Minggu, 08 Juli 2012

Aku dan Kamu: "BERTEMU"


Awalnya tanpa sengaja, takdir menemukan aku dan kamu. Tanpa sengaja pula, aku melupakan setiap kejadian saat aku dan kamu bertemu. Padahal aku ingin sekali menceritakan kepada mereka bagaimana bisa aku bertemu dengan dirimu yang sebelumnya tak pernah terpikirkan olehku bahwa kita akan bertemu. Tanpa sengaja, kamu menjadi teman sesaat ku. Banyak sekali kejadian yang tak disengaja saat aku dan kamu bertemu. Dan aku pun sadar, ini semua bukan karena “tanpa sengaja”. Melainkan ini semua adalah rencana Tuhan untuk aku dan kamu.

Aku dan kamu bertemu disaat…yang menurutku saat yang tepat. Mengapa ku katakan seperti itu? Karena saat aku dan kamu dipertemukan, aku memang sedang membutuhkan seseorang untuk menemani sepiku. Tuhan memang baik. Dia selalu mendengar doaku dan menjawab semua doaku dengan cara mengirim kamu kedalam kehidupanku.

Aku tau, kamu hanya menganggapku sebagai teman dan takkan mungkin menganggapku lebih dari teman. Semua tau, kau mengincar sahabatku dan aku pun tahu akan hal itu. Tapi, apa salah kalau aku diam-diam memberimu harapan? Apa salah jika aku merindukanmu walau kau tak merindukanku? Kau tahu, karena hanya dihatimu aku ingin berhenti (mencintai) dan entah mengapa walaupun kau tak mencintaiku aku selalu bahagia mencintaimu karena mencintaimu di luar pemahamanku dan aku bahagia! 

Perlahan, aku mulai merasakan rindu saat kau tak menyapaku. Rindu ini mengurai segala tentangmu. Kapanpun dan dimanapun, kamu selalu memenuhi pikiran dan hatiku. Seharusnya kamu tahu, kamu adalah baris pertama dari setiap alinea yang didalamnya selalu menyebut kata ‘rindu’ walaupun aku takkan pernah menjadi baris pertama dari setiap alinea yang kau sebut ‘rindu’.

Seiring berjalannya waktu, kau merasuk dijiwa dan tak bisa lepas dari pikiran. Kau menjadi orang terdekat yang selalu ada disaat ku butuhkan. Tapi sayang, aku bukanlah orang terdekat bagimu. Dan akupun lelah. Hanya ada getar lemah yang tersisa. Seterusnya adalah kata-kata tak juga berwujud sapa. Aku akan menerima, jika ini memang rindu tak bersambut nyata.

Kamu. Sedetik menjauh, sedetik mendekat. Pergi, lalu kembali. Ada, lalu tiada. Aku terbangun dari mimpi dan tiba-tiba aku ingin kau ada. Tiba-tiba aku tersadar kalau kau tak disampingku. Pagi yang menyesakkan. Kemarin, kamu begitu mesra dalam dekapan. Tapi kenapa justru kini jauhmu yang kurasakan? Aku beranjak dari tempat tidur dan pergi untuk sarapan. Kamu tahu? Sarapanku pagi ini adalah sepiring memori tentangmu yang tak pernah basi. Aku merindukanmu, boss!

Bagiku kau adalah sebuah kejutan yang selalu menghadirkan getar baru, kapanpun itu!

0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena