Hallo kamu! Apa kabar? Sudah lama aku tidak menulis tentang kamu. Dan malam ini biarkan tanganku menulis dan otakku berpikir apa yang harus ku katakan kepada orang-orang tentang kamu, yang sudah mencuri hatiku dan membuatku terluka untuk yang kedua kalinya.
Sudah lebih dari 2 minggu kita masuk sekolah dan menjalani rutinitas kita sehari-hari sebagai seorang siswa. Awalnya hatiku sempat tersesat di bilik hati seseorang yang dulunya sempat sekelas denganku saat ujian kenaikan kelas. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena dalam beberapa hari aku sudah bisa menemukan jalan keluar dari hatinya dan kembali menyusuri jalan menuju hatimu.
Sudah beberapa hari ini, aku melihat kamu sering lewat didepan kelasku. Awalnya itu hanyalah hal biasa bagiku. Tapi aku mulai merasa aneh dengan pekerjaanmu disekolah. Setiap waktu kamu selalu lewat didepan kelasku. Terkadang kamu lewat dengan teman-temanmu, terkadang pula kamu lewat hanya sendiri. Terkadang kamu mampir ke kelasku dan menyampaikan pengumuman, terkadang pula kamu hanya lewat begitu saja tanpa menyadari tatapan yang tak bisa lepas dari bayangmu.
Bayangmu yang selalu lewat didepan mataku tiba-tiba merasuk dijiwa. Sesuatu yang kusangka telah lama tenggelam, kini seperti kembali muncul ke permukaan. Seseorang yang sudah kulupakan, kini kembali ke dalam hidupku dan membuat hatiku bergetar hebat. Setiap melihat kamu lewat didepan kelasku dan mendengar suaramu saat kau menyampaikan pengumuman didepan kelasku, aku menyadari ada senyum yang hadir diwajahku. Aku pun sadar, ternyata aku telah jatuh cinta kepadamu (lagi)...sosok yang paling indah yang pernah tertangkap mata.
Aku tahu, degup yang kurasakan setiap melihat wajahmu hanya kurasakan oleh diriku saja. Ku yakin, kamu tak pernah merasakan degup yang sama denganku. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku lebih memilih menikmati degup yang saat ini kurasakan tanpa tahu kapan degup ini akan terbalas.
Aku pikir, mungkin aku dan kamu sama seperti dengan kisah hujan dan teduh. Karena mereka (aku dan kamu) ditakdirkan bertemu, tapi tidak bisa bersama.
Terkadang aku berpikir, apa yang harus kulakukan agar kamu bisa melihatku lagi seperti dulu, menganggap aku ada dan menyadari degup yang kurasakan. Apakah kamu bisa melupakan seseorang yang kini ada dihatimu dan kembali padaku? Melihatku lagi? Kini aku sudah kembali. Apakah kamu juga akan kembali kepadaku?
Hanya lewat mimpi aku bisa bersamamu. Bersanding dengan salah satu orang ter-sibuk disekolah, begitulah aku menganggapmu kini; orang ter-sibuk disekolah. Tapi mimpi tidak akan bertahan lama. Aku boleh saja hidup dalam mimpi, tetapi cepat atau lambat kenyataan akan mendesak masuk dan saat kenyataan mendesak masuk, aku harus bisa menghadapinya bahwa aku dan kamu takkan bisa bersama seperti dulu. Dan saat ini kenyataan sudah mendesak masuk dan aku pelan-pelan mulai menerimanya. Terbangun dari mimpi indah bersamamu dan dihadapkan pada kenyataan, rasanya begitu menyakitkan.
Memikirkan semua yang sudah aku dan kamu alami dulu membuat dadaku sesak. Aku sadari aku mencintai kamu lagi dan itu hanya akan memperburuk keadaan. Kini aku sudah memutuskan untuk melupakan perasaanku, mengubur dalam-dalam perasaanku kepadamu. Dengan begitu, sakit hati yang kurasakan kini pelan-pelan mulai memudar.
Kini yang bisa aku lakukan hanyalah berpura-pura tuli saat orang lain menyebut namamu dan berpura-pura bisu saat orang lain menanyakan keadaan dirimu kepadaku.
Aku rindu kebahagian yang kau berikan kepadaku dulu
I miss you, my "Frozen Cappucino"

0 komentar:
Posting Komentar