Sudah lama kita tak bertemu dan saling menatap sehingga aku lupa, kapan terakhir kalinya aku dan kamu bertemu dan saling menatap. Hari ini, kita bertemu lagi didepan kelasku. Kau tahu? Aku bahagia karena aku masih mendapatkan kesempatan untuk menatapmu dari balik kaca jendela kelasku dan kau juga harus tahu bahwa aku masih menunggumu dari balik kaca jendela kelasku.
Saat kau lewat, mataku tak bisa lepas dari dirimu hingga kau menghilang. Entah mengapa, aku selalu melihat keluar kelas dan menunggu kehadiranmu walau terkadang penantianku berujung sia-sia. Sudah lama kau dan aku tak saling memberi kabar. Aku sadar, ternyata aku tak bisa tanpamu dan sampai saat ini aku tak bisa melupakanmu.
Andai saja waktu bisa ku putar kembali, dimana aku dan kamu masih menjadi kita, dimana kata rindu selalu kita lontarkan setiap hari, dan dimana kita saling mengucapkan kata cinta tanpa bosan. Tapi semua sudah berlalu dan aku hanya bisa menyesali apa yang sudah kulakukan dulu kepadamu. Mencampakkanmu dan pergi dengan cinta yang lain. Betapa bodohnya aku saat itu karena tergoda dengan cinta yang tak pasti dan meninggalkan kamu yang jelas-jelas adalah cinta sejatiku.
Kini semua berubah. Dirimu-perasaanmu-perhatianmu-kasih sayangmu-semuanya. Tak kusangka kita harus menutup buku dan berdiri dijalan masing-masing. Tak kusangka, kini aku menjalani hari-hariku tanpa kamu disisiku dan tak kusangka, cintamu yang dulunya hanya kau berikan kepadaku, kini telah kau berikan kepada gadis lain yang (mungkin) lebih dariku.
Ku akui ku merindukanmu meski ternyata kau tak pernah merindukanku. Tapi apa yang harus kulakukan? Kini aku hanyalah pemuja rahasiamu yang selalu mengagumimu dari kejauhan. Aku bukan lagi ratu dihatimu. Apalagi yang harus ku lakukan selain memandang dan memujamu dari kejauhan? Katakan padaku apa yang bisa ku lakukan agar kau menempatkan aku lagi di kerajaan hatimu! Andai saja kau merindukanku dan kau mengatakannya kepadaku, aku pasti akan segera berlari ke arahmu dan memelukmu.
Hhh...Kini mata yang indah itu yang dulunya milikku, terasa jauh. Kau menjauh...menjauh...menjauh. Kau tak pernah tahu betapa hancur dan sakitnya hati ini melihat kepergianmu tanpa tahu apa yang harus ku lakukan. Aku tahu semua pasti akan berakhir, termasuk cerita cinta kita berdua. Tapi andai kau tahu, aku tak rela melepaskan dirimu dan sampai saat ini aku belum bisa melupakanmu walau hanya sesaat.
Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu
I miss you, my "frozen cappucino"

0 komentar:
Posting Komentar