Sabtu, 28 Desember 2013

Berhenti. Lupakan. Kembali

Kau datang di saat yang tidak tepat.
Cintamu tlah dimiliki, cintaku tlah dimiliki.
Tapi keinginan untuk saling memiliki telah membutakan kita.
Kebahagiaan kita telah membuat orang lain terluka.
Karena rasa itu; rasa yang datang tanpa mengetuk pintu hati, kita telah membuat orang lain menitikkan airmata.
Rasanya tidak adil jika kita bahagia dan orang lain terluka.
Maka dari itu, mari kita akhiri semuanya.
Akhiri saat ini juga.
Lupakan...
Percayalah, antara kau dan aku tak pernah terjadi apa-apa.
Aku akan kembali padanya.
Dan kau... kembalilah padanya.
Dia sedang menunggumu.
Menunggumu untuk mengatakan kalau kau sudah kembali dan takkan pergi lagi.
Kau...
Berbahagialah bersamanya.
Dia yang pertama mendapatkan hatimu.
Karena yang pertama, takkan pernah terlupakan.



K.
Read More

Senin, 07 Oktober 2013

King

King, aku ingin cerita.

Hari ini, dia menyakitiku dengan sikapnya. Dia berubah. Aku memutuskan untuk pergi karena dia yang membuat aku pergi. King, ternyata dia tak sama dengan dirimu. Dia berbeda. Setelah aku perhatikan, hanya ada 1 kesamaan antara kau dan dia. Kalian berdua sama-sama mengumbar janji yang sama; janji tidak akan menyakitiku.

King, kenapa harus dia yang kau kirim untuk menggantikanmu? Apa tak ada orang lain yang pantas berada disisiku selain dia? Terkadang ada sesal dihatiku saat aku mengingat hari dimana aku menerima dia untuk menggantikan posisimu. Tapi terkadang, ada bahagia yang aku rasakan ketika dia berperan penting dalam kehidupanku setelah kau pergi.

King, hari ini little prince yang kau kirim menyakiti hatiku. Dia membuat aku merindukanmu setelah sekian lama aku tak merindukanmu. King, jika kau ada disini, apa yang akan kau lakukan saat kau tahu dia menyakitiku? Apa kau akan marah? Atau mungkin, apa kau hanya diam seperti saat kau berencana untuk meninggalkanku?
Read More

Kamis, 05 September 2013

"Aku ingin kau merindukan aku. Mencintai aku. Selama-lamanya. Apa susahnya mengatakan kau mencintai aku? Apakah itu akan membuatmu mati?"


HEART QUAY
Read More

Minggu, 01 September 2013

Selamat Tanggal 2

Hari ini mengingatkan aku padamu; semuanya. 2 tahun lalu, tepat hari ini kau dan aku saling berbagi cerita. Saling menceritakan apa yang kita rasakan. Tapi tidak dengan hari ini. Hari ini aku berbagi cerita hanya dengan diriku sendiri. Menceritakan segalanya dan menuangkan segalanya dalam tulisan. Hari ini aku datang terlalu awal. Mengingatkankan aku saat kau dan aku datang sangat awal setiap hari. Lalu, tadi aku melihat sesuatu yang dulu pernah kau pinjamkan padaku. Mengingatkan aku saat benda itu menyala menyinari kamarku saat aku membuka mata. 


SELAMAT TANGGAL 2 SEPTEMBER. AKHIR-AKHIR INI KAMU MENJADI PUSAT PERHATIANKU. Aku rindu...
Read More

Tiba-Tiba Aku Rindu

Tak sengaja aku menemukan satu dari sekian banyak benda peninggalanmu. Benda itu ada disana. Berdiam diri menunggu aku untuk menghampirinya. Tak kusangka aku mendekati benda itu. Mendekat, semakin dekat. Aku menyentuhnya, mengambilnya dan membukanya. Dadaku terasa sesak, mataku terasa panas saat namamu masih ada disana. Tiba-tiba, kenangan kamu-aku dulu memaksa untuk masuk ke dalam pikiranku. Memaksa aku untuk mengingat masa lalu. Mengingat hari dimana kita bertemu diam-diam dan kamu memberikan benda ini. Mengingat kenangan 2 tahun lalu; 11 April 2011.

Entah ini hanya kebetulan atau memang sudah direncanakan. Semalam, aku memimpikanmu. Semalam tiba-tiba saja aku merindukanmu. Dan malam ini, tiba-tiba aku melihat benda ini. Tiba-tiba saja otakku dikuasai olehmu.

Aku sudah melupakanmu. Jauh sebelum kamu benar-benar pergi, aku sudah melupakan semuanya. Tapi entah mengapa hari ini semuanya kembali. Semuanya memaksa aku untuk mengingatmu lagi. Ini bukan tentang dia. Bukan tentang dia yang selalu aku banggakan di hadapan pacarku atau sahabatku. Ini tentang kamu. Tentang kamu yang sering aku jatuhkan. Tentang kamu yang diam-diam aku rindukan keberadaannya.

Dadaku masih terasa sesak. Melihat namamu membuat pikiranku menjadi tak karuan. Di pikiranku hanya ada kamu. Aku tahu aku tak bisa seperti ini. Tapi, apa yang bisa aku lakukan saat rindu itu memenuhi hatiku?



yizzie.
Read More

Kamis, 29 Agustus 2013

...

Jadi, kau anggap apa kedekatan kita selama ini? Apa selama ini aku hanya seorang teman bagimu? Apa kau tak pernah berpikir untuk menjalin hubungan yang lebih serius denganku? Apa aku hanya sebatas tempat persinggahan di matamu?

124 hari hubungan kita sulit untuk dijelaskan.  Aku tak bisa menjelaskan apa yang terjadi, begitupun dengan dirimu. Kau menciptakan hubungan yang rumit ini. Setiap hari hubungan kita semakin rumit. Banyak yang bertanya tentang hubungan ini tapi diam yang selalu mereka dapatkan sebagai jawaban. Aku tak dapat menjawab karena pertanyaanku tentang hubungan ini belum mendapatkan jawaban darimu, "siapa aku di matamu?"

Kau bilang sayang dan tak ingin aku berpaling, tapi kau tak mau memperjelas hubungan ini. Kau bilang rindu, tapi saat bertemu kau selalu menghindar. Kau tak ingin aku menangis, tapi kaulah alasan aku menangis. Kau tak ingin aku meninggalkanmu, tapi kau tak mau menahanku. Tapi disaat semuanya sudah aku lakukan, kau pergi meninggalkanku. Kau egois.

Setelah kepergianmu, terkadang aku merindukanmu. Merindukan janji-janjimu. Merindukan kebohonganmu. Aku rindu dengan panggilan sayang yang kau berikan kepadaku walau sebenarnya bukan aku yang kau sayang. Aku juga merindukan kedekatan kita. Walau kedekatan ada di antara kita, tapi belum tentu status ada di antara kita.

Ah aku lupa, kau meninggalkan aku dengan tanda tanya. Kau meninggalkan aku dengan pertanyaan yang tak kunjung mendapatkan jawaban. Dan kau tahu? Aku masih menunggu jawaban itu.
Read More

Sabtu, 10 Agustus 2013

Aku Mencintai Dalam Kebohongan

Aku salah, tapi aku juga tak bisa ungkapkan. Aku harus bagaimana? Ini akan semakin menyakitimu. Seharusnya aku bisa memilih, tapi ini sulit, tak semudah seperti yang orang fikirkan.  Mereka hanya berkata, tak bertindak dan merasakan seperti aku.

Maafkan aku, tapi aku sudah lelah bersandiwara, berpura pura seakan aku mencintaimu. Saat aku terdiam dalam sunyi memikirkan apakah aku benar mencintaimu? Apa bisa aku mencintaimu yang dalam kata baru ku kenali kemarin? Tidak bisa. Karna aku tak mudah mencintai.

Perasaanku hanyalah seambang batas kenyamanan dengan seorang kakak. Kenapa aku terlalu bodoh membohongimu demi kebahagiaanmu? Sedangkan aku disini tertekan, menyalahkan diriku sendiri yang tak bisa jujur pada hati sendiri.

Aku sakit jika terus menerus mebohongimu, terus-menerus memberikan senyuman kebohongan. Terus-menerus menyakitimu, terus-menerus mengatakan cinta yang mana semuanya hanya kebohongan. Aku bimbang harus bagaimana, kata sayang telah terucap. Bagaimana bisa aku keluar dari ruang lingkup ini dengan gembok seperti itu? Dimana aku harus mencari kuncinya? Aku tau kau menyayangiku tapi apa kau mau hubungan ini terus berada dalam kebohongan ?

Aku lelah. Aku ingin bebas. Tapi haruskah aku berkata sejujurnya? Bahwa selama ini aku tak merasakan apapun padamu? Oh Tuhan, ini akan sangat menyakitinya. Disisi lain pun, mana mungkin terus jalani cinta begini. Maafkan aku, tapi aku ingin semuanya selesai. It's over, let's break up.

Read More
Kau bilang cinta tapi nyatanya tak ada tempat untukku dihatimu. Kau bilang rindu tapi nyatanya bukan aku yang kau rindukan. Ada dia dibalik kata cinta yang kau ucapkan. Dan ada dia disetiap rindu yang kau rasakan. 
Read More

Jumat, 09 Agustus 2013

I guess I'm just a fool. I keep holding on to you. I told you once you were the one. I will hurts to see you go. This time you should know that I won't try to stop you. Dont you forget about me, baby. Dont you forget about me now. Someday, you'll turn around and ask me, why did I let you go. I know that you dont wanna break my heart. I can see that you're afraid. But baby its too late cause I'm already dying.





-Enrique Iglesias
Read More

Maafkan Aku

Ketika rasa itu hilang, apa yang dapat aku lakukan untuk mengembalikan rasa itu? Ketika getaran itu hilang saat aku menyentuhmu, apa yang harus aku lakukan? Ketika bahagia itu hilang, apa yang bisa aku lakukan? Tak ada.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setiap awal memiliki akhir. Dan di setiap ada kata kita pasti ada perpisahan. Semuanya memiliki tujuan dan akhir. Berakhir bahagia atau sedih. Atau mungkin, sampai hingga tujuan atau hanya akan berhenti di tengah perjalanan.

Kau mugkin berpikir aku hanya main-main saat aku memutuskan untuk pergi. Kau mungkin berpikir kau dan aku akan kembali menjadi kita saat kau meminta maaf atas segala kesalahan yang telah kau perbuat. Tapi sayang sekali, apa yang kau pikirkan belum tentu menjadi kenyataan. Sampai hari ini, tak ada sedikitpun pikiran untuk kembali. Aku terlalu lelah untuk melanjutkan kisah yang tak pernah menemukan akhir. Selama ini kau dan aku hanya bermain-main. Selama ini kau dan aku hanya berlari dalam lingkaran. Dan selama ini kau dan aku terjebak dalam labirin yang membingungkan.

Maafkan aku yang kini berubah. Maafkan aku yang selalu berjanji takkan meninggalkanmu. Maafkan aku yang sering melontarkan kata cinta dengan cuma-cuma. Maafkan aku yang ternyata sama saja seperti mantanmu. Maafkan aku yang tak bisa menepati janji. Maafkan aku yang kini tak setia padamu. Maafkan aku.
Read More

Minggu, 28 Juli 2013

Terwujud Nyata



Ada yang sempat memberi rasa, juga sedikit harapan kepada seseorang yang diam-diam memiliki perasaan padanya. Tapi, rasa yang diberi olehnya belum jelas kenyataannya, hanya samar-samar.

Ketika semua tanda yang diberikan nyaris pasti, yang tersisa hanyalah keberanian hati untuk mengeksekusi, sayangnya dia masih meminta waktu untuk menunggunya.

Mungkin tak ada aku di dasar hatimu. Tak pernah ada. Mungkin hal itu yang membuatmu sulit untuk memulai.

Kau memintaku untuk bersabar, meskipun aku tak tahu bersabar untuk apa yang kau maksud. Sampai detik ini pun aku masih menanam harapan jauh di dalam hatiku untuk menantimu, meskipun ada beberapa hal yang membuat kesabaranku perlahan ingin aku abaikan. 

Sepertinya, kau telah jatuh cinta kepada seseorang yang bukan aku. Semua perasaan yang selama ini kita simpan tak ada lagi di tempat yang seharusnya. Mungkin telah diabaikan… dan dilupakan.


Kata demi kata yang pernah ada diantara kita secara langsung dan diam-diam seperti menggambarkan sebuah kemungkinan untuk bersama, mengadakan penantian yang kemudian tak seharusnya dinanti. Karena yang dinanti sekarang telah semu, nyaris lenyap, tak memberikan tanda jika akan datang atau tidak.


Sekarang, apa yang semu telah terwujud nyata.
Ternyata lenyap.
Dan kebahagiaan darimu tidak tertuju untukku.
Selamat tinggal, kamu.
Semoga bahagia.
Read More

Minggu, 14 Juli 2013

Aku (Masih) Rindu

Sayang, apa kabar kau? Apa kau baik-baik saja? Apa kau masih tidur larut malam dan bangun saat adzan subuh berkumandang? Maafkan aku sayang. Beberapa bulan belakangan ini aku melupakan kau. Aku menyisihkan kau dari ingatan dan hatiku.

Sayang, aku masih sama seperti dulu. Masih sering tidur larut malam dan bangun telat. Aku masih sama seperti dulu, masih sering makan mie instan. Aku masih sama seperti dulu, makan makanan pedas sampai menangis. Aku masih sama seperti dulu, merindukan kau.

Sayang, aku rindu. Aku rindu tersenyum saat membaca pesan singkatmu saat aku membuka mata. Aku rindu melihat ekspresi gemas, ekspresi bahagia, ekspresi marah dan ekspresi cemburu yang susah payah kau sembunyikan tapi bisa aku lihat dengan jelas. Aku rindu berbincang-bincang denganmu. Rindu berbagi kebahagiaan dan kesedihan bersamamu. Rindu dengan gombalan-gombalanmu. Rindu dengan janjimu. Dan rindu dengan suaramu.

Sayang, begitu banyak yang ingin aku ceritakan kepadamu. Tentang aku yang sekarang sudah beranjak dewasa, tentang aku yang bingung memilih jurusan apa saat aku akan lulus nanti, tentang aku yang menjadi panitia di kegiatan rohis, tentang aku yang tak bisa tidur semalaman walaupun sudah aku paksakan untuk tidur dan tentang dia yang kini berada di posisimu dulu. Aku ingin menceritakan semuanya, segalanya. Aku ingin menceritakan apa yang kini tidak bisa kau lihat.

Sayang, entah apa kau membaca setiap tulisan yang aku tulis untukmu atau tidak. Entah apa kau merasa tulisan-tulisan ini untukmu atau bukan. Yang pasti, setiap aku menulis, aku selalu teringat kau, berharap kau membacanya dan berharap ada balasan rindu untukku.
Read More

Sabtu, 13 Juli 2013

I Trust You

Aku takut... Aku takut menatap matamu dan bertanya "cintakah kamu kepadaku"? Aku takut ketika melihat kesana dan aku bisa melihat sesuatu yang tidak bisa aku terima. Aku, kamu dan semua cerita ini hanya karanganmu saja.

Inikah yang kamu inginkan? Inikah yang kamu tulis di buku harianmu itu? Inikah cerita yang ingin kamu ceritakan kepada semua orang? Cerita konyol seorang gadis yang mencintaimu dan kamu melemparnya begitu saja?

Jangan... Jangan... Jangan pernah itu terjadi, aku mohon...
Aku percaya kepadamu, aku percaya dengan semua ucapanmu, aku percaya dengan semua gerak-gerikmu, aku percaya dengan omongan-omonganmu kepada orang lain dan dan aku percaya dengan kata "I Love You"  yang selalu kamu katakan.

Aku percaya kamu, karena aku mencintaimu...
Read More

Kamis, 11 Juli 2013

12 Juli 2013; Surprise!!!

00.00
12 Juli 2013

Daaann.............................SURRRRRPPPRIIISSEEEEEEE!!!!!!!
4 hari sudah cukup untuk kita saling mengoreksi diri. Sudah cukup untuk saling merindu. Sudah cukup untuk kita saling menangisi kepergian. Dan sudah cukup untuk saling memendam perasaan.

Aku memberi kejutan untukmu dengan memberi jawaban yang sejak kemarin kau tunggu. Jawaban yang seharusnya aku katakan hari Senin nanti, telah aku katakan hari ini. Aku tak menyangka kau bisa sebahagia ini mendengar jawaban yang aku berikan. Aku tak menyangka, sebesar itu perasaanmu sehingga sejak tadi kau terus menghujani handphoneku dengan pesan-pesan darimu.

Aku bahagia melihatmu sebahagia ini. Ternyata perasaanmu padaku masih sama, begitu pula dengan perasaanku padamu.
Read More

Selasa, 09 Juli 2013

10Juli 2013; Aku Menangis

Aku menangis. Entah untuk apa aku menangis. Apakah aku menangisimu atau aku menangisi diriku? Yang aku ingat, airmataku pernah jatuh karena hal yang sama, hari yang sama, jam yang sama tapi untuk orang yang berbeda.

Pertama, aku menangisimu. Aku menangisi janji kita. Janji yang kita ucapkan, janji yang kau ucapkan saat kau memelukku malam itu, janji yang aku ucapkan di sela-sela pembicaraan kita. Janji kita yang takkan pernah kita tepati. Janji yang hanya akan menjadi sebuah janji tanpa ada pembuktian nyata. Janji yang hanya bisa kita ucapkan beribu-ribu kali tapi akhirnya tak pernah kita buktikan dengan tindakan.

Lalu yang kedua, aku masih menangisimu. Menangisi kenangan kita. Kenangan yang susah payah kita ciptakan, akhirnya hanya akan menjadi kenangan hitam putih tanpa warna. Kenangan yang hanya akan menjadi foto lama saat kita sudah menemukan jalan hidup masing-masing. Kenangan yang dulu sering kita putar kembali dalam memori ingatan kita, akhirnya akan kita lupakan dan kita buang begitu saja.

Dan yang ketiga, aku menangisi diriku sendiri. Menangisi diriku yang masih saja menyimpan hati yang luka untukmu, menyimpan cinta yang besar untukmu dan menyimpan harapan untukmu. Sudah jelas terlihat tak ada 'kamu yang mencintaiku' dalam dirimu yang sekarang tapi aku masih saja menyimpan harapan untukmu. Aku masih saja menunggu kabarmu walaupun aku tahu takkan ada kabar darimu untukku hari ini. Aku masih saja menunggu kau bilang sayang padahal aku tahu kata sayang kini kau ucapkan untuk dirinya; kekasihmu yang baru.

Aku menangis. Entah untuk apa aku menangis. Airmataku tak punya kekuatan untuk membuatmu kembali padaku tapi airmataku memiliki kekuatan untuk mengahpus luka di hatiku walau hanya sedikit.



10 Juli 2013; hari pertama aku tanpa kamu.
Selamat berpuasa, semoga puasamu hari ini lancar.

Read More

Minggu, 07 Juli 2013

My Perfect Sunset

Tak pernah aku bermimpi akan bertemu denganmu dengan cara seperti ini. Bagiku, dirimu bukanlah sosok yang kuharapkan untuk datang. Menghampiri, lalu menawarkanku sejuta harapan, mengajakku tidak bosan tertawa dan setia menjadi sandaran sendu sedan tangisku.

Namun, di ujung sana, sosok yang sempurna menungguku dengan sabar. Menantiku merengkuhnya dengan beribu rasa rindu, memohonku dengan tulus untuk membuka pintu hati dan mengharap sapaan "sayang" kembali terucap dari bibirku.

Hatiku tak kuasa memilih, haruskah aku melupakanmu. Sekalipun kau yang mampu menyunggingkan senyum di wajahku, sekalipun kau yang menghapus air mata dari kedua pipiku dan sekalipun kau yang mampu mewarnai hidupku.




My perfect sunset...
Read More

Minggu, 16 Juni 2013

Kita Bukan Mereka

Aku tak tahu bagaimana menghadapi kenyataan ini. Ternyata mencintaimu begitu sulit. Banyak rintangan yang harus bisa aku lewati tanpa melukai hubungan kita. Aku tak menyangka hubungan kita akan serumit ini. Soal matematika yang paling rumit pun masih bisa aku selesaikan...

Satu jam otakku bekerja. Memutar kembali rekaman kenangan yang kita ciptakan dulu. Sempat terbesit di pikiranku untuk meninggalkam kamu agar kamu bahagia. Tapi setelah aku pikir-pikir kembali, bahagiamu ada padaku dan kamu akan bahagia bila ada aku disampingmu.

Lalu ku kuatkan hatiku untuk mencintaimu. Ku eratkan genggamanku untuk menggenggam hatimu. Takkan kubiarkan kamu menjauh dan takkan kubiarkan mereka memisahkan kamu dari pelukanku. Karena hubungan ini dibangun oleh kita, dijalani oleh kita dan akan diakhiri oleh kita  juga.

Read More

Kamis, 13 Juni 2013

Kemarin kamu terasa begitu nyata. Duduk disampingku, menggenggam erat tanganku dan menceritakan banyak kisah yang belum pernah aku dengar sebelumnya dan bersamamu aku bisa tertawa melupakan apa yang sedang terjadi.

Lalu hari ini kamu hilang. Hari ini kamu menjadi sesuatu yang tak terjangkau pandanganku. Hari ini aku tak dapat menggenggam tanganmu seperti kemarin. Hari ini kamu jauh...jauh dariku.

Aku tak mencari tahu keberadaanmu hari ini. Aku membiarkan kamu terbang bebas menjelajahi setiap sudut kota ini bersama teman-temanmu. Aku tak ingin mengganggu waktu bahagiamu bersama mereka. Aku tak ingin menjadikanmu tahanan dalam hubungan ini. Aku hanya ingin membuatmu merasakan kebebasan karena aku tak ingin membuatmu bosan.

Dan hey...
Apa yang sedang kamu lakukan? Apa kamu sedang bersenang-senang?
Aku rindu kamu. Aku rindu percakapan kita. Entah apa yang harus aku lakukan. Yang aku tahu, aku sedang menunggu kamu; menunggu kamu menyapaku...



Kabari aku jika kamu sudah selesai dengan teman-temanmu karena aku disini; menunggumu untuk menyapaku.
Read More

Minggu, 09 Juni 2013

Untuk Kamu yang (Masih) Aku Rindukan

Hari ini, kamu hadir diotakku (lagi). Saat ini, kamu sedang menari dan bernyanyi dipikiranku (lagi). Sekarang, kamu sedang membisikkan janji-janji yang pernah kamu ucapkan padaku dulu. Dan kehadiranmu dipikiranku (lagi-lagi) tak bisa aku tolak.

Kedatanganmu dipikiranku disambut dengan senyum di wajahku. Walaupun kehadiranmu membangkitkan luka lama, tapi entah mengapa aku masih bisa tersenyum membayangkan kamu sedang menari-nari dipikiranku. Ternyata, dengan luka yang kamu torehkan dihatiku dulu masih bisa membuat aku tersenyum tulus padamu.

Kamu tahu? Kamu masih berada disana; disudut hatiku. Entah sudah berapa banyak cara yang aku lakukan untuk mengusir kamu dari hatiku tapi aku selalu gagal. Dan entah apa yang terjadi padaku sehingga aku masih saja mau mengizinkan pikiranku diisi olehmu. Entah aku bodoh atau polos, aku masih saja tersenyum saat memikirkan kamu. Aku tak pernah menolak kehadiranmu dipikiranku bahkan aku selalu larut dalam kenangan masa lalu saat aku mengingat kamu.




Dengan semua luka yang kamu beri padaku, aku masih mau merindukan kamu; merindukan kamu yang seharusnya tidak boleh aku rindukan.
Read More

Kamis, 06 Juni 2013

Aku Terbiasa dengan Kamu yang Dulu

Yang aku tahu, kamu adalah seseorang yang sama dengan seseorang yang dulu pernah meninggalkanku. Kamu tak pernah menunjukkan kalau kamu sedang marah. Kamu selalu mengutamakan aku. Sosok seperti itulah yang aku cintai. Sosok seperti itulah yang aku idam-idamkan. Sosok seperti itulah yang aku banggakan.

Hari ini, aku mengenal kamu bukan lagi seperti kamu yang dulu. Entah ini hanya perasaanku saja atau memang kamu berubah. Akhir-akhir ini, kamu lebih sering menunjukkan ekspresi marahmu ketimbang ekspresi bahagiamu. Kamu lebih sering hidup di duniamu dan lebih sering mementingkan dirimu dibanding aku. Dan mau tak mau, terima tak terima, sosok seperti itulah yang aku benci. Sosok seperti itulah yang aku jauhi.

Mungkin kamu merasa aku egois. Tapi inilah aku. Aku terbiasa berbagi kebahagiaan dengan kamu yang dulu bukan kamu yang sekarang. Aku terbiasa hidup dengan ekspresi bahagiamu bukan dengan ekspresi marahmu. Aku tak pernah menyangka kamu bisa berubah seperti ini. Aku tak menyangka kamu berjalan ke arah yang salah. Apa aku terlalu sibuk dengan diriku hingga aku tak menyadari kamu tak lagi menjadi kamu yang dulu?

Aku tahu kamu masih mencintaiku. Tapi bukan itu yang aku inginkan saat ini. Yang aku inginkan, kamu kembali menjadi kamu yang dulu karena aku tak terbiasa hidup dan bebagi kebahagiaan dengan kamu yang sekarang...
Read More

Kamis, 02 Mei 2013

Ketika bosan menghampiriku, aku ingin kau yang selalu memintaku untuk tetap bertahan.
Ketika aku ingin mengakhiri hubungan ini, aku ingin kau membujukku agar tetap mempertahankan hubungan ini.
Ketika aku mulai menatap pria lain, aku ingin kau yang akan menghalangi pandanganku dan membuat aku hanya menatap pada satu titik; kamu.
Ketika kata sayang tak berarti lagi untukku, aku ingin kau membuat aku sadar bahwa kata sayang yang berasal darimu sangatlah berarti...



kii.
Read More

Senin, 29 April 2013

Tak Berdarah tapi Kok Sakit

Pertahananku hancur. Kekuatanku hilang. Harapanku hancur. Penantianku sia-sia...

Layaknya jatuh dari sepeda saat aku kecil, rasanya perih. Layaknya mangsa yang dicabik-cabik harimau, rasanya sakit. Layaknya cinta yang tak berbalas, rasanya pilu. Dan layaknya aku yang kini diabaikan, rasanya kini aku tak penting lagi di matamu.

Hari ini aku melihat sesuatu yang tak ingin aku lihat sejak awal. Pertahanan yang selama ini aku bangun seketika hancur. Kekuatanku hilang bersama pertahananku yang hancur begitu pula harapanku untukmu. Harapanku menjadi sia-sia. Dan penantianku......






Kau tahu apa yang aku rasakan?
"Tak berdarah tapi kok sakit..."
Itu yang kini kurasakan...


Read More

Senin, 22 April 2013

Maafkan Aku

Aku tahu, cintamu padaku kini telah berkurang. Setiap hari semakin berkurang. Memang, akulah orang yang menyebabkan cintamu padaku berkurang. Akulah orang yang telah mematahkan hatimu. Akulah orang yang membuat tidurmu tak nyenyak beberapa hari ini.  Akulah orang yang membuatmu berpikir apakah aku pantas mendapatkan cintamu.

Entah apa yang aku pikirkan saat kata-kata itu keluar dari mulutku. Tanpa pertimbangan. Tanpa pemikiran yang panjang. Tanpa diskusi. Semuanya terjadi begitu saja. Semua mengalir begiu saja. Semua berhenti disini dalam hitungan detik dan saat itu juga hidupmu dan hidupku berubah. Kau dan aku tak lagi menjadi kita. Kau dan aku tak lagi menjadi satu.

Mungkin aku adalah orang yang bodoh. Sangat sangat bodoh karena telah melepaskanmu begitu saja. Melepaskanmu tanpa alasan yang pasti. Melepaskanmu demi sesuatu yang tak jelas keberadaannya. Aku bodoh, karena telah membiarkanmu berjalan sendiri tanpa menggenggam tanganku.

Kini, aku benar-benar mencintaimu. Aku benar-benar membutuhkanmu walau sejujurnya aku masih ragu dengan perasaanku. Tapi kini, aku minta kepadamu agar kamu berusaha membuatku yakin dengan perasaan ini. Aku butuh kamu untuk meyakinkan perasaanku.

Tapi mungkin cinta yang kau miliki takkan bertahan lama. Kini yang aku lakukan adalah menunggu. Menunggu saat dimana cinta yang kau miliki akan berkurang hingga akhirnya habis ditelan waktu.




"Aku mohon maafkan aku. Aku mohon bertahan. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mohon...cintai aku seperti saat pertama kau menyatakan cintamu padaku."
Read More

Minggu, 21 April 2013

Selesai.


Aku sakit, aku terluka.
Aku lelah, bosan, dan tak sanggup menjalani hubungan ini lagi,
tetapi aku tetap bertahan meskipun aku diperlakukan seperti teman biasa.
Aku selalu sabar menghadapi semua kelakuanmu.
Kau yang selalu datang hanya disaat kau butuh.
Kau yang datang hanya disaat kau haus akan aku.

Aku tak menyangka semua yang ku perjuangkan begitu lama bisa berakhir dalam beberapa menit saja.
Padahal sebelumnya aku sudah memikirkan untuk melakukan hal yang sama,
tetapi sayangnya, ada yang berkata kalau sebaiknya aku tidak melakukannya.
Katanya, kau masih merasakan hal yang sama untukku.
Katanya, kau masih senang bisa memiliki waktu bersama denganku.
Katanya, kau tak bosan.
Hanya saja, kau merasa perasaanku lebih besar dari perasaan yang kau miliki.

Dan pada saat itu juga, aku kembali meyakinkan diri bahwa hubungan kita masih pantas diperjuangkan.
Aku kembali mengingat semua janji-janji kita,
semua kata-kata yang kau katakan padaku,
semua hal yang pernah terjadi diantara kita,
semua hal yang kau lakukan untukku.
Melindungiku, membutuhkanku..
Keinginan untuk mengakhiri segalanya pun hilang.

Dan pada saat aku sudah begitu yakin semua akan membaik, kau kembali datang.
Menyampaikan hal yang menghancurkan segala harapanku, segala keyakinanku atas hubungan kita.

Dimana janji yang kau ucap dulu?
Tak akan membiarkanku pergi? 
Tak akan berpaling? 
Akan selalu ada untukku?

Apa yang membuatmu berubah pikiran, bahkan lupa akan semua hal itu?

Aku sulit menerima kenyataan bahwa sekarang semuanya tak lagi sama.
Aku berharap semua ini hanyalah mimpi.
Mungkin memang hanya mimpi untuk malam ini, tetapi sebuah kenyataan untuk esok hari.

Maafkan aku yang selalu menginginkanmu menjadi apa yang ku mau,
Maafkan aku yang selalu membanding-bandingkan hubungan kita dengan hubungan orang lain,
Maafkan aku yang sempat membencimu.

Mungkin ini saatnya untuk melepasmu.
Mungkin ini yang terbaik.



Maafkan aku yang masih mengharapkanmu untuk kembali.
‎22 ‎April ‎2013, ‏‎3:10:45


Read More

Jumat, 19 April 2013

Aku percaya kamu. Aku selalu percaya kamu. Jaga hatimu saat aku tak berdiri disampingmu lagi. Karena aku juga akan melakukan hal yang sama.
Read More

Kamis, 18 April 2013

kamu.

Aku tau kamu mencintai aku karena aku juga mencintaimu. Aku tau kamu merindukanku karena aku juga merindukanmu. Semua pertengkaran yang aku ciptakan saat kita bicara, itu bukan karena aku ingin bertengkar denganmu. Aku hanya ingin menciptakan suasana yang tak biasa kita rasakan. 

Aku mencintaimu sehingga sampai detik ini, aku masih menjaga hatiku agar tetap utuh. Aku merindukanmu sehingga sampai detik ini, aku masih setia menunggu saat dimana kita akan bertemu dan saling menatap melepas rindu yang sudah tertumpuk.

Aku percaya kamu. Aku selalu percaya kamu.
Tapi maaf, kepercayaanku belum bisa kuberikan seutuhnya karena aku belum siap terluka karena kepercayaan yang akhirnya berujung pengkhianatan.
Read More

Sabtu, 09 Maret 2013

Kita bertiga

Mungkin aku terlihat konyol di hadapanmu. Atau mungkin aku terlihat begitu bodoh dihadapanmu. Aku pura-pura buta saat aku melihat kau menatap dia begitu dalam. Aku pura-pura tuli saat mendengar kau menyinggung tentang dia. Aku selalu berpura-pura saat aku sedang bersamamu.

Aku memang mampu berpura-pura saat kau bertanya tentang dia kepadaku. Aku selalu menebalkan telinga dan hati saat kau menanyakan keberadaannya saat kau tidak melihat dia bersamaku. Tapi apa harus aku berpura-pura untuk tidak sakit dihadapanmu saat kau begitu sibuk dengan dirinya dan mengabaikan aku, kekasihmu?

Andai saja kau berada di posisiku dan merasakan apa yang aku rasakan. Rasanya sakit ketika kau tahu yang aku tunggu bukan kamu, tapi dia. Rasanya perih saat kau begitu sibuk dengan dia dan melupakan aku. Rasanya pilu saat kau sibuk mencari-cari keberadaannya dan melupakan aku yang berdiri disampingmu. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Tertawa dan tersenyum menyembunyikan luka yang tergores di hati. Mencoba menghapus pikiran negatif yang datang. Mencoba berpikir positif agar kita tidak bertengkar. Mencoba meyakinkan diri sendiri, bahwa akulah yang kau cintai dan banggakan, bukan dia.

Entah mana yang harus aku percaya; perkataanmu atau tindakanmu. Perkataanmu membuat aku merasa bagaikan seseorang yang begitu sempurna dan bahagia di dunia. Tapi tindakanmu membuat aku bagaikan orang ketiga yang masuk secara paksa dalam dunia kalian.

Apa mungkin kau mencintai dia? Apa mungkin kau memilih aku untuk menjadi kekasihmu hanya karena kau tak punya pilihan lain? Apa mungkin kau memutuskan menjadi kekasihku agar kau bisa lebih dekat lagi dengannya? Apa mungkin dia yang sebenarnya ada di hatimu? Atau apa mungkin kau salah sasaran saat kau mengungkapkan perasaanmu?

Kamu; yang mencintai dia tapi memilih aku.

Read More

Sabtu, 02 Maret 2013

Elang

Temukan aku dalam ranah kehidupan
Satukan aku dalam campuran partikel nyata dan mimpi
Genggamlah aku dalam gumpalan harapan
Rengkuhlah aku dalam dunia yang telah ku bangun

Tak ada kata sesal dalam mencintai
Sekalipun kau dan aku terhalang tembok takdir
Kikislah aku dengan kekuatan rindu
Lukislah rasamu dalam hatiku, agar ia tak hilang ditelan waktu
Satukanlah segala rasa yang tercipta
Tataplah mata elangku
Lihatlah dunia bersamaku, bangunlah langkah kecil nyata bersamaku
Aku adalah elangmu
Yang bebas kemana saja namun tetap abadi mencintaimu.

With love, S.

Read More

Selasa, 26 Februari 2013

Semudah itukah?

Sudah berbulan-bulan kita telah dipisahkan oleh hening. Sudah begitu lama aku menyendiri dengan kesabaranku. Aku masih disini, masih menantimu. Aku takkan pernah melepasmu... dan ketika kau rasa kau membutuhkanku, aku akan selalu ada.

Pada akhirnya, kesabaranku terjawab dengan segala perbuatan manismu. Kau yang dulu dingin, perlahan meluluh, datang dan kembali memberikanku kehangatan. Dan kali ini kau memberikanku kehangatan yang tak biasa, yang berbeda dengan apa yang pernah kau berikan dulu.

Kali ini kau memberikanku sesuatu yang lebih indah.Kau buatku kembali mendekapmu dengan kehangatan itu. Aku terlanjur terbawa suasana.Aku terlanjur percaya.Aku terlalu yakin.

Dengan mudahnya aku membiarkan hal itu terjadi, dengan rasa yakin bahwa kau akan kembali ke dekapanku, tapi ternyata segala perkiraan dan harapanku tidaklah terjadi. Kau masih sama seperti kau.  Masih dingin, masih pasif. 

Dan disaat aku telah merasa putus asa, kau kembali membuatku terbang. Kau bertingkah seolah-olah kau membutuhkanku, dan bodohnya, aku kembali kepadamu. Kembali memenuhi apa yang kau inginkan. Aku melakukan semua yang kau inginkan karena aku menyayangimu, karena aku inigin membuktikan padamu bahwa aku benar-benar perduli kepadamu.

Sayang, kau melakukan semuanya hanya karena ada maksud tertentu.
Aku tidak tahu apakah yang kupikirkan saat ini benar kenyataannya. Aku bingung, apa aku harus bahagia karena telah menjadi orang yang kau butuhkan atau aku harus bersedih karena kau hanya mengigatku disaat kau kesusahan.

Semudah itukah aku diluluhkan?

Tell me that I'll be okay.
Tell me that I'll be safe.
Here, with your love.

Read More

Senin, 18 Februari 2013

For King.

Berapa lama lagi aku harus berpura-pura tak terpuruk dihadapanmu? Aku mencoba tuk berhenti bersikap seolah-olah ini tidak menyakitkan. Aku berusaha menunjukkan padamu apa yang sebenarnya aku rasakan tapi kau tak pernah melihat ke arahku walau hanya sedetik. Berapa lama lagi aku harus berpura-pura seperti ini? Kau memiliki seseorang yang harus kau lindungi, baiklah. Aku berusaha tuk mengerti. Tapi tolonglah, biarkan aku meminjammu untuk sementara waktu sampai akhirnya kau benar-benar pergi dengannya. Aku selalu berjaga-jaga kecuali ketika aku tidur. Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu bahkan untuk sebentar. Tepat setengah dari pikiran dan hatiku. Tidak, semuanya telah diisi olehmu. Tapi kau selalu menganggap itu semua hanyalah sebuah omongan. Kau menganggap aku selalu berdiri jauh darimu. Kau selalu bilang cinta tak harus memiliki. Tapi bisakah cinta tidak memiliki obsesi? Bisakah cinta tidak memiliki hasrat untuk memiliki?
Read More

Mungkin semua (masih) baik-baik saja.

Aku menyadari semuanya. Aku sadar ada yang berbeda diantara kita. Aku sadar katika semuanya berubah dan tak lagi sama. Aku dapat melihat semuanya. Aku hanya tidak perlu berkata apa-apa, karena aku tidak tahu harus memulai dari mana. Pada akhirnya, aku hanya bisa mencoba untuk tidak memperdulikan apa yang terjadi saat ini. Mungkin semua masih baik-baik saja. 

Tell me when it's not okay anymore, 
Tell me  when you're ready to let go,
Tell me when we're done.

I can't waste my time wondering that 
everything is fine.


Read More

Sabtu, 26 Januari 2013

KITA

Kau dan aku berjalan menyusuri pesisir pantai di malam hari. Kau memegang tanganku erat dan aku bersandar di pundakmu. Kita berdua hanyut dalam pikiran masing-masing. Tak ada suara yang terdengar selain suara ombak yang menerjang karang. Tak ada yang dirasakan selain dinginnya malam. Kita berdua hanyut begitu dalam sehingga kita tak menyadari kini kita berdiri berhadapan dan saling memandang.

Cukup lama kita menciptakan keheningan. Membiarkan ombak memecah keheningan dan membiarkan dingin menelusup ke dalam kulit. Tiba-tiba...
"Kita... Akan seperti apa dalam 5 tahun? Bagaimana kita akan berubah dalam 10 tahun? Bagaimana hati kita akan berubah? Kau akan mengingat aku sebagai apa? Kapan aku akan mampu melepaskanmu? Apa aku akan pernah mampu?"

Kau bersaing dengan ombak memecah keheningan. Kau melontarkan pertanyaan itu begitu saja padaku. Aku terdiam dan kembali menatap matamu. Aku berpikir apa aku bisa menjawab semua pertanyaanmu. Dan tiba-tiba jawaban dari pertanyaan-pertanyaanmu keluar begitu saja...
"Dalam 5 tahun, kau akan menjadi seseorang yang dibutuhkan seseorang yang benar-benar membutuhkanmu. Pada saat itu, hari ini akan menjadi seperti foto lama. Kau bahkan tidak akan menyadari bahwa kau telah melepaskan aku. Suatu hari, kau hanya akan menyadari bahwa kau telah melepaskannya. Dan hari-hari setelah itu... Bagimu aku hanya akan menjadi sebuah fosil dari waktu yang lama."
Read More

Kamis, 24 Januari 2013

Awalnya kita teman. Lalu berubah menjadi sahabat. Lalu berubah menjadi cinta... Entah siapa yang memulai ini semua. Tanpa kau dan aku sadari, aku merindukanmu saat aku tak melihatmu. Tanpa kusadari, hatiku berdebar-debar saat kau melihatku. Tanpa kusadari, jantungku berdetak lebih cepat ketika kau menyentuhku tanpa sengaja. Semua mengalir begitu saja tanpa bisa aku cegah. Dan tanpa kusadari, aku larut dalam pesonamu...

Kau begitu gagah dengan penampilanmu. Pemikiranmu begitu dewasa. Apa pantas diriku menjadi seseorang yang kau banggakan dihadapan teman-temanmu? Aku hanyalah aku. Aku bahkan tak bisa mengendalikan diriku saat aku terbakar cemburu ketika melihat kau berjalan dan tertawa dengan wanita lain. Apa pantas aku bersaing dengan mereka yang lebih cantik, lebih pintar dan lebih dewasa untuk mendapat perhatian dan kasih sayangmu? Aku terlalu kekanak-kanakan untukmu dan aku takkan pernah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarmu.

Hati yang patah, kesedihan dan airmata. Tidak apa-apa jika akhirnya aku harus beranjak pergi meninggalkan kenangan yang indah dan bahagia yang sempat kau dan aku lalui bersama. Aku tak pernah berjanji padamu untuk mencintaimu sampai mati. Tapi aku berjanji padamu untuk menyimpan kenangan kita didalam hatiku selamanya sampai akhirnya aku benar-benar takkan bisa melihatmu lagi di dunia ini.

Senyummu menciptakan senyumku. Tawamu menciptakan tawaku. Sentuhanmu menciptakan rona merah di wajahku. Perhatianmu menciptakan harapan untukku. Satu yang harus kau tahu; yang kamu miliki bukanlah aku dan yang aku miliki bukanlah kamu. Yang kau dan aku miliki sekarang adalah kenangan yang takkan pernah mungkin hilang ditelan waktu...

Read More
Mengapa begitu sulit untuk aku melihatmu? Mengapa kau terasa begitu jauh? Tolong, jangan pergi ke tempat dimana aku tidak dapat melihatmu. Datanglah agar aku dapat melihatmu, menemuimu. Ijinkan aku untuk menyentuhmu...

Karena aku merindukanmu.
Read More

Selasa, 22 Januari 2013

Perasaanku hilang mengikuti langkahmu yang tlah lama menjauh. Hatiku beku saat merasakan dinginnya sikapmu kepadaku. Langkahku berat untuk menjejaki setiap jarak yang kau ciptakan di hadapan kau dan aku. Aku tak tahu mengapa aku begitu sulit dan bingung harus berbuat apa saat kita bertemu. Aku tak tahu harus tersenyum atau membuang muka saat kau melihatku. Aku tak tahu dan aku takkan pernah tahu apa yang harus aku lakukan saat kau (mungkin) menyapaku.


Read More

Selasa, 15 Januari 2013

Aku terlalu sibuk dengan perasaanku. Dengan hatiku. Aku tak pernah peduli dan tak mau peduli dengan hati dan perasaanmu. Aku juga tak mau ambil pusing dengan hati dan perasaan dia. Yang aku pikirkan saat ini adalah aku bahagia karena aku bisa memilihmu walau kenyataannya aku memang takkan bisa memilikimu.

Selasa, 15 Januari 2013 ; 13.21 
Read More
Selamat malam kamu yang aku rindukan...
Sedang apa kamu? Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu memikirkanku? Apa kamu merindukanku? Apa kamu...mencintaiku?
Hahaha... Maaf aku melontarkan banyak pertanyaan untukmu.
Aku hanya ingin tahu seberapa peka kamu dengan perlakuanku...
Read More

Sabtu, 12 Januari 2013

13 Januari 2013 ; 00:00

Mungkin saat aku mengatakan aku menganggap kamu seseorang yang tak bisa luput dari pandanganku sedetik saja, kamu pasti tidak akan percaya...

Kamu takkan percaya jika aku mengatakan hal ini padamu. Jangankan kamu... Untuk meyakinkan diriku saja, aku membutuhkan waktu yang cukup lama. Tak kusangka aku mulai menyukaimu. Bukan hanya itu, aku mulai merindukanmu saat kita tak bertemu. Semua yang kurasakan padamu sekarang sama seperti apa yang kurasakan pada mereka dulu.

Memang sejak awal aku menempatkan kamu ditempat yang istimewa. Kamu selalu mendapatkan perhatianku. Kamu selalu punya beribu-ribu cara agar aku melihatmu. Tapi sayang, mataku tak pernah bisa melihat kamu yang sesungguhnya.

Beberapa hari lalu aku melihat kamu lagi. Kali ini aku benar-benar melihatmu walau kamu tak mencari perhatianku. Aku menerobos masuk kedalam pikiranmu. Mencari-cari sesuatu yang takkan mungkin aku temukan didalam pikiranmu. Aku mencari sesuatu yang aku sendiri yakin, kau tak pernah memikirkan hal itu. Aku terus mencari sampai kedasar pikiranmu hingga akhirnya aku sadar, rindu ini hanya milikku...

Lagi-lagi aku jatuh dilubang yang sama. Aku mencintai seseorang yang takkan mungkin menjadi milikku. Aku merindukan seseorang yang jelas-jelas merindukan orang lain. Seberapa besar nyaliku hingga dengan beraninya aku masuk ke dalam terowongan yang gelap dan tak berujung? Sebodoh apakah diriku ini hingga aku bisa terjerumus lagi dan lagi di lubang ini?

Aku tak mengerti. Apa salahku hingga aku lagi-lagi harus berurusan dengan masalah cinta yang tak pernah berakhir seperti ini? Mengapa aku tak pernah bisa mencintai seseorang yang sudah pasti bisa aku miliki? Mengapa aku tak bisa merindukan seseorang yang memang merindukan aku? Lagi dan lagi, pertanyaan yang takkan pernah bisa aku jawab.

Aku tahu cinta datang kepada siapa saja, cinta datang dimana saja dan kapan saja.
Tapi, haruskah aku mencintai dia walau aku dan dia hidup dalam perbedaan?
Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena