Kamis, 12 Juli 2012

Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku...tahu.

Aku baru mengenalnya. Tapi rasanya aku sudah mengenalnya sejak lama dan tiba-tiba saja aku sadar, dia telah masuk kedalam hatiku dan mencuri hatiku. Dia telah menjadi bagian yang sangat penting dalam hidupku. Sejujurnya aku belum pernah bertemu dengannya. Bahkan aku belum pernah melihat wajahnya secara langsung walau hanya sekejap. Aku mengenalnya melalui dunia maya dan hubungan kami semakin dekat walau kami belum pernah bertemu.

Aku tak pernah mempermasalahkan pertemuan aku dan dia. Aku sudah sangat bahagia karena aku bisa mendapat kesempatan untuk mengenalnya walau kami belum pernah bertatap muka dan berbicara secara langsung. Menurutku ini adalah bintang keberuntungan bagiku karena tak disangka aku bisa bertemu dengan orang yang baik seperti dirinya.

Sebenarnya kalau diperhatikan, aku dan dia pasti sudah pernah bertemu. Ya...kami pernah bertemu karena kami satu sekolah. Tapi sayang, saat itu pasti kami belum saling mengenal dan acuh dengan keadaan di sekitar. Setelah menunggu....aku bisa bertemu dengannya. Melihat wajahnya walau dari jauh dan aku tahu, dia pasti tak menyadari akan hal itu. Saat itu aku sedang dalam perjalanan berangkat sekolah dan ketika aku melihat keluar jendela, aku melihat dia sedang berdiri di pinggir jalan. Tiba-tiba saja jantungku berdetak dengan cepat dan aku merasa bahagia. Itu adalah pertemuan pertamaku dengannya.

Pertemuan keduaku saat aku masuk ke kantin sekolah. Saat itu kantin sudah sepi karena sebentar lagi akan masuk dan mungkin siswa-siswa yang lain sedang mempersiapkan diri dikelas untuk melanjutkan pelajaran. Saat itu dikantin hanya ada beberapa siswa dan salah satu dari mereka adalah...dia! Dia berdiri dan menatapku saat aku memasuki kantin. Aku tak melihat keadaan sekitar sehingga aku tak menyadari tatapannya itu. Saat aku berbalik untuk membayar makanan dan minuman yang ku ambil, aku terdiam dan menatapnya. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Tersenyum? Ah tidak...jangan. Cuek? Hm...baiklah. Mungkin cuek. Aku melanjutkan langkahku yang sempat terhenti, membayar makanan dan minumanku lalu langsung beranjak pergi dari tempat itu. Aku tak menoleh kepadanya dan aku yakin dia sedang menatapku dengan heran. Saat aku masuk kelas, handphoneku berbunyi. Sms! Dia! Dia mengirim sms kepadaku dan...dia menanyakan sikapku yang cuek tadi dikantin.

Pertemuan ketigaku saat aku dan dia bertemu di suatu tempat dan......kami pergi ke sekolah bersama :')

Dan pertemuan keempat, kelima, keenam dan seterusnya terjadi setiap hari dan aku bahagia. Sangat-sangat bahagia.

Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Terkadang hidup menerbangkanmu ke langit yang tertinggi. Tapi terkadang, hidup juga menghempaskanmu begitu keras ke bumi. Disaat aku menyadari kalau dia adalah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, ternyata kenyataan berbicara lain. Dia adalah satu-satunya orang yang tidak boleh kudapatkan. Mungkin terdengar berlebihan. Tapi percayalah, aku rela melepaskan apa saja dan aku rela melakukan apa saja asal aku bisa selalu bersamanya.

Tapi, apakah manusia bisa merubah kenyataan? Merubah segala hal yang telah terjadi? Yang bisa kulakukan saat ini hanyalah keluar dari hidupnya. Aku tidak akan melupakan dia, tapi aku harus melupakan perasaanku kepadanya. Pasti butuh waktu yang lama sebelum aku bisa menatapnya tanpa harus merasakan apa yang kurasakan setiap kali aku melihatnya. Mungkin suatu hari nanti, jangan tanyakan kapan karena aku tidak tahu kapan, rasa sakit ini akan hilang.

Sekarang...Saat ini saja...Untuk beberapa detik saja...Aku ingin mengatakan "Aku mencintainya"


Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu
I miss you... 

0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena