Kau datang di saat yang tidak tepat.
Cintamu tlah dimiliki, cintaku tlah dimiliki.
Tapi keinginan untuk saling memiliki telah membutakan kita.
Kebahagiaan kita telah membuat orang lain terluka.
Karena rasa itu; rasa yang datang tanpa mengetuk pintu hati, kita telah membuat orang lain menitikkan airmata.
Rasanya tidak adil jika kita bahagia dan orang lain terluka.
Maka dari itu, mari kita akhiri semuanya.
Akhiri saat ini juga.
Lupakan...
Percayalah, antara kau dan aku tak pernah terjadi apa-apa.
Aku akan kembali padanya.
Dan kau... kembalilah padanya.
Dia sedang menunggumu.
Menunggumu untuk mengatakan kalau kau sudah kembali dan takkan pergi lagi.
Kau...
Berbahagialah bersamanya.
Dia yang pertama mendapatkan hatimu.
Karena yang pertama, takkan pernah terlupakan.
Read More
Cintamu tlah dimiliki, cintaku tlah dimiliki.
Tapi keinginan untuk saling memiliki telah membutakan kita.
Kebahagiaan kita telah membuat orang lain terluka.
Karena rasa itu; rasa yang datang tanpa mengetuk pintu hati, kita telah membuat orang lain menitikkan airmata.
Rasanya tidak adil jika kita bahagia dan orang lain terluka.
Maka dari itu, mari kita akhiri semuanya.
Akhiri saat ini juga.
Lupakan...
Percayalah, antara kau dan aku tak pernah terjadi apa-apa.
Aku akan kembali padanya.
Dan kau... kembalilah padanya.
Dia sedang menunggumu.
Menunggumu untuk mengatakan kalau kau sudah kembali dan takkan pergi lagi.
Kau...
Berbahagialah bersamanya.
Dia yang pertama mendapatkan hatimu.
Karena yang pertama, takkan pernah terlupakan.
K.
