Rabu, 04 Juli 2012

Sejujurnya... Andai saja...


Sejujurnya...aku tak tahu apa yang aku rasakan saat ini. Marah, senang, sedih, kecewa semua sudah bercampur aduk sehingga semua sudah menjadi satu dan aku tak tahu apa yang kini kurasakan. Sejujurnya...aku tak tahu harus memberi komentar apa saat melihat kau dengannya. Aku tak tahu harus mengatakan apa saat orang-orang bertanya kepadaku apa yang kurasakan saat ini karena kau telah meninggalkanku dan pergi dengannya. Sejujurnya...aku bingung.

Andai saja waktu bisa kuputar kembali, aku ingin memperbaiki semuanya. Memperbaiki kesalahanku kepadamu. Memperbaiki semuanya. Jika aku bisa memutar waktu disaat kita masih menjadi satu, aku pasti akan selalu menjagamu dan takkan pernah membiarkanmu sakit karena sikapku. Aku akan memberikanmu kebahagiaan yang tak bisa dia berikan kepadamu. Aku akan memberikan segalanya, hanya untukmu. Tapi kau tahu dan semua juga tahu, aku hanyalah manusia. Aku takkan bisa memutar waktu sekeras apapun perjuanganku.

Sejujurnya...aku ingin agar kau tahu bagaimana rasanya menjadi diriku! Bagaimana rasanya harus menghadapi semuanya sendirian! Bagaimana harus menata kembali hati yang sudah kau porak porandakan sendirian! Bagaimana harus berjalan ditengah badai tanpa ada yang menopang langkahku. Bagaimana harus menahan airmata yang akan segera jatuh saat melihat kau bersamanya. Sejujurnya...aku sakit!!!

Andai saja kau bisa lebih mengerti dengan perasaanku. Lebih peka dengan perasaanku. Tapi ternyata aku salah. Kaulah yang sebenarnya tak pernah mengerti dengan perasaan orang lain. Kaulah orang yang tak pernah peka dengan keadaan disekitarmu. Kaulah orangnya bukan aku!

Sejujurnya...aku masih sangat mencintaimu. Aku masih menunggumu ditengah gelapnya malam. Aku masih menyimpan perasaan yang sangat mendalam pada dirimu. Sejujurnya...aku masih menunggumu.

Andai saja kau melihat kerapuhanku. Melihat kesakitanku. Melihat luka dihatiku. Melihat kesendirianku. Melihat airmataku jatuh saat melihatmu dengannya. Melihat segala yang ada pada diriku saat kau pergi meninggalkanku. Tapi semua takkan pernah terjadi, karena semua hanyalah "Andai Saja"

Tapi sejak awal kau tahu siapa aku, bukan? Aku adalah seorang gadis yang sering berbohong. Aku sering berbohong tentang segalanya terutama tentang perasaanku. Sejak kulihat kemesraan kalian, ku mulai menutup pintu hatiku. Menyimpan cinta sekaligus luka disudut hatiku. Menyembunyikan segalanya agar kau takkan pernah tahu apa yang kurasakan saat ini. Aku masih mencintaimu. Tapi aku sadar, takkan mungkin kau membalas cintaku karena cintamu kini hanya untuknya. Aku hanya ingin melihat senyummu walau senyum itu tidak kau tujukan untukku. Semua kulakukan demi cintaku kepadamu. Cinta butuh pengorbanan dan sakit yang kurasakan merupakan pengorbananku untuk dirimu. Aku memilih untuk diam dan berdiri dijalanku sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena