waktu bisa ku putar kembali, dimana aku dan kamu masih menjadi kita, dimana kata rindu selalu kita lontarkan setiap hari, dan dimana kita saling mengucapkan kata cinta tanpa bosan. Tapi semua sudah berlalu dan aku hanya bisa menyesali apa yang sudah kulakukan dulu kepadamu. Mencampakkanmu dan pergi dengan cinta yang lain. Betapa bodohnya aku saat itu karena tergoda dengan cinta yang tak pasti dan meninggalkan kamu yang jelas-jelas adalah cinta sejatiku.


Kini semua berubah. Dirimu-perasaanmu-perhatianmu-kasih sayangmu-semuanya. Tak kusangka kita harus menutup buku dan berdiri dijalan masing-masing. Tak kusangka, kini aku menjalani hari-hariku tanpa kamu disisiku dan tak kusangka, cintamu yang dulunya hanya kau berikan kepadaku, kini telah kau berikan kepada gadis lain yang (mungkin) lebih dariku. 


Ku akui ku merindukanmu meski ternyata kau tak pernah merindukanku. Tapi apa yang harus kulakukan? Kini aku hanyalah pemuja rahasiamu yang selalu mengagumimu dari kejauhan. Aku bukan lagi ratu dihatimu. Apalagi yang harus ku lakukan selain memandang dan memujamu dari kejauhan? Katakan padaku apa yang bisa ku lakukan agar kau menempatkan aku lagi di kerajaan hatimu! Andai saja kau merindukanku dan kau mengatakannya kepadaku, aku pasti akan segera berlari ke arahmu dan memelukmu. 


Hhh...Kini mata yang indah itu yang dulunya milikku, terasa jauh. Kau menjauh...menjauh...menjauh. Kau tak pernah tahu betapa hancur dan sakitnya hati ini melihat kepergianmu tanpa tahu apa yang harus ku lakukan. Aku tahu semua pasti akan berakhir, termasuk cerita cinta kita berdua. Tapi andai kau tahu, aku tak rela melepaskan dirimu dan sampai saat ini aku belum bisa melupakanmu walau hanya sesaat.


Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu
I miss you, my "frozen cappucino"
Read More

Here goes nothing.

Mungkin semua orang mengira apa yang ku lakukan saat ini adalah sia-sia. Mungkin mereka juga berpikir bahwa aku terlalu bodoh untuk mempertahankan perasaan ini. Kau memang sudah pergi, tapi perasaan ini takkan pernah beranjak dari ruang hatiku yang masih kosong. 


Kadang akal pikiranku benar-benar memintaku untuk meniadakan perasaan itu, tapi hatiku berusaha untuk tidak terpengaruh oleh bsikkan itu. Aku percaya, dengan begini,mungkin suatu hari nanti hatimu akan terbuka untukku,mungkin aku bisa mendapatkan kunci untuk membuka pintu hatimu,dan mungkin kau akan membukakan pintu itu untukku. Tapi masih ada kemungkinan lainnya yang membuatku khawatir, mungkin kau takkan peduli dengan suara hatiku,mungkin pintu itu akan terus tertutup untukku,mungkin..mungkin aku bukan orang yang tepat. Kekhawatiran ini muncul karena sampai saat ini aku masih mencintai dalam diam, aku tidak bisa membuktikan apa-apa padamu. Yang berurusan disini hanya aku, hatiku, dan orang-orang terdekatku. 


Bagaimana kau bisa tahu kalau aku masih menyimpan perasaan ini dengan rapih di dalam lemari hatiku? Bagaimana kau bisa sadar kalau bibir ini masih tertutup rapat dan kalang kabut dalam memilah-milih kata apa yang harus di lontarkan? Kau tetap takkan pernah tahu kalau begini adanya. Aku khawatir, apa yang ku lakukan selama ini hanya berujung sia-sia. Tapi entahlah, mari kita lihat saja kapan aku akan menutup buku asmaraku atau kapan aku dan kamu akan mulai menulis buku asmara kita berdua. 


Untuk  seseorang yang mungkin takkan pernah tahu,
Ku harap kau akan tahu.
Read More

Kamis, 12 Juli 2012

Apa kamu tahu betapa bahagianya aku bisa menjalin hubungan denganmu ? Selama ini aku mencintaimu dengan tulus. Aku selalu berusaha untuk tidak mengecewakanmu. Aku tak ingin kau pergi karena hal itu. Meskipun kadang kau adalah penyebab dari tangisku, aku akan bertahan. Aku akan buktikan padamu bahwa aku benar-benar mencintaimu. Tahukah kamu, aku hanya ingin pengakuan darimu kepada duniamu sendiri bahwa aku ini pacarmu. Tahukah kamu bahwa selama ini yang ku inginkan hanya pengakuan darimu? Ya,mungkin semua orang sudah tahu tentang hubungan kita, tetapi aku ingin sekali saja kau memperlakukanku sebagai pacarmu. Benar-benar pacarmu. Ada satu pertanyaan besar yang selalu mengendap-ngendap dalam pikiranku, APAKAH KAU BENAR-BENAR MENCINTAIKU ? Aku tidak mengerti dengan hubungan kita. Apakah kita masih pantas mendapat sebutan 'pasangan' kalau keadaannya seperti ini ? Apakah masih mungkin untuk kita menjalani hubungan yang kurang jelas ini ? Aku butuh kepastian. Aku tidak ingin kau gantungkan seperti ini. Semua pertanyaan-pertanyaan ini muncul karena sikapmu yang begitu membuatku tersesat dalam hubungan kita. Aku hanya berharap, kamu bisa tersadar akan apa yang terjadi selama ini dan apa yang telah kau lakukan pada hubungan kita. Aku mencintaimu.
Read More
I'm starving for your attention.I wish someday you'll notice me. Maybe someday. Can you see me? I'm right in front of you. Do you know it hurts so much to know that you're with someone else when you should be with me? I'm in love with you. Don't you know that? Maybe its kinda awkward but whatever you're still the reason for me to wake up. You're the last thing on my mind that appeared before I fall asleep. I think of you all day long. Do you know why I keep loving you until now even that I know that you don't love me for now? Because there's still that hope that made me believe that maybe someday you'll love me back. I will fight for my feelings to you! 
Read More
Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku...tahu.

Aku baru mengenalnya. Tapi rasanya aku sudah mengenalnya sejak lama dan tiba-tiba saja aku sadar, dia telah masuk kedalam hatiku dan mencuri hatiku. Dia telah menjadi bagian yang sangat penting dalam hidupku. Sejujurnya aku belum pernah bertemu dengannya. Bahkan aku belum pernah melihat wajahnya secara langsung walau hanya sekejap. Aku mengenalnya melalui dunia maya dan hubungan kami semakin dekat walau kami belum pernah bertemu.

Aku tak pernah mempermasalahkan pertemuan aku dan dia. Aku sudah sangat bahagia karena aku bisa mendapat kesempatan untuk mengenalnya walau kami belum pernah bertatap muka dan berbicara secara langsung. Menurutku ini adalah bintang keberuntungan bagiku karena tak disangka aku bisa bertemu dengan orang yang baik seperti dirinya.

Sebenarnya kalau diperhatikan, aku dan dia pasti sudah pernah bertemu. Ya...kami pernah bertemu karena kami satu sekolah. Tapi sayang, saat itu pasti kami belum saling mengenal dan acuh dengan keadaan di sekitar. Setelah menunggu....aku bisa bertemu dengannya. Melihat wajahnya walau dari jauh dan aku tahu, dia pasti tak menyadari akan hal itu. Saat itu aku sedang dalam perjalanan berangkat sekolah dan ketika aku melihat keluar jendela, aku melihat dia sedang berdiri di pinggir jalan. Tiba-tiba saja jantungku berdetak dengan cepat dan aku merasa bahagia. Itu adalah pertemuan pertamaku dengannya.

Pertemuan keduaku saat aku masuk ke kantin sekolah. Saat itu kantin sudah sepi karena sebentar lagi akan masuk dan mungkin siswa-siswa yang lain sedang mempersiapkan diri dikelas untuk melanjutkan pelajaran. Saat itu dikantin hanya ada beberapa siswa dan salah satu dari mereka adalah...dia! Dia berdiri dan menatapku saat aku memasuki kantin. Aku tak melihat keadaan sekitar sehingga aku tak menyadari tatapannya itu. Saat aku berbalik untuk membayar makanan dan minuman yang ku ambil, aku terdiam dan menatapnya. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Tersenyum? Ah tidak...jangan. Cuek? Hm...baiklah. Mungkin cuek. Aku melanjutkan langkahku yang sempat terhenti, membayar makanan dan minumanku lalu langsung beranjak pergi dari tempat itu. Aku tak menoleh kepadanya dan aku yakin dia sedang menatapku dengan heran. Saat aku masuk kelas, handphoneku berbunyi. Sms! Dia! Dia mengirim sms kepadaku dan...dia menanyakan sikapku yang cuek tadi dikantin.

Pertemuan ketigaku saat aku dan dia bertemu di suatu tempat dan......kami pergi ke sekolah bersama :')

Dan pertemuan keempat, kelima, keenam dan seterusnya terjadi setiap hari dan aku bahagia. Sangat-sangat bahagia.

Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Terkadang hidup menerbangkanmu ke langit yang tertinggi. Tapi terkadang, hidup juga menghempaskanmu begitu keras ke bumi. Disaat aku menyadari kalau dia adalah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, ternyata kenyataan berbicara lain. Dia adalah satu-satunya orang yang tidak boleh kudapatkan. Mungkin terdengar berlebihan. Tapi percayalah, aku rela melepaskan apa saja dan aku rela melakukan apa saja asal aku bisa selalu bersamanya.

Tapi, apakah manusia bisa merubah kenyataan? Merubah segala hal yang telah terjadi? Yang bisa kulakukan saat ini hanyalah keluar dari hidupnya. Aku tidak akan melupakan dia, tapi aku harus melupakan perasaanku kepadanya. Pasti butuh waktu yang lama sebelum aku bisa menatapnya tanpa harus merasakan apa yang kurasakan setiap kali aku melihatnya. Mungkin suatu hari nanti, jangan tanyakan kapan karena aku tidak tahu kapan, rasa sakit ini akan hilang.

Sekarang...Saat ini saja...Untuk beberapa detik saja...Aku ingin mengatakan "Aku mencintainya"


Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu
I miss you... 
Read More

Selasa, 10 Juli 2012

"Berani kau jatuh cinta?"
"Berani! Asalkan aku jatuh cinta karenamu"


Sayang...
Aku tak pernah berpikir akan mengenalmu. Bahkan aku tak pernah berpikir akan mencintaimu walau hanya sekejap. Tapi kenyataan berkata lain. Aku mencintaimu sejak pertama kali kau menyapaku. Kucoba bunuh rasa ini, tapi rasa ini tak pernah mati. Kini aku sadar, hanya ini yang tertulis dihatiku: AKU MENCINTAIMU. TITIK!
  
Sayang...
Kau tahu mengapa aku membuka hatiku lagi saat kau datang? Aku membuka hatiku lagi bukan untuk belajar terluka lagi. Tapi aku membuka hatiku lagi saat kau datang karena aku ingin belajar mencintai lagi. Dan dihadapanmu, ku serahkan hatiku dan bawalah hatiku kemanapun cinta membawa kita berdua.

Sayang...
Katakan padaku, apakah aku juga ada disana; didalam hatimu? Apakah kau tak percaya dengan cintaku? Kalau hanya untuk main-main, untuk apa aku proklamirkan cinta ini dan rela terbakar bersamanya? Kamu adalah kebahagiaanku dan kamu juga adalah kegelisahanku. Hanya untukmu ku terima luka. Dan hanya untukmu juga, ku jaga bahagia.

Sayang...
Dimana aku akan bahagia, aku pasti mengajakmu. Dan di mana aku akan terluka, cukup aku saja karena aku tak ingin melihat kau terluka! 

Sayang...
Kini kau patahkan hatiku. Sakit hati ini melihat kau melangkah menjauh. Pedih hati ini menyadari kau tak didekatku lagi. Kau meninggalkanku tanpa mengucapkan "Selamat Tinggal". Setega itukah dirimu? Memberiku harapan yang kini kau lemparkan begitu saja dihadapanku tanpa melihat sakitnya aku.

Sayang...
Tapi itulah cinta. Aku sadar aku sudah berani jatuh cinta. Berarti aku juga harus berani jatuh tanpa cinta. Aku sudah berani jatuh cinta, berarti aku juga harus berani jatuh karena sakit oleh cinta.

Sayang...
Susah payah ku menghapus ingatanku tentangmu. Susah payah aku mengobati luka yang kau tinggalkan dihati. Tapi, semakin ku menghapus semua tentangmu, aku semakin teringat akan sosok dirimu. Aku lelah. Aku lelah... Aku lelah melambaikan kata perpisahan.

Sayang...
Kini ku biarkan kamu lewat di pikiranku. Mengingat kau sebagai seseorang yang terindah dan membuangku ke dalam gelas kosong. Ku tahu dan ku sadar, semua berarti ketika aku bersamamu. Tapi tanpamu, akan kucari arti lagi. Siapa tahu, akan ada arti yang lebih berarti.

Sayang...
Maaf... Luka yang menghapus cintaku kepadamu. Luka yang membuatku bangkit lagi dan luka yang membuatku sadar kalau aku tak mungkin bertahan dalam kesedihan. Sekali lagi maaf, aku punya kehidupan dan kebahagiaanku sendiri, sama sepertimu. Maaf... Luka yang membuatku seperti ini.

Sayang...
Meratapi kesedihan, itu sudah seharusnya. Tapi bangkit dari keterpurukan, itu usaha yang luar biasa!
Read More

Senin, 09 Juli 2012


Aku dan kamu bertemu. Dan berpisah.


Begini ceritanya. Aku bertemu denganmu saat itu, disaat kita sama-sama menyaksikan teman kita manggung di sebuah acara. Aku dan kamu sama-sama melakukan hal yang sama, memotret mereka. Diakhir acara, kita sempat mengabadikan moment tersebut. Kita berfoto bersama. Aku tiba di rumah, segera aku mengupload foto tersebut di sebuah jejaring sosial. Lalu masuk mention darimu, kau memintaku untuk mem-follow-mu balik. DONE!

Sejak saat itu,kita berteman lewat dunia maya. Aku tak begitu dekat denganmu. Sampai akhirnya pada suatu hari,kita mencoba mengenal satu sama lain lewat jejaring sosial tersebut. Kita sudah mengetahui asal-usul kita masing-masing.

Lalu, saat itu tim sepakbola favoritku kalah telak 4-0. Sepanjang hari kau terus mengejekku dengan 'H4l0' di sekolah, sampai di jejaring sosial. Sampai akhirnya temanku bilang tentangmu yang senyum-senyum sendiri karena ketahuan sedang berbagi mention denganku. Itulah saat aku mengira kau suka padaku. Ya,mungkin aku yang terlalu percaya diri. Entahlah.

Aku akhirnya mulai jatuh cinta padamu. Seorang liverpudlian. Inilah awal dimana hatiku mrasakan yang namanya jatuh cinta. Ya,memang seumur hidupku tak pernah sedikitpun kurasakan indahnya jatuh cinta itu. Dan ternyata bukan cuman indah, hal ini juga menyakitkan, sama seperti bunga mawar.

Aku mulai sedikit bercerita tentang rasaku padamu kepada teman-temanku. Entah aku salah memilih orang utnuk diceritakan,ataukah memang takdirku yang memilih kau tahu tentang perasaanku?

Setelah kau tahu, kita mulai berkomunikasi lebih dekat lewat BBM. Ya,aku begitu senang karena kau saat ini dekat denganku. Mungkin saat itu kau memang ingin mencoba untuk bersama denganku, tapi ternyata takdir berkata lain. Perlahan kau menjauh,karena mungkin diakibatkan oleh teman-teman yang terus mengejek kita berdua. Mungkin kau tidak suka diekspos soal masalah pribadimu.

Hari itu,tanggal 24,aku berulangtahun. Yang kuharapkan adalah ucapan selamat ulang tahun darimu. Dari jam 12 malam hingga di sekolah,aku menunggumu mengucapkan selamat ulang tahun. Ya,mungkin kau lupa. Padahal semua teman-teman sampai menulis di personal-message mereka masing-masing bahwa aku sedang berulangtahun. Akhirnya aku mendapatkan ucapan itu di sore hari. Kau ternyata benar-benar lupa. Kau pun mengirimkanku ucapan itu hanya karena diingatkan oleh seorang temanku. Thanks Tam :")

Seminggu kemudian,kamu berulangtahun. Aku ingin menjadi orang yang paling pertama mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi mungkin dengan begitu kau berpikir aku memalukan. Akupun mengucapkan selamat ulang tahun disaat aku berangkat sekolah. Ya,hari itu berlalu begitu saja. 2 minggu sudah kita lalui hari tanpa sepatah katapun keluar dari mulut kita masing-masing.

Ya,kita kembali lagi ke awal. Kita berdua seperti orang asing yang memang tak saling kenal. Dan aku disini masih menyimpan rasa kepadamu. Sering-sering ku menghabiskan waktuku untuk memikirkanmu. Betapa bodohnya aku :")

Ku dengar, kau akan segera pindah. Wah tak terasa sudah setengah tahun aku mengenalmu :) Sebelum kau pindah, kenang-kenangan yang kau berikan padaku begitu pahit. Dia-entahpacarmuataubukan-memamerkan foto mesra kalian berdua. Air mataku perlahan jatuh. Mungkin terlalu dramatis. Tapi itulah yang kurasakan. Aku hancur. Mengetahui memilih orang lain dibanding aku begitu sakit rasanya. Kau akan pergi jauh, dan kau juga telah milik yang lain. Sedangkan aku sendiri tetap disini, mengagumi,merindukan,menyayangi,dan mencintaimu dalam diam. Entah kapan kau akan kembali, entah perasaanmu padaku akanberubah atau tidak. Aku masih menunggumu. Aku telah berjanji pada diriku untuk tetap mencintaimu. Entah hal ini cukup untuk membuktikanmu bahwa cintaku tulus padamu atau tidak. Aku akan tetap mencintaimu,panda.
Read More
PATAH
 
Hatiku patah tanpa kusadari. Kau telah beranjak pergi dari kehidupanku. Membiarkanku termangu diam tertusuk karena kecewa. Kau sudahi cerita rindu ini dengan bahagia yang bukan untukku. Tahukah kamu, sayang? Kini hanya ada lara yang tertinggal. Satu demi satu luka yang kau beri kepadaku telah membunuh setiaku. Bersama sepi yang menyulutkan benci yang kini berada didalam hatiku. 

Kini semuanya telah usai. Kau buatku merana akan cintamu. Apa yang kuyakini cinta tak berarti apa-apa bagimu. Dan hatimu juga tak pernah kau sisakan untuk diriku.

Begitu bermaknanya-kah sebuah kebersamaan sehingga aku tak tahu lagi dengan apa kutepikan kehadiranmu disisiku walau hanya sekejap saja? Begitu menyesakkan dan menyisakan luka yang mendalam ketika ku membuka mata dan aku tersadar, kini kamu tak ada didekatku. Apakah kau tak menyadari kalau cinta ini indah dan hanya kuberikan kepadamu secara cuma-cuma?

Seperti menikam diri sendiri tanpa sakit menjerit, kutelan pedih karena mencintai dirimu yang hanya meninggalkan luka. Kau titipkan hatimu pada orang lain ketika kata setia selalu kujaga. Sejujurnya aku tak ingin menghapus cintaku ini yang dengan tulus kuberikan kepadamu. Tapi kini segalanya telah cukup. Selama ini, kau hanya memberiku mimpi belaka. Biarlah rasa ini kupendam dan jangan pernah kau bertanya "masih adakah ruang untukku kembali?" Memang, tak ada kesedihan yang terlukis di wajahku. Memang, tak ada kesedihan dan luka yang ku perlihatkan didepanmu. Tapi andai kau tahu, meski sakit yang kau berikan tak berbuah tangis, jiwaku memendam luka yang teramat sakit di atas bahagiamu.

Kemana harus kubawa luka ini? Berlindung? Tak ada payung yang siap melindungi. Atau menangis? Tak ada sandaran untukku menangis. 

Apakah ini saatnya untuk membunuh perasaanku? Apakah ini saatnya untukku melepaskan segala rindu yang mengendap dalam sepi? Apakah aku mampu melakukan itu semua? Entahlah... Sulit untukku memahami maunya hati ini. Jika memang akhirnya aku harus meninggalkan dan melupakan semua tentangmu, izinkanlah aku untuk tetap mengenangmu.Izinkanlah aku untuk tetap mencintaimu walau hanya dalam diam.
 


Read More

Minggu, 08 Juli 2012

Aku dan Kamu: "BERTEMU"


Awalnya tanpa sengaja, takdir menemukan aku dan kamu. Tanpa sengaja pula, aku melupakan setiap kejadian saat aku dan kamu bertemu. Padahal aku ingin sekali menceritakan kepada mereka bagaimana bisa aku bertemu dengan dirimu yang sebelumnya tak pernah terpikirkan olehku bahwa kita akan bertemu. Tanpa sengaja, kamu menjadi teman sesaat ku. Banyak sekali kejadian yang tak disengaja saat aku dan kamu bertemu. Dan aku pun sadar, ini semua bukan karena “tanpa sengaja”. Melainkan ini semua adalah rencana Tuhan untuk aku dan kamu.

Aku dan kamu bertemu disaat…yang menurutku saat yang tepat. Mengapa ku katakan seperti itu? Karena saat aku dan kamu dipertemukan, aku memang sedang membutuhkan seseorang untuk menemani sepiku. Tuhan memang baik. Dia selalu mendengar doaku dan menjawab semua doaku dengan cara mengirim kamu kedalam kehidupanku.

Aku tau, kamu hanya menganggapku sebagai teman dan takkan mungkin menganggapku lebih dari teman. Semua tau, kau mengincar sahabatku dan aku pun tahu akan hal itu. Tapi, apa salah kalau aku diam-diam memberimu harapan? Apa salah jika aku merindukanmu walau kau tak merindukanku? Kau tahu, karena hanya dihatimu aku ingin berhenti (mencintai) dan entah mengapa walaupun kau tak mencintaiku aku selalu bahagia mencintaimu karena mencintaimu di luar pemahamanku dan aku bahagia! 

Perlahan, aku mulai merasakan rindu saat kau tak menyapaku. Rindu ini mengurai segala tentangmu. Kapanpun dan dimanapun, kamu selalu memenuhi pikiran dan hatiku. Seharusnya kamu tahu, kamu adalah baris pertama dari setiap alinea yang didalamnya selalu menyebut kata ‘rindu’ walaupun aku takkan pernah menjadi baris pertama dari setiap alinea yang kau sebut ‘rindu’.

Seiring berjalannya waktu, kau merasuk dijiwa dan tak bisa lepas dari pikiran. Kau menjadi orang terdekat yang selalu ada disaat ku butuhkan. Tapi sayang, aku bukanlah orang terdekat bagimu. Dan akupun lelah. Hanya ada getar lemah yang tersisa. Seterusnya adalah kata-kata tak juga berwujud sapa. Aku akan menerima, jika ini memang rindu tak bersambut nyata.

Kamu. Sedetik menjauh, sedetik mendekat. Pergi, lalu kembali. Ada, lalu tiada. Aku terbangun dari mimpi dan tiba-tiba aku ingin kau ada. Tiba-tiba aku tersadar kalau kau tak disampingku. Pagi yang menyesakkan. Kemarin, kamu begitu mesra dalam dekapan. Tapi kenapa justru kini jauhmu yang kurasakan? Aku beranjak dari tempat tidur dan pergi untuk sarapan. Kamu tahu? Sarapanku pagi ini adalah sepiring memori tentangmu yang tak pernah basi. Aku merindukanmu, boss!

Bagiku kau adalah sebuah kejutan yang selalu menghadirkan getar baru, kapanpun itu!

Read More
Aku dan Kamu: "BERSATU"


Selanjutnya aku mencintaimu bukan dalam terang siang. Aku mencintaimu dalam gelap malam, dengan hati sebagai mataku.

Aku bahagia. Sangat-sangat bahagia karena aku bisa mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Aku bahagia. Sangat-sangat bahagia karena kamu bisa mencintaiku sepenuh hatimu dan menerima diriku apa adanya. Entah sebagai awal atau akhir, aku tetap menginginkanmu sebagai tokoh utama dari setiap cerita bahagia dan sedihku.

Bahagia itu ketika kita bersama mengucapkan janji dan tunduk teduh pada keakuan hati. Aku ingin mencintaimu tanpa batas waktu. Tidak kini, dulu apalagi nanti. Aku ingin mencintaimu saja untuk selamanya. Entah sampai kapan kita akan bertahan dalam badai. Entah sampai kapan kita akan menjadi ‘kita’. Aku hanya ingin mengatakan kepadamu, tak pernah ada kata cukup bagiku untuk mencintamu, itulah sebab kenapa aku setia mengikuti jalanmu. Aku mempercayakan hatiku dalam genggamanmu.

Terkadang aku berpikir, apakah aku termasuk orang yang serakah jika selalu berharap kau didekat hatiku? Tapi apa salah jika aku selalu menginginkan kamu tuk berada didekat hatiku? 

Kau tahu? Kau adalah alasan gundah dan resahku saat kau tak berada disampingku. Terkadang aku berpikir, bagaimana kalau suatu saat nanti kau akan pergi meninggalkanku? Mampukah aku beranjak pergi dengan semua tentangmu yang pelan-pelan membatu dan memperberat langkahku? Oh dear, yang ku tahu aku tak bisa apa-apa bila kamu meninggalkanku. Aku takkan bisa bahagia bila kamu pergi meninggalkanku karena kamu adalah kebahagiaanku. 

Kamu tahu tidak apa yang aku rasakan sekarang? Kerinduan. Kamu tahu tidak apa yang aku inginkan sekarang? Dirimu.  Aku tak bisa marah kepadamu walau kamu selalu membuatku marah. Karena bagiku, kamu adalah anugerah terindah yang mendekap barisan hariku yang penuh bahagia. Senyummu menghapus kesalku dan merubahnya menjadi tawa.

Kamu tahu kita memiliki banyak perbedaan dan banyak yang mengatakan kalau perbedaan itu yang akan mengakhiri hubungan kita. Tapi menurutku, karena kita berbeda makanya aku percaya kita saling cinta. Biarkan saja semua berjalan tanpa rekayasa. Seperti sejak pertama rasa itu diam membisu dan merasuk dijiwa. Lalu, perlahan mengetuk pintu hatimu dan pintu hatiku.

Tiga kata itu; “AKU SAYANG KAMU”. Selalu ada rindu yang mengemuka setiap kali kutulis kata “tanpamu”. Karena jatuh cinta itu adalah kata kerja, maka jatuh cinta adalah belajar mencintai. “Tanpamu” itu semakin menjepit ruang mimpi dan kenyataan ketika aku ditelan kesendirian. Dari mataku, bahagia pun memendar tersipu tiap kali kutulis kata “denganmu”. Bahkan tanpa kata “dengan” pun, aku mampu membawa pulang bahagia itu asal ada “mu” di awal dan akhir “ku”. Lebih dari pantas aku mencintaimu ketika air matamu menderas karena bahagia itu sendiri. 

Aku ingin mengatakan kalau aku sangat berterima kasih karena kamu telah mengetuk pintu hatiku dan masuk kedalam. Bukannya aku ingin menguncimu, tapi bisakah kau tinggal untuk selamanya? Sudah sepantasnya kita berbahagia. Akhirnya harapan dan mimpi kita kini menjadi nyata. Aku dan kamu bersatu dan saling memiliki dalam cinta. Tak butuh menjadi siapa atau apa aku di matamu. Ketika cinta mengetuk pintu hati, aku adalah aku dan kamu adalah kamu. 

Aku ingin bertanya kepadamu, bagaimana kamu menulis kata cinta? Aku hanya mampu mengeja hurufnya, selebihnya adalah rasa yang kurasakan dari hati yang terdalam. 

Aku tak ingin kebahagiaan ini berakhir begitu saja. Aku ingin kamu tahu, bukan cinta yang memisahkan, tapi kita yang membuatnya terjadi. Bukan pula cinta yang melukai, kita yang membuatnya terjadi sedemikian rupa. Dan aku berharap, semoga kita tak pernah berpikir untuk melakukannya. I love you and God bless you! :)
Read More
Aku dan Kamu: "BERPISAH"


Akhirnya malam menjelang pagi, ditengah sepi dan luka yang menghujam tajam, untuk kesekian kalinya aku mencoba menyapa cintamu (lagi). Tapi tak ada jawab. Kemana gerangan engkau pergi? Apakah kau inginkan kesendirian saat ini? Ketika janji-janjimu berubah menjadi tak pasti lalu berkaca dari dasar hati dan menelan manis-pahit kehidupan. Apa yang kini kau dapatkan? Kesempurnaan dari pengakhiran ini? Detik ini, aku hanya bisa bertanya sekali lagi; kemana sebenarnya engkau pergi? Hanya satu yang kuyakini dan kudapatkan kini; hatimu ternyata bukan untukku.

Mungkin ini sudah saatnya aku harus mulai belajar melupakanmu. Mungkin ini saatnya juga aku memilih untuk belajar menjadi teman saja, buatmu. Meski kenangan tentangmu tak mudah kuhapuskan, biarlah semua membusuk bersama luka yang hidup dalam kesia-siaan. 

Semua memang telah berakhir.

Aku terpuruk kecewa, mengucap selamat tinggal pada bahagia. Cinta dan penantianku berakhir di ujung sia-sia dan sirna tak bersisa dan semua karenamu juga. 

Aku menangis, karena hanya itu yang membuatku terbebas dari segala beban cinta yang menjeratku. Setelah ku puas menangis aku berhenti. Lalu disaat ku yakin, aku pun tertawa karena kini ku telah mengikhlaskanmu. Semoga saja ikhlasku bisa menjadikanku ratu yang paling berbahagia. Aku bahagia oleh airmata, oleh cinta yang sebenarnya dan aku relakan dia dalam rengkuhan cintanya.

Sebelumnya aku ingin tahu, siapa aku ini dihatimu? Apakah aku ini hadir untuk cintamu dengan ketulusan hati atau sekedar mengumbar kata-kata basi? Mengapa kau berubah begitu cepat? Segitu tak berhargakah aku dihatimu? Andai kau tahu, aku tak pernah bisa mencampakkan cintaku kepadamu. Setiap kali aku mencobanya, aku seperti melukai diriku sendiri. Dan detik berikutnya, aku makin tenggelam dalam cintamu.

Rindu itu bangkit lagi. Izinkan aku bunuh rindu ini biar tak bangkit lagi. Menenggelamkan janji setia pada jiwa-jiwa yang meregang sepi. Melupakanmu dari tiap kenangan dalam hidupku yang hampa. Terkadang, aku ingin mencuri waktu dan membawamu ke masa lalu. Masa lalu disaat bibir hati kita tak bosan saling berkata “I love you”. Tapi yang berlalu biarlah berlalu. Biarkan luka ini kusimpan disudut hatiku yang sedang terluka. Terkadang pura-pura tidak rindu itu menyiksa. 

Bagaimana bisa aku berpaling kalau hatiku sudah kau curi dan membawanya pergi entah kemana.  Disini aku masih saja berharap dan menunggumu. Tapi, entah kapan itu menjadi nyata. Atau sebaiknya, aku pergi saja dan membunuh semua perasaanku kepadamu dan menghapus semua tentangmu sampai tak bersisa? Entahlah. Yang kutahu, membunuh perasaan lebih kejam dari bunuh diri.

Tapi sudahlah. Semua memang telah berakhir. Akan kubunuh perasaanku kepadamu dan menghapus semua tentangmu sampai tak bersisa. Paku luka yang kau tancapkan dihatiku telah kucabut. Namun luka tetaplah luka. Walaupun sudah kucabut, tetap saja membekas dalam hati. Membekas dihati…yang masih bergetar tiap kali mengingatmu.

Kini kata “I love you” hanya menjadi kamus mati bagiku. Kini kata “God bless our relationship” tak ada artinya lagi bagiku. Kenyataannya, Tuhan tak memberkati hubungan aku dan kamu dan akhirnya kamu pergi meninggalkanku dengan luka dihatiku.

Sudahi cerita rindu ini, bila kau yakin dengan pilihanmu. Daripada segalanya berakhir dalam lembaran cinta yang memuja sia-sia, lebih baik sudahi saja. Terima kasih untuk setiap kebahagiaan yang telah kau berikan. Berbahagialah dengan kekasih pilihan hatimu. Aku akan coba untuk ‘rela’; merelakan hatimu untuk orang lain, bukan untukku.

Tapi, sebelum semuanya benar-benar berakhir…aku ingin mengatakan kepadamu bahwa jatuh cinta bukan sekedar mengatakan je t’aime kepada orang yang kau cinta.
Read More

Jumat, 06 Juli 2012

Ini mimpi.


Ku lihat bayangmu ada di ujung tatapanku. Ku lihat kamu ada tepat di depanku. Kamu ada disini, bersamaku. Kamu tertawa bersamaku.Kamu ada di sampingku,berjalan bersamaku. Berkali-kali hal ini terjadi. Sekitar 4-5 hari. Ku merasa kamu dekat denganku akhir-akhir ini.
Ternyata sudah pagi lagi. Sudah saatnya aku mengakhiri hubungan rahasia kita. Ya,hubungan kita yang terjadi seminggu ini. Yang hanya terjadi dalam alam bawah sadarku. Yang sebenarnya tidak nyata. Yang sebenarnya jauh berbeda dengan kenyataan. Kau sudah berada jauh sekali denganku. Aku takkan bisa lagi mencuri-curi pandanganku di sela-sela jendela kelasmu. Aku takkan bisa menangkap tatapanmu lagi di kantin. Tak ada lagi kamu. Yang ada hanya aku, dan hatiku yang kosong. 

Aku merindukanmu kemarin,saat ini,dan mungkin besok,hingga seterusnya..
Kau masih akan  nampak dipikiranku nanti,entah kapan..
Aku hanya orang yang mengagumimu selama  5 bulan terakhir..
Aku bukan siapa-siapamu..
Ku harap kita  bisa bertemu lagi..
Kapanpun itu..

With love, F.
Read More

Kamis, 05 Juli 2012

Aku Rindu

Setelah beberapa minggu kita tak saling menatap. Setelah beberapa hari kita tak saling bicara. Malam ini, kita berdua saling melepas rindu.

Ku sedikit menjaga jarak karena ku sadar, aku bukanlah siapa-siapa dihatimu sehingga aku menghilang dan tak pernah memberi kabar padamu lagi. Malam ini, kau meneleponku dan betapa bodohnya aku, aku tak sempat mengangkat teleponmu itu. Selang beberapa menit, aku menyadari led di handphoneku menyala. Aku segera mengambil handphoneku dan melihat apa penyebab dari led yang menyala itu. Ada pemberitahuan mention di akun twitter, di grup, chat dan panggilan tak terjawab. Dari semua pemberitahuan itu, hanya satu yang menarik perhatianku. Panggilan tak terjawab. Aku segera membuka handphone dan melihat siapa yang baru saja meneleponku.

Mataku terbelalak saat melihat siapa yang tadi meneleponku. Namamu muncul di layar handphoneku. Aku bahagia ternyata kau masih mengingatku dan kau mencariku. Aku segera mengirim pesan singkat kepadamu menanyakan apa yang membuatmu meneleponku dan meminta maaf karena aku tak bisa mengangkat teleponmu. Tak butuh waktu yang lama untuk menunggu balasan dari pesan singkatku karena dari dulu, kamu selalu membalas pesan singkatku dengan cepat walaupun kamu sedang sibuk sekalipun. Ternyata kau ingin berbicara denganku dan akhirnya kita bicara lewat sambungan telepon.

Setengah jam kita habiskan untuk saling melepas rindu. Ternyata kau masih sakit dan kau pun tidak peduli dengan sakitmu itu. Itu yang membuatku khawatir. Tapi ku yakin, kau pasti akan baik-baik saja. Suaramu berbeda dan juga...logatmu. Yaa logatmu! Ternyata kau ingin agar aku tertawa karena lelucon yang kau buat. Kau pura-pura menirukan logat suatu daerah sehingga aku tak bisa berhenti tertawa mendengar kau bicara dengan logat yang sangat lucu diseberang sana. Lalu kau bicara seperti biasa dan ketika kau tak mendengar tawaku, kau mulai bicara menggunakan logat yang membuatku tertawa tanpa henti. Aku suka itu!

Tapi sayang... Kita harus mengakhiri pembicaraan malam ini karena ada tugas yang harus kau selesaikan. Aku sedih karena harus memutuskan sambungan telepon ini karena pasti kita takkan mungkin bercakap-cakap seperti ini lagi nanti. Tapi apa yang harus ku lakukan? Kau harus segera menyelesaikan tugasmu itu jadi mau tak mau aku harus merelakan kebahagiaan ini berakhir. 

Terima kasih untuk malam ini... Aku bahagia bisa mendengar suaramu lagi setelah beberapa malam terakhir ini kuhabiskan tanpa mendengar suaramu. Sungguh, aku bahagia. Kau selalu saja punya cara untuk membuatku tertawa. Dari mengutarakan perasaanmu, menggombal, pura-pura tidak mendengar suaraku padahal itu hanya membuatku marah lalu kau akan tertawa dan aku pun ikut tertawa sampai mengikuti logat suatu daerah yang membuatku geli mendengarnya. Kau selalu bisa membuatku tertawa disaat aku terluka karena cinta dan aku suka itu! 

Sekali lagi terima kasih. Aku rindu. Aku rindu saat-saat seperti ini :')

Aku menulis ini saat kita selesai melepas rindu lewat sambungan telepon
Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu
I miss you...  
Read More
Bahagia Menghampiriku


Ku pikir, setelah kepergianmu aku takkan pernah mengenal kata bahagia lagi. Ku pikir setelah kau patahkan hatiku, aku takkan bisa tersenyum lagi. Ku pikir setelah kau meninggalkanku tanpa sebab, hidupku hanya akan menjadi gelap.

Ku pikir aku takkan pernah jatuh cinta lagi setelah kau tinggalkanku. Ku pikir aku takkan pernah membuka hatiku kembali setelah kau pergi. Ku pikir aku takkan merasakan kasih sayang seseorang yang sering kudapatkan darimu setelah kau menghancurkan hatiku.

Bahkan ku pikir inilah akhir hidupku setelah kau pergi dan melupakanku.

Dan ternyata aku salah.

Kini setelah kepergianmu, aku bisa mengenal kata bahagia lagi. Bahkan kini aku lebih bahagia. Kini setelah kau patahkan hatiku, aku selalu tersenyum. Kini setelah kau meninggalkanku tanpa sebab, hidupku lebih berwarna.

Kini aku mulai merasakan cinta yang benar-benar cinta setelah kau tinggalkanku. Kini aku mulai membuka hatiku kembali dengan mudah setelah kau pergi. Kini aku merasakan kasih sayang dari orang-orang terdekatku.

Dan inilah awal dari kisah hidupku.

Tak kusangka setelah beberapa waktu yang lalu aku terpuruk, terluka bahkan hancur karena kau telah meninggalkanku, kini aku bisa merasakan bahagia yang benar-benar bahagia. Bahagia yang kudapatkan saat ini, lebih dari bahagia yang dulu kudapatkan darimu. Aku benar-benar bahagia dengan kehidupanku saat ini.

Bukannya aku mengatakan kalau aku tak bahagia denganmu. Aku bahagia bisa menghabiskan hari-hariku bersamamu. Tapi bahagia yang kau berikan, tak ada apa-apanya dibanding dengan kebahagiaan yang saat ini kudapatkan dari orang-orang terdekatku. 

Sejujurnya aku sayang kamu. Bahkan kau sudah lihat bukan bagaimana aku menepati janjiku untuk setia kepadamu? Tapi ternyata kau menyalahgunakan perasaanku itu. Rupanya perasaanku malah kau jadikan senjata untuk membalaskan sakit hatimu kepadaku dan untunglah aku menerimanya dengan lapang dada.

 Aku tak memperdulikan lagi masalah kau dan aku. Aku tak memperdulikan lagi sakit hati yang kau berikan kepadaku karena aku sudah melupakan masalah itu. Aku menganggap kita tak pernah saling menyakiti karena menuruku masalah kita sudah selesai sampai disini.

Aku tak marah atau bahkan membencimu. Aku tak pernah berpikir untuk membenci dan melupakanmu. Aku akan selalu mengingatmu. Karena kini aku menganggapmu sebagai seorang teman. 

Aku bahagia dengan hidupku saat ini dan aku yakin kau juga bahagia dengan hidupmu saat ini. Ternyata, kebahagiaan menghampiri kehidupanku dan juga kehidupanmu :)
Read More

Rabu, 04 Juli 2012

Perlahan aku mencoba menjahit luka yang terpapar di hatiku.
Perlahan aku bisa melupakanmu.
Tetapi entah mengapa, sampai saat ini, melihat namamu saja membuat jahitan itu sobek kembali.
Selalu terulang di benakku, kenapa harus kamu yang membuatku begini? Tidak adakah orang lain?
Kenapa sampai sekarang, yang mengantarku terlelap masuk ke ruang mimpi hanyalah kamu?
Kenapa? Kenapa sampai saat ini juga, kau yang hadir dalam mimpiku?
Apa ini pertanda baik? Buruk? Atau hanya sekedar imajinasiku di saat tidur?
Entah mengapa begitu sulit bagiku untuk melupakanmu, padahal kau tak pernah sedikitpun memberi perhatian padaku.
Aku hanya seorang wanita yang mengagumimu secara diam-diam.
Kau sendiri tak pernah ikut masuk ke dalam kehidupanku, sedangakan menginjakkan kaki di depan pintu hatiku saja tidak pernah kau lakukan.
Mengapa kau menjadi orang yang paling sulit ku lupakan?
Read More
Jika kau benar mencintaiku,pilihlah aku, karena aku mencintaimu.
Jika kau menyimpan perasaan yang sama padaku, katakanlah, karena aku akan bahagia mendengarnya.
Jika kau telah melakukan keduanya, maka tetaplah bersamaku sampai nanti.

Tapi..

Jika ku bukan orangnya,jangan beri aku harapan, itu yang ku mau.
Jika ku bukan orangnya,jangan pernah katakan sayang dan cinta.
Read More

Tapi....


Aku mencintaimu. Aku senang memilikimu. Kau berharga bagiku.
Tapi kau egois, kau tak pernah peka terhadap perasaanku.
Sebaiknya aku pergi, meninggalkanmu.
Read More
Untuk apa takut kehilanganmu?  Hanya kehilangan satu orang yang berarti di hidupku, bukan berarti bisa merusak kehidupan kan? Kau berarti bagiku tapi kau malah pergi dari kehidupanku. Aku hanya bisa melihat kau pergi menjauh. Kupikir, mungkin kau memang bukan yang terbaik untukku. Begitu simple. Untuk apa memikirkan kepergianmu? Menghadaplah kedepan dan lupakan yang sudah berlalu.
Read More
 Dulu dan Sekarang takkan pernah sama



Dulu aku takut bila kamu tiba-tiba akan meninggalkanku. Aku takut harus menghadapi semuanya sendirian. Dulu aku sangat takut kehilanganmu. Sangat-takut!

Dulu, aku pernah berjanji takkan pernah melupakan apa yang kita lalui bersama. Sedetikpun takkan kulupakan. Semua akan kusimpan dimemori ku agar aku selalu ingat kepadamu. Agar aku selalu ingat bahwa dulu kita pernah menjadi satu. Kita pernah merajut sebuah hubungan yang memang, tak berjalan lama.

Dulu aku takut bila ada seseorang yang mendekatiku. Aku-takut. Entah mengapa aku sangat takut bila ada yang mendekatiku. Mungkin karena aku takut akan cinta dan takut terluka lagi, atau karena aku takut melanggar janji kita berdua? Haha entahlah yang pasti dulu aku sangat takut berdekatan dengan orang lain selain kamu.

Dulu, aku bahagia :)

Sekarang aku tertawa mengingat kenangan kau dan aku dulu (aku tak mengatakan "kita" karena kini kamu dan aku berbeda). Aku sempat berpikir, mengapa dulu aku takut kehilanganmu? Ah maaf. Bukan hanya takut, tapi sangat takut kehilanganmu. Haha lucu sekali aku bisa-bisanya takut untuk kehilangan kamu.

Sekarang, semuanya berbeda. Tak ada lagi kamu yang menghiasi pagi, siang dan malamku. Tak ada lagi kamu yang memperhatikan pola makanku. Tak ada lagi kamu yang mengingatkanku untuk belajar. Tak ada lagi kamu yang mengingatkanku untuk tidak emosi saat adikku menggangguku. Tak ada lagi kamu dikehidupanku.

Sekarang aku mengerti apa itu cinta dan kehilangan. Aku sadar, untuk apa takut kehilangan dirimu? Jika kau ingin pergi, silahkan. Tak ada yang melarang dan menahanmu. Karena aku, telah cukup kuat untuk merelakanmu pergi dan mencari wanita lain untuk menjadi sandaranmu. Sudah cukup aku mendengar janji-janjimu yang memang setengahnya sudah kau tepati dan setengahnya...yaa kau lupakan :)

Sekarang kebahagiaan menghampiriku lagi. Kebahagiaan itu datang dari keluarga dan sahabat-sahabatku. Tak ada yang lebih membahagiakan selain kebahagiaan yang datang dari mereka. Kini tak ada lagi kau dihati dan pikiranku bahkan ketika kau memperlihatkan kemesraanmu didepanku. Api kecemburuanku sudah lama padam dan api itu padam akibat mu juga yang sering bermain-main dengan api itu. Bukankah ini maumu? Aku sudah lama tak memikirkanmu.

Sekarang, aku sangat-sangat bahagia :))))

Kalau dulu kau sangat berarti bagiku sehingga kutakut kehilanganmu, kini kau bukan apa-apa bagiku. Karena semua tahu, dulu dan sekarang berbeda dan takkan pernah sama :)))




Read More
Sejujurnya... Andai saja...


Sejujurnya...aku tak tahu apa yang aku rasakan saat ini. Marah, senang, sedih, kecewa semua sudah bercampur aduk sehingga semua sudah menjadi satu dan aku tak tahu apa yang kini kurasakan. Sejujurnya...aku tak tahu harus memberi komentar apa saat melihat kau dengannya. Aku tak tahu harus mengatakan apa saat orang-orang bertanya kepadaku apa yang kurasakan saat ini karena kau telah meninggalkanku dan pergi dengannya. Sejujurnya...aku bingung.

Andai saja waktu bisa kuputar kembali, aku ingin memperbaiki semuanya. Memperbaiki kesalahanku kepadamu. Memperbaiki semuanya. Jika aku bisa memutar waktu disaat kita masih menjadi satu, aku pasti akan selalu menjagamu dan takkan pernah membiarkanmu sakit karena sikapku. Aku akan memberikanmu kebahagiaan yang tak bisa dia berikan kepadamu. Aku akan memberikan segalanya, hanya untukmu. Tapi kau tahu dan semua juga tahu, aku hanyalah manusia. Aku takkan bisa memutar waktu sekeras apapun perjuanganku.

Sejujurnya...aku ingin agar kau tahu bagaimana rasanya menjadi diriku! Bagaimana rasanya harus menghadapi semuanya sendirian! Bagaimana harus menata kembali hati yang sudah kau porak porandakan sendirian! Bagaimana harus berjalan ditengah badai tanpa ada yang menopang langkahku. Bagaimana harus menahan airmata yang akan segera jatuh saat melihat kau bersamanya. Sejujurnya...aku sakit!!!

Andai saja kau bisa lebih mengerti dengan perasaanku. Lebih peka dengan perasaanku. Tapi ternyata aku salah. Kaulah yang sebenarnya tak pernah mengerti dengan perasaan orang lain. Kaulah orang yang tak pernah peka dengan keadaan disekitarmu. Kaulah orangnya bukan aku!

Sejujurnya...aku masih sangat mencintaimu. Aku masih menunggumu ditengah gelapnya malam. Aku masih menyimpan perasaan yang sangat mendalam pada dirimu. Sejujurnya...aku masih menunggumu.

Andai saja kau melihat kerapuhanku. Melihat kesakitanku. Melihat luka dihatiku. Melihat kesendirianku. Melihat airmataku jatuh saat melihatmu dengannya. Melihat segala yang ada pada diriku saat kau pergi meninggalkanku. Tapi semua takkan pernah terjadi, karena semua hanyalah "Andai Saja"

Tapi sejak awal kau tahu siapa aku, bukan? Aku adalah seorang gadis yang sering berbohong. Aku sering berbohong tentang segalanya terutama tentang perasaanku. Sejak kulihat kemesraan kalian, ku mulai menutup pintu hatiku. Menyimpan cinta sekaligus luka disudut hatiku. Menyembunyikan segalanya agar kau takkan pernah tahu apa yang kurasakan saat ini. Aku masih mencintaimu. Tapi aku sadar, takkan mungkin kau membalas cintaku karena cintamu kini hanya untuknya. Aku hanya ingin melihat senyummu walau senyum itu tidak kau tujukan untukku. Semua kulakukan demi cintaku kepadamu. Cinta butuh pengorbanan dan sakit yang kurasakan merupakan pengorbananku untuk dirimu. Aku memilih untuk diam dan berdiri dijalanku sendiri.
Read More
Aku tahu kita sudah berakhir, tetapi apakah mengumbar-ngumbar kemesraan adalah caramu untuk membuatku lebih terpuruk?
Read More
JANJI TIDAK PANTAS DIUCAPKAN JIKA KAMU BELUM YAKIN BISA MENEPATINYA.
Read More
PANGGUNG SANDIWARA


Aku tersadar,selama ini kita hanya terperangkap dalam sebuah panggung sandiwara, dimana apa yang kita lakukan selama ini hanyalah pura-pura dan dikemas sebaik mungkin sehingga semuanya terlihat indah. Kita adalah pelaku-pelakunya, ya, aku, kamu dan dia. Dimulai dari hubungan yang sama sekali tidak memiliki dasar cinta yang kuat, secara perlahan kita telah membangun panggung sandiwara ini.

Aku. Aku adalah wanita mungil,bergaya casual dan santai yang tak sepadan jika disandingkan denganmu. Aku adalah tunanganmu, orang yang mencintaimu sepenuh hatiku. Orang yang tidak pernah memaksamu melakukan sesuatu untukku. Orang yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari hidupmu. Orang yang selalu sabar melewati segala badai yang mengamuk menerpa hubungan kita. Aku adalah wanita yang saat ini bersamamu.

Kamu. Kamu adalah seorang pria mapan, berperawakan tinggi, bijaksana, dan bertanggung jawab, serta menyimpan sisi lembut di balik pakaian rapih-mu itu. Kamu adalah tunanganku. Kamu adalah orang yang dijodohkan orangtuamu denganku, orang yang dipercayai orangtuaku, dapat menjagaku dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab. Tetapi kamu juga adalah pria yang memiliki masa lalu dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, yang bisa seenaknya kau permainkan. Ya, kamu adalah calon suamiku. Calon suami yang terpaksa belajar mencintaiku, yang sebelumnya sungguh tidak memiliki sedikitpun rasa cinta kepadaku, dan akhirnya merasa kalau kau perlahan menyayangiku.

Kita akhirnya menikah,hanya karena ingin menyenangkan orang tua kita.. Lalu, muncullah dia. Penghancur kebahagiaan kita, rumah tangga kita.


Dia. Dia adalah wanita yang cantik,berbadan tinggi dan langsing, serta memiliki senyum yang manis. Tetapi dia juga wanita yang angkuh,sombong,dan berbicara seperti orang yang tidak berpendidikan. Dia adalah wanita yang seenaknya masuk ke dalam apartement kita, yang menganggapku pembantumu. Dia adalah wanita yang datang mencarimu saat itu, yang akhirnya kau temui kembali setelah hubungan kalian berakhir tanpa kata putus. Dia adalah wanita yang beberapa hari lalu kau ajak belanja di mall, dan menciummu di depan kedua bola mataku, di apartement kita. Dia adalah wanita yang membuat kita sekarang tinggal seatap tanpa mengeluarkan satu patah kata pun. Dialah yang membuat aku enggan melihatmu lewat didepanku, yang membangkitkan amarahku ketika melihatmu, dan dia juga wanita yang mengancam akan membunuhku karena telah merebutmu darinya. Dan dia juga adalah orang yang pertama kau beritahu bahwa kau telah menikah, dan akulah istrimu.

Aku memutuskan tuk pergi dari hidupmu, tak akan kembali, karena selama ini kita hanya pura-pura menjalani hubungan ini. 

Kau lebih mengetahui dia,dibanding aku yang tinggal seatap denganmu. Kau lebih memilih mengantarnya pulang, dibanding menjelaskannya padaku apa yang sebenarnya terjadi. Selama ini kau hanya pura-pura perhatian padaku, dengan memberikanku segala macam materi yang kau punya.

Aku membencimu.
Dan aku pun membencinya. 
Orang yang masuk ditengah-tengah kebahagiaan kita dan merusaknya.
Read More

Selasa, 03 Juli 2012

Mencintai dalam diam


Aku mencintaimu. Mencintaimu merupakan kebahagiaan bagiku. Tapi, apa dengan luka yang selalu kudapat karena mencintaimu, itu bisa disebut kebahagian? Entahlah. Aku tak tahu. Yang ku tahu, aku selalu bahagia mencintaimu walau sakit yang selalu kudapatkan.

Ku tau kau tak mencintaiku lagi. Ku tau hatimu bukanlah untukku lagi. Maka dari itu, aku tak bisa memaksakan keinginanku kepadamu. Aku mencintaimu dalam diam. Aku merindukanmu dalam kebisuan. Karena ku tahu, hanya itulah yang bisa kulakukan saat ini.

Tapi apa daya. Inilah resiko karena sudah berani mencintaimu dalam diam. Mencintaimu tanpa kejujuran. Mencintai tanpa kejujuran disini bukannya aku tak mencintaimu. Tapi karena aku mencintaimu tanpa mengutarakan perasaanku yang sebenarnya kepadamu. Karena aku tak pernah jujur akan perasaanku kepadamu. Tapi inilah aku. Seorang gadis yang lebih suka mencintaimu dalam diam walau sakit yang selalu kudapatkan.

Pernah aku terpikir untuk mengatakan kepadamu tentang perasaanku. Sejujurnya aku bosan dengan ini semua. Aku bosan karena aku hanya bisa memandangmu dari jauh tanpa pernah kau tahu kalau kau selalu ku perhatikan. Aku lelah. Aku lelah karena aku harus menahan sakit saat ku lihat orang lain berjalan disampingmu walau ku tahu itu hanya temanmu. Tapi kuanggap itu semua adalah pengorbananku untuk mencintaimu. Bukankah cinta butuh pengorbanan? Dan akhirnya aku memilih tuk diam. Aku memilih tuk kembali mencintaimu dalam diam.

Sampai pada akhirnya dia datang. Dia datang dan merebutmu dariku. Aku marah, kecewa, sedih, semuanya. Entah apa yang kurasakan saat ini. Aku tak pernah tepikir semua ini akan terjadi. Ku pikir kau milikku. Hanya milikku. Ternyata aku salah. Kau bukanlah milikku dan aku melupakan kenyataan itu. Aku terlalu asik mencintai dirimu diam-diam  sehingga aku lupa kau bisa saja direbut orang. Tapi semua sudah terlambat. Aku hanya diam ditempat tanpa melakukan apa-apa. Karena inilah aku! Seseorang yang tidak suka menyesali sesuatu yang telah terjadi. Lagipula, untuk apa menyesali sesuatu yang terjadi? Takkan ada yang berubah hanya karena kita menyesalinya. Lebih baik kita melupakan dan meninggalkannya. Melupakan kenangan dan meninggalkan segala luka yang tersayat dihati.

Dan sejak saat ini, semoga saja aku tak pernah jatuh lagi ke lubang yang sama. Lubang tuk mencintai seseorang dalam diam. 

With Love,

DF


Read More
Aku selalu berpikir, saat kau pergi itulah titik. Ternyata aku salah! Aku masih dalam lingkaran. Tapi sudahlah. Saatnya menutup buku. Tak ada cerita lagi antara kita. Cukup sampai disini. Sekian dan selamat tinggal.
Read More
Sudah saatnya tuk beranjak dalam keterpurukan ini. Membersihkan semua serpihan-serpihan hati ini. Dan menyatukannya kembali menjadi yang baru.
Read More
Akan kusimpan luka ini. Biarlah luka ini menjadi luka sunyi dan kunikmati keheningannya sampai hilang tak bersisa.
Read More
Inikah rasanya jatuh cinta diam-diam?


Aku sudah lama menyimpan berbagai macam perasaan ini kepadamu, entah itu perasaan cinta,sayang,kecewa,cemburu,atau marah. Mungkin kau sudah tahu tentang masalah cinta,sayang dan suka-ku kepadamu. Tetapi banyak hal yang kau tak tahu, dan kau tak pantas tahu tentang itu. Itu adalah perasaan sakit hati, dan kecewa. Ya,kau memang tak pantas tahu tentang perasaanku. Itupun bukan hal yang penting bagimu. Jatuh cinta kepada seseorang secara diam-diam tidaklah mudah. Terlalu banyak tantangan yang harus dilewati untuk jatuh cinta diam-diam. Dan aku sudah lama menghadapi tantangan itu, dan tak ada satupun benih cinta yang kau tebarkan padaku.

Melihatmu digandeng oleh wanita lain membuatku hatiku terkejut. Selama ini yang ku tahu, kau tak ingin berpacaran, dan kau tidak pernah mengaku kalau kau memang sedang berpacaran. Ku tahu,itu bukan hal yang pantas untuk ku ketahui. Tetapi apa kah kau tahu, mencintaimu dalam diam dan tiba-tiba mengetahui kau sudah milik yang lain membuat ku tak berkutik ? Secara tak sadar,aku tak bisa mengontrol emosiku, setetes air mataku tiba-tiba jatuh mebasahi pipiku,lalu bibirku, yang tadinya tersenyum lebar karena tidak tahu akan mengetahui hal itu.

Apa yang harus kita lakukan? Tak ada. Kita hanya bisa melihat kebahagiaan mereka dari sini, di sisi ruang ini yang begitu hampa. Semua isinya telah termakan oleh emosi. Dan kita juga hanya bisa berdoa meminta agar Tuhan memberikan kekuatan dan ketegaran untuk melewati semua ini dan berdoa semoga orang yang saat ini menjadi pundak untuknya tuk menangis adalah yang terbaik untuknya. Dan kita juga hanya bisa membiarkan mereka bahagia meskipun kita harus terluka dan jatuh ke lubang gelap yang sangat dalam. Aku tahu,kita pernah mengalami hal yang sama. Kita hanya bisa tersenyum melihat mereka bahagia, karena kita sendiri tahu,kelak nanti kita pasti bisa merasakan kebahgiaan itu juga. Karena dalam penderitaan,ada kebahagiaan. Itulah cinta. Merelakan seseorang yang kita cintai agar dia bahagia tanpa merebut kebahagiaan mereka. Sedikit yang bisa melakukan ini. Kita harus menjadi mereka yang bisa merelakan seseorang yang mereka sayangi bahagia dengan orang lain. Kita pasti bisa. Kita pasti bisa melihat mereka bahagia meskipun itu bukan dengan kita sendiri. Kita pasti juga bahagia mengetahui kalau dia bahagia dengan pilihannya. Dan 1 hal, kita harus bahagia sesakit apapun kita melihat dia bahagia. Kita tak boleh iri dengan hal itu. Nantinya kita juga akan mendapatkan hal itu. Cepat atau lambat. Cinta akan datang kepada kita disaat yang tepat. Kita hanya bisa menunggu cinta itu datang.  Karena Tuhan pasti akan memberikan hal yang kita butuhkan di waktu yang tepat.


With love, DF.
Read More
Seberapa jauh aku bisa bersembunyi tanpa mengingatmu? Sepertinya, aku tak mampu melakukannya.
Read More

Bertemu-Berpisah


Aku lebih memilih untuk tidak mengenal seseorang daripada ujung-ujungnya aku harus berpisah dengan orang itu. Kini aku bukan lagi seorang gadis kecil mungil yang hanya tau kata pertemuan, cinta, kehilangan dan berpisah. Kini aku seorang gadis yang sudah tumbuh dewasa. Seorang gadis yang tau dan mengerti arti dari kata pertemuan, cinta, kehilangan dan berpisah. Dan semua itu kupelajari dari masa lalu yang telah ku lalui.

Dari dulu aku sering bertanya-tanya, mengapa Tuhan membuat kita bertemu pada suatu keadaan yang tidak kita duga dan akhirnya Tuhan membuat kita berpisah pada suatu keadaan yang tidak kita duga juga.

Kini aku mulai mengerti mengapa Tuhan menemukan lalu memisahkan dua insan dengan cara yang tak pernah kita duga. Tuhan menemukan kita dengan seseorang agar kita bisa merasakan jatuh cinta. Bisa merasakan perhatian yang mungkin tidak kita dapatkan dari orang-orang disekitar kita. Bisa merasakan kasih sayang yang mendalam. Dan Tuhan memisahkan kita agar kita bisa lebih mensyukuri apa yang sudah kita miliki sebelumnya. Agar kita tahu arti kehilangan yang sesungguhnya. Dan agar kita sadar, tidak ada yang abadi didunia ini.

Aku bertemu denganmu di saat aku berusaha tuk duduk diam menunggu seseorang tuk datang kembali di kehidupanku. Ku bertahan dalam sakit menunggu orang itu dan pada akhirnya pertahananku hancur. Aku mulai mencintaimu secara tidak sengaja. Aku mulai melupakan orang yang selama ini ku tunggu-tunggu kehadirannya. Aku mulai berpaling dan fokus pada seseorang yang dulu ada dihadapanku, kamu.

Seiring berjalannya waktu, cintaku kepadamu semakin dalam..semakin dalam…semakin dalam sampai pada akhirnya aku menjadi egois. Aku tak ingin ada orang lain mengambil posisiku dikerajaan hatimu. Aku mulai memenjarakanmu. Tanpa aku sadari, keputusanku salah.

Kupikir semuanya baik-baik saja. Semua..ya semua termasuk perasaanmu. Ternyata kau bukan hanya pandai mencuri hatiku. Tapi kau juga pandai menutupi perasaanmu dan pandai berbohong. Ternyata perasaanmu perlahan-lahan memudar dan saat ku lengah kau kabur dari penjara hatiku dan meninggalkanku tanpa meninggalkan jejak. Ku berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Aku tak mencarimu untuk beberapa waktu. Aku bertahan dan bertahan dan akhirnya pertahananku runtuh kembali. Aku kesepian. Dan akhirnya aku mencarimu.

Saat ku mencarimu dan aku mendapati jejakmu, aku mengikuti jejak itu. Berbagai pikiran merasuk dijiwa. Aku mulai berpikir bagaimana kalau aku bertemu lagi dengannya? Apakah dia senang? Apakah dia akan memelukku seperti kejadian-kejadian sebelumnya? Apakah dia pergi agar aku bisa merasakan rindu yang sangat mendalam? Atau jangan-jangan.....inilah akhir dari segalanya? Tak kusangka, ketakutanku untuk kehilanganmu menjadi kenyataan. Kau yang dulunya berjanji akan selalu berada disampingku walaupun sudah ku hancurkan hatimu berkali-kali kini sudah menemukan seorang putri yang lain untuk menemanimu memimpin kerajaan hatimu. Tiba-tiba kurasakan sebagian organ tubuhku tak berfungsi dengan baik. Aku terjatuh begitu pula semua mimpi-mimpiku tentang dirimu. Kurasakan hatiku begitu pilu menahan tangis dan luka. Menahan sayatan pedang yang tega kau sayatkan dihatiku. Kini, apalagi yang harus ku lakukan? Ku sadar, aku-sudah-terlambat.

Ku beranjak dari tempatku dan berjalan. Berjalan menyusuri jalan yang sangat panjang. Kembali ke kehidupanku yang dulu. Kehidupan sebelum ada kamu dan perasaan ini. Kehidupan dimana aku tak pernah mempercayai cinta. Diperjalanan, aku bertemu dengan seseorang yang ku kenal. Dia. Dialah orang yang kutinggalkan demi kau. Dia berdiri dan memandangku. Lalu dia bertanya, “mengapa kau disini? Dimana dia? Bukankah dia selalu ada disampingmu?” aku termenung. Entah apa yang harus kukatakan kepadanya. Dan akhirnya ku tak tahan lagi menahan pilu hatiku. Aku menceritakan semua yang terjadi kepadanya. Dan tak kusangka, ternyata selama ini dia mengalah untukmu. Dan dia kini berada disampingku. Mengobati luka dihatiku dan menghapus airmata yang jatuh. Padahal ku pikir, kaulah………………………ah sudahlah.

Disinilah aku. Berdiri tanpa tau apa yang selanjutnya akan kulakukan. Kau telah bahagia bersamanya. Dan aku? Aku harus membayar apa yang sudah kulakukan kepadamu dan kepadanya. Kenapa semua terasa sangat rumit? Bukankah saat ku memulai semua permainan ini, semua terasa sangat mudah? Tapi kenapa disaat ku ingin mengakhirinya, semua tak bisa berakhir? Semua terasa sangat rumit.

Aku diam. Diam. Diam. Diam. Dan diam. Dan aku sadar, diamku takkan pernah menyelesaikan masalah. Aku beranjak dan pergi. Pergi meninggalkan luka yang kau ukir dihatiku. Pergi membawa kenangan yang kau tinggalkan bersamaku disini. Aku tak mungkin bisa terpuruk terus seperti ini. Cepat atau lambat, aku harus bangkit. Bangkit seperti dulu saat aku terjatuh karena cintanya. Kini aku hanya bisa menunggu seseorang yang akan menjemputku seperti dulu saat kau menjemputku dan membahagiakanku dengan janji-janji…..palsu dan pada akhirnya aku terluka lagi. Karena seperti itulah cinta. Datang, membahagiakan, menyakiti, meninggalkan. Dan saat dia meninggalkan, kita sadar. Kebahagiaan yang selama ini diberikan kepada kita, ternyata kebahagiaan palsu.
Read More

Senin, 02 Juli 2012

Untukmu...

Jadi.....ini yang mereka sebut kehilangan? 
Jadi.....ini yang mereka sebut patah hati?
Jadi.....ini yang mereka sebut kebohongan dalam suatu hubungan?
Jadi.....ini yang mereka sebut kejamnya cinta?

Aku sedih dengan kenyataan yang harus kuhadapi. Aku sedih karena sudah memercayai cinta. Aku sedih sudah berani mencintai seseorang dengan sangat dalam. Aku sedih terbuai oleh kata-kata dan janji-janjinya. Aku sedih karena ini, karena itu, karena ini, karena itu... Aku sedih dalam segala hal yang berhubungan denganmu.

Aku bahagia mengetahui kenyataan yang sesungguhnya. Aku bahagia bisa menepati janjiku kepadamu. Aku bahagia bisa setia kepadamu. Aku bahagia sudah bisa mencintai kamu dengan sangat dalam. Aku bahagia karena sempat mendengar kata-kata dan janji-janjimu. Aku bahagia karena ini, karena itu, karena ini, karena itu... Aku bahagia dalam segala hal yang berhubungan denganmu.

Aku harus menerima semuanya. Bukankah aku sering berkata padamu kalau aku bukanlah anak kecil lagi? Bukankah seseorang yang sudah tumbuh dewasa bisa menerima kenyataan sepahit apapun dengan lapang dada? Bukankah seseorang yang sudah tumbuh dewasa bisa tersenyum walau hatinya sudah hancur berkeping-keping? Bukankah kau sudah mengajarkanku tentang menerima keputusan orang lain walau kita tak dapat menerima keputusan itu? 

Aku sedih pernah mengenalmu. Ternyata kau bisa menyakitiku. Ternyata kau bisa menghancurkan segalanya. Tapi aku bahagia pernah mengenalmu. Karenamu, aku mengenal rasa sakit dan juga aku mengenal kebahagiaan.

Aku bisa bertahan dalam kesakitan sampai detik ini tanpa harus mencari perhatian ke orang lain karena kamu yang mengajarkannya. Kau mengajarkanku banyak hal dan aku sangat berterima kasih kepadamu. Bahkan kau mengajarkanku cara berbohong dengan sangat baik sehingga orang yang kau bohongi tak dapat mencurigainya. Oh dear, terima kasih :)

Terima kasih dear...
Terima kasih. Terima kasih telah pura-pura mencintaiku disaat ku mencintaimu tanpa pura-pura. 
Terima kasih. Terima kasih telah membahagiakanku dengan kebohongan disaat ku membahagiakanmu dengan kejujuran.
Terima kasih. Terima kasih telah memberiku pelajaran yang berharga karena tanpa pelajaranmu itu, aku takkan pernah bisa mengenal siapa kamu dibalik kepolosanmu.
Terima kasih. Terima kasih telah mengajarkanku tersenyum dalam kesakitan yang mendalam.
Terima kasih. Terima kasih telah membuatku sadar bahwa tak ada yang abadi di dunia ini...termasuk cintamu kepadaku.
Terima kasih. Terima kasih telah memporak-porandakan hatiku. Saat ini ku berusaha menata kembali hatiku sendiri.
Terima kasih. Terima kasih karena kau telah memberikanku bekas sayatan pedang shinobigatana dihatiku
Terima kasih. 
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.


Terima kasih..... Terima kasih karena kau telah membuatku sadar "JANGAN MUDAH PERCAYA DENGAN OMONGAN SESEORANG, APALAGI OMONGAN ITU TERDENGAR SANGAT MANIS DITELINGA KITA. KARENA, SEMAKIN MANIS OMONGAN DAN JANJI-JANJI SESEORANG MAKAN SEMAKIN BESAR KEBOHONGAN MEREKA"
Read More
Siapa yang harus disalahkan?

"Siapa yang harus disalahkan?" Pertanyaan inilah yang beberapa minggu terakhir ini ada didalam pikiranku. Hari-hari kuhabiskan dengan memikirkan siapa yang harus disalahkan akibat dari perpisahan ku dengan dia. Bisa dibilang hubungan ini seperti cinta segitiga yang melibatkan seorang pemuda yang polos dan dua orang cewek yang bisa dibilang berteman.

"Siapa yang harus disalahkan?"
Aku. Seorang gadis yang mulai mengerti apa itu cinta. Mulai mengerti arti kesetiaan dan mulai mengerti arti kehilangan.
Aku. Gadis yang sering belajar dari masa lalunya yang kelam karena cinta dan berusaha agar masa lalunya takkan terulang lagi dikehidupannya.
Aku. Gadis yang mulai mempercayai jodohnya sudah berada dihadapannya. Mulai memiliki cinta yang sangat dalam terhadap pemuda yang kini menjadi...ya bisa dibilang pacar walau kenyataannya mereka sudah memutuskan hubungan berbulan-bulan lamanya.
Aku. Gadis yang terperangkap dalam hubungan tanpa status karena keputusan yang diambilnya tanpa pemikiran yang panjang dan matang.
Aku. Gadis yang berharap suatu saat nanti bisa memperbaiki kesalahannya.
Aku. Gadis yang selama ini dibodohi lagi oleh cinta.
Aku. Gadis yang bahagia dalam kebohongan.
Aku. Gadis yang sampai detik ini belum bisa menerima kenyataan, bahwa hatinya telah diporak-porandakan oleh seorang pemuda yang selama ini dipercayainya.
Oh dear, aku bodoh.

"Siapa yang harus disalahkan?"
Kau. Pemuda yang membuatku mengerti apa itu cinta. Mengenalkanku kepada kesetiaan dan mengenalkanku bagaimana perihnya kehilangan sesuatu yang kita banggakan dan sayangi.
Kau. Pemuda yang membuat aku melupakan masa laluku yang kelam karena cinta dan kau berusaha membuatku menatap masa depan dan meninggalkan masa laluku.
Kau. Pemuda yang membuatku jatuh cinta dengan sangat dalam. Membuatku terhipnotis dengan kata-kata manismu.
Kau. Pemuda yang membuatku masuk dalam lubang yang selama ini kuhindari.
Kau. Pemuda yang membuatku menyesal karena telah mengambil keputusan yang salah.
Kau. Pemuda yang membuatku berharap terlalu banyak.
Kau. Pemuda yang selama ini membodohiku.
Kau. Pemuda yang membahagiakanku dengan kebohongan.
Kau. Pemuda yang mengajakku terbang ke langit ke tujuh, mengajakku menyentuh langit dan berdiri di puncak gunung tertinggi. Dan kau pula yang mematahkan sayapku sehingga aku terjatuh dari ketinggian dan terhempas ke bumi dengan keras. Kau menghipnotisku dengan kata-kata yang manis dan wajah polosmu.
Oh dear, kau hebat.

"Siapa yang harus disalahkan?"
Dia. Gadis yang..........entahlah. Aku tak bisa mendeskripsikan dirinya karena aku tidak terlalu mengenalnya.
Dia. Gadis yang.......aku tak tahu. Aku tak ingin sembarang mendeskripsikan seseorang yang tidak ku kenal.
Dia. Gadis yang.....menggantikan diriku dihatimu.
Dia. Gadis yang......mengambil mahkotaku lalu memakainya dan duduk bersanding denganmu dikerajaan hatimu.
Oh dear, terima kasih.

"Siapa yang harus disalahkan?"
Tidak ada yang salah disini dan tidak ada yang harus disalahkan disini. Karena cinta datang kepada siapa, dimana saja dan kapan saja. Dan kali ini cinta datang kepadamu saat kau sedang berbahagia denganku.

Setelah kulihat kau bahagia dengannya, kini pertanyaan "Apa yang harus kulakukan?" muncul dipikiranku. Setelah kupikirkan lebih baik ku menyimpan perasaanku. Dan secara perlahan, melupakanmu walau itu takkan mungkin terjadi.


Selamat untuk kalian. Kukirimkan sepaket bunga kebahagiaan untuk kalian berdua :)
Read More
Cinta Datang (Lagi)


Cinta datang menghampiri kehidupanku (lagi) disaat ku benar-benar ingin lepas dari jeratan cinta. Setelah kepergian dia, ku menutup diri untuk cinta yang baru. Aku menutup diri dalam segala hal. Dan akhirnya aku sadar, ternyata aku....takut untuk jatuh cinta. 


Setelah kupikirkan lagi, mungkin lebih tepatnya aku bukan takut untuk jatuh cinta. Tapi aku takut untuk terluka karena cinta. Menurutku itu tidak asing lagi bagi kehidupan kita di dunia ini. Bukankah mereka yang awalnya sudah terluka karna cinta, takut untuk jatuh cinta lagi karena mereka takut untuk terluka lagi. Takut untuk terjatuh. Takut untuk terpuruk. Takut untuk tenggelam dalam kesedihan dan takut dengan semua resiko yang harus diterima karena cinta.

Kupikir aku bisa menutup diri untuk beberapa waktu yang lama. Aku belum siap untuk menghadapi resiko yang harus kuterima saat ku jatuh cinta lagi. Aku pikir aku bisa hidup dalam kesendirian. Hidup dalam kesepian. Aku tak ingin jatuh cinta lagi jika akhirnya hanya sakit yang kudapatkan. Lebih baik ku jalani kesendirianku karena terkadang sendiri itu menyenangkan karena tak ada yang bisa menyakiti kita. 

Ternyata aku salah. Semakin ku mencoba tuk menutup diri dan semakin ku berusaha tuk menyingkirkan perasaan cinta didalam diriku, aku semakin merasa kesepian. Aku mulai bosan dengan kesendirianku. Dan aku menginginkan seseorang yang dapat menemaniku.

Dan saat itu tiba. Saat dimana cinta datang menghampiri kehidupanku. Perasaan itu datang lagi. Bersatu dengan diriku dan membuatku tak bisa lari lagi dari kenyataan. Mungkin, ini saatnya untukku menghadapi kenyataan bahwa tak ada yang bisa lari dari cinta. Semua orang pasti sudah pernah dicintai dan mencintai. Dikhianati dan mengkhianati. Dilukai dan melukai. Ditinggalkan dan meninggalkan.

Saat ku lengah, cinta masuk kedalam diriku tanpa permisi. Dan aku tak bisa melakukan apa-apa. Bukankah cinta akan sangat indah jika kita melewatinya dengan kasih sayang? Dan bukankah cinta akan sangat menyakitkan jika kebohongan mulai terlihat di dalam hubungan itu sendiri? Dan perlahan-lahan, aku mulai bisa menerima cinta yang ada di diriku. Aku mula bahagia karena merasakan cinta yang menurutku benar-benar cinta. Tapi sayang, kebahagiaan itu direnggut secara paksa oleh cinta yang lain. Dan lagi-lagi, aku-tak-bisa-apa-apa selain memandang cintaku pergi menjauh.

Dan disinilah aku. Berdiri ditengah ruang kosong. Entah apa yang harus kupilih. Meninggalkan atau ditinggalkan. Dan entah ada magnet apa yang menarik semua kebahagiaanku dari jeratanku. Sampai pada akhirnya......disaat ku mulai mencintai, mempercayai, setia, menyayangi dan segala hal dalam cinta dengan tulus, cinta itu meninggalkanku. Meninggalkan banyak kenangan yang tak mungkin bisa kuhapus secepat kilat. Tak mungkin aku meninggalkan kenangan itu diruang kosong ini sendirian. Sehingga akhirnya, aku membawa kenangan itu pergi dengan luka yang disayatkan cintaku dihati.

Kenapa aku begitu bodoh. Bukankah sudah terlalu banyak pelajaran yang kudapatkan karena masa lalu. Tapi, mengapa lagi-lagi aku dibodohi oleh cinta. Mengapa cinta bisa menghipnotis setiap orang yang merasakannya? Mengapa tak ada yang bisa menolak kehadiran cinta? Mengapa cinta begitu kejam kepada semua orang yang terbuai olehnya? Mengapa cinta tak mengenal belas kasihan? Cinta bisa menerbangkanmu ke langit tertinggi dan cinta juga bisa menghempaskanmu ke bumi dengan keras.

Tapi...itulah keistimewaan cinta. Tanpa cinta, hidup ini bukanlah seperti hidup. Tanpa cinta, kita tak bisa tumbuh dewasa. Dan setiap orang...membutuhkan cinta dalam hidupnya, walau cinta telah merampas kebahagiaannya berkali-kali tanpa mengenal ampun.
Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena