Jumat, 28 September 2012

Menghadapi kenyataan dalam tanya.


Mengakhiri sesuatu tanpa sengaja atau tanpa ada maksud untuk melakukannya memang berat.
Menyimpulkan sesuatu tanpa mengetahui apa sebenarnya maksud dari hal itu adalah hal yang kurang tepat. Lihatlah bagaimana rumitnya kondisi ini. Semuanya salah paham. Dia tak mengerti maksudmu kala itu, dan kamu juga tak membuatnya mengerti. Dan sekarang, semuanya telah terjadi. Semua terlalu terlambat untuk dimengerti.

Perasaan itu ternyata masih terselip di celah hati kalian masing-masing, meskipun dalam jumlah yang berbeda; sangat sedikit dan terlalu banyak. Perasaan itu ternyata masih mencoba mengahantui hari-hari kalian, meskipun pada situasi yang berbeda; pada saat melupakan dan pada saat memperjuangkan. Yang bisa meluruskan kondisi ini hanyalah kalian berdua. Kami tahu, melupakan itu sulit dan memperjuangkan juga tak kalah sulit. Tapi yang lebih sulit lagi adalah berada di posisi sekarang; dimana semuanya terdiam dan tak saling mendengar.

Dia; dia tidak ingin melepas harga dirinya untuk berbalik padamu. Dia sudah terlalu terluka. Tidak ada yang tahu apa yang ada dalam benaknya saat ini. Tapi jika dia tahu apa yang ada pada pikiran dan perasaanmu, mungkin dia masih bisa memberimu kesempatan. Tapi bukan saat ini, bukan disaat dia sedang menggenggam cinta milik orang lain. Dia tak mungkin begitu saja melepaskan apa yang dia genggam. Dia pernah dilukai,maka dia juga tak ingin melukai.

Kamu; kamu sudah membuang jauh-jauh harga dirimu, kamu tidak perduli dengan apa kata orang. Yang kamu tahu hanyalah kau masih mencintainya. Ya, dia tahu. Semua tahu. Tapi yang bisa kamu lakukan hanyalah menunggu. Menunggu waktu menjawab semua tanda tanya yang hadir di tiap malammu. Kamu tak mungkin memaksanya untuk memberi kesempatan untukmu. Karena saat ini dia sedang mencoba menutup bukunya yang lama dan menggantinya dengan yang baru. Tolong mengerti. Kalau memang kalian akan kembali, maka kalian akan kembali bersatu, dan jika tidak, maka kalian memang tidak akan bersatu. Dan jangan lupa untuk menghargai posisi seseorang yang saat ini bertanggung jawab untuk menjaganya.

Untuk kalian berdua, jalanilah hidup kalian masing-masing sesuai dengan apa yang ada di dalam hati. Jika kalian sudah yakin akan apa yang kalian lakukan saat ini, maka lakukanlah.
Kalian pasti akan menghadapi saat dimana kalian akan berpikir untuk kesekian kalinya, apakah yang kalian lakukan saat ini sudah benar dan tidak akan menyisakan penyesalan.
Cintailah apa yang bisa dicintai saat ini.

Read More
Dan sekarang aku mengerti apa yang kau rasakan saat ini juga. Aku tahu, mencintai tanpa dicintai itu tak mudah, iya kan? Aku lelah. Untuk saat ini juga aku lelah untuk segalanya. Bagiku kau memang bukan untukku. Kau juga tak di takdirkan untukku. Tapi mengapa dan kenapa hatiku ini selalu saja inginkan dirimu? Apakah diriku terlalu egois? Mengapa aku mencintaimu? Dan kenapa itu harus kamu? Tak adil bagiku, tak adil juga bagimu. Kamu mencintainya dan aku mencintaimu. Mengapa itu terjadi? Aku pun bertanya-tanya kepada diriku sendiri, kenapa harus kamu? Dan mengapa harus di saat kau telah sangat mencintainya? Tuhan, sejenak aku berpikir apakah rasa ini benar-benar kutujukan kepadamu. Lama ku berpikir dan akhirnya ku menemukan jawabannya. Dan jawabannya adalah kamu takkan mungkin menjadi miliku.

Aku mencintaimu saat ini dan mungkin akan mencintaimu selamanya.
Read More

Mudah Memulai, Sulit Mengakhiri

Begitu mudah memulai, begitu sulit kita mengakhirinya.

Kami tahu kamu belum bisa melupakan dia. Kami tahu kamu masih menyimpannya dalam hatimu. Memang, tidak mudah melupakan orang yang kita sayangi dan kita cintai begitu dalamnya. Sulit melupakan mereka walaupun mereka sudah meninggalkan kita dan mengacuhkan kita.

Kami tahu kamu juga menginginkan kehidupan yang indah tanpa harus memikirkan sakit hati yang selalu datang saat kamu melihat dia bersama kekasihnya. Kami tahu kamu ingin membuka lembaran baru tanpa ada sedikitpun perasaan cintamu kepadanya di lembaran itu. Kami tahu kamu ingin menutup semua lembaran lama yang berhubungan dengan dirinya. Kami tahu, kamu berusaha sebisa mungkin untuk menghapus perasaanmu kepadanya. Kami tahu kamu juga menginginkan cinta yang lain datang dan mengetuk pintu hatimu. Kami tahu kamu ingin agar ada seseorang dari ribuan orang yang bisa membangkitkan semangatmu lagi menjalani hari.

Walaupun berbulan-bulan lamanya kamu dan dia telah berakhir, kami tahu bayangan kepedihan itu masih saja terus datang mengganggu ingatanmu walau selalu saja kamu mencoba tuk menghindar dari bayangan itu. Kami tahu kamu mencoba merelakan dirinya dengan kekasihnya. Kami tahu kamu mencoba melupakannya. Tapi sayangnya, kamu belum bisa. Bukan tidak bisa. Kamu hanya perlu waktu untuk bisa benar-benar membuka hatimu lagi dan melupakan sakit hatimu dan melupakan penyesalanmu.

Tak ada yang perlu disesali karena semua sudah terjadi. Walaupun kamu terus menyesali apa yang telah kamu perbuat, semua takkan mungkin kembali seperti semula. Kami tahu, sampai saat ini kamu masih menunggunya. Masih menunggu sosoknya kembali ke pelukanmu. Kami tahu kamu menghabiskan hari-harimu hanya untuk menunggu hadirnya kembali di kehidupanmu. Kamu menolak semua yang ada di hadapanmu demi dia.

Kami mendukungmu. Kami berharap, suatu saat nanti kamu akan temukan kebahagiaanmu dengan atau tanpa dirinya. Jika menurutmu menunggunya adalah jalan yang terbaik, lakukanlah. Jangan sampai kamu menyesalinya.

Kami selalu mendukungmu. Kami selalu ada di belakangmu. Kami takkan pernah meninggalkanmu. Kami selalu mendoakan kebahagiaanmu. Kamu menganggap kami tak pernah peduli dengan dirimu. Tapi itu tak benar. Saat ini kamu sedang ada dalam jeratan egomu. Kamu sedang dikuasai oleh egomu sendiri. Kamu hanya melihat kami yang selalu mendukung dia dan kekasihnya tanpa melihat kami yang peduli dengan apa yang kamu rasakan saat ini. Tanpa kamu sadari, kami peduli dan akan selalu peduli dengan apa yang kamu dan persahabatan kita rasakan.

Untuk kamu yang mengira kami tak pernah memperdulikan kamu.
Kami selalu peduli dengan dirimu.
Read More

Rabu, 26 September 2012

Cinta juga harus ditunjukkan dengan perhatian. Bukan disimpan dalam hati saja. Seyakin-yakin kamu dengannya, kamu masih tetap membutuhkan perhatian itu.
Read More

Sabtu, 22 September 2012

Renungkan.

Teringatlah aku bahwa kita telah bersama bukan dalam waktu yang singkat.

Aku tersadar,semua yang terjadi diawal hubungan kita, tak juga terus-menerus kan terjadi.Aku sadar,bahwa suatu hubungan tidak selamanya berjalan mulus.Beberapa biji kerikil pasti akan ada di tempat kita berjalan sekarang.

Lihatlah, banyak hal yang telah terjadi diantara kita, dan bukan hanya hal yang membahagiakan, tapi juga menyesakkan.Aku ingin, kerikil-kerikil kecil itu dapat membantu kita sampai di tempat yang kita inginkan.

Malam ini berbeda, kita tenggelam dalam bisu.Dimana pun kamu berada saat ini ,tolong jaga hatimu.

Aku hanya khawatir.

Read More

Kamis, 20 September 2012

Begitu Mudahnya Kau Meninggalkan

Dia memang tak pernah menyinggung-nyinggung tentang hubungan ini. Semuanya seperti mengalir begitu saja tanpa ada kepastian akan bermuara di mana hubungan ini. Aku tahu dan aku menyadari akan hal itu. Tapi semua sudah terlambat. Aku terlanjur mencintainya dan sangat sulit bagiku untuk menghapus perasaan itu. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini. Saat aku mencoba untuk melupakan dan berdiri sendiri, dia datang dengan segala kerinduan yang aku pendam dan kenangan yang secara sengaja ingin aku lupakan.

Disaat aku mulai melupakan, dia hadir kembali di kehidupanku tanpa bisa aku tolak kehadirannya. Disaat ku mulai berharap bahkan sangat berharap dia akan kembali dan menjadi milikku seutuhnya, dia malah pergi dan meninggalkanku seolah-seolah tak terjadi apa-apa antara aku dan dia. Aku bingung dan aku tak mengerti apa yang dia pikirkan saat mendekatiku dan apa yang dia pikirkan saat menjauh dan menjaga jarak dariku. Apakah ini cinta yang ada dalam dirinya? Entahlah. Aku tak tahu walaupun aku sudah mencoba untuk mencari tahu.

Saat aku melupakannya, dia datang dan membawa semua kenangan yang telah aku tinggalkan di masa lalu. Membangkitkan segala kenangan yang telah ku kuburkan dalam-dalam dan memutar kembali apa yang sudah aku dan dia lakukan dulu. Perlahan-lahan aku mulai berharap padanya. Berharap akan cintanya akan menjadi cinta yang aku butuhkan saat ini. Berharap dia akan menjadi satu-satunya orang yang aku yakini benar-benar mencintaiku dan satu-satunya orang yang takkan mungkin menyakitiku dan meninggalkanku. Ketika harapan itu berkobar-kobar dalam diri ini, ketika dia menjadi satu-satunya orang yang aku tunggu-tunggu kehadirannya, dia malah berpaling. Dia malah memalingkan mukanya. Dia melupakan. Dia meninggalkan. Dia membuatku terdiam dan tak bisa berkata-kata lagi. Setelah dia melupakanku (lagi), aku harus menjalani hari-hariku seperti biasa. Seolah setiap hari adalah sama. Tak pernah terjadi apa-apa.

Aku tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Satu per satu berita datang menyapa telingaku dan semuanya tentang kamu. Kamu. Dan kamu! Tentang kamu yang pernah begitu aku kasihi yang kini meninggalkanku. Aku tidak tahu mengapa telingaku masih bersedia mendengar tentang kamu. Berita tentang kamu selalu membuat pedih di dalam hati. Tetapi entah mengapa, aku juga ingin terus mendengar berita tentangmu. Kau pikir apa yang sudah kau lakukan adalah benar? Kau meninggalkanku seolah-olah aku benda mati yang tak punya rasa apalagi hati!

Kau, orang yang selama ini kuyakini tidak akan menyakitiku, orang yang paling dekat denganku, berubah 180 derajat! Tapi, apa yang bisa kulakukan saat kau menyayat hati ini? Aku hanya bisa memaafkan dan merelakan karena seperti itulah cintaku kepadamu. Cinta yang selalu memaafkan karena ternyata aku tak pernah bisa membencimu. Selalu ada maaf untukmu, apapun yang pernah kau lakukan terhadapku.


With love, D.
Read More

Tulisan yang dihasilkan jemariku.

Maaf. Maafkan aku yang selalu menyindirmu dengan perkataanku. Aku tak bermaksud membuatmu berpikir apa yang aku katakan adalah benar seutuhnya. Terkadang perkataan yang terucap dari bibirku hanyalah sebuah candaan. Tapi sejujurnya, terkadang pula perkataan yang aku ucapkan adalah benar. Aku tahu bagaimana rasanya jadi kamu. Aku tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Aku tahu bagaimana bingungnya kamu saat kamu dihadapkan oleh dua pilihan dan kedua pilihan itu sangat penting untukmu; dia dan kami, sahabatmu. Kau tak pernah berubah dan takkan pernah berubah. Ketika kau mulai menjauh, kami akan segera menahan langkahmu dan mengingatkanmu. Ketika kau mulai melupakan, kami akan mengingatkanmu tentang kenangan yang kita ciptakan bersama. Kau tak pernah meninggalkan kami di belakang. Aku saja yang terlalu berpikir kamu mulai menjauh dan melangkah terlalu jauh. Aku mengerti kamu. Aku tahu kamu masih bingung untuk membagi waktumu dengan kami dan dia.

Tomcat! Aku tak pernah kesal ataupun kecewa padamu. Aku bangga karena kamu tidak melupakan aku dan yang lainnya ketika kamu sudah memiliki dia. Aku tak menyalahkan kamu saat kamu pergi dengannya dan melupakan aku dan tomcat yang satunya lagi. Aku tahu kau tak pernah bermaksud demikian. Aku mengerti kamu. Karena sejujurnya, aku juga pernah merasakan apa yang kini kau rasakan. Aku tahu bagaimana kebingunganmu saat kamu harus membagi waktu untuk dia dan untuk kami, sahabat-sahabatmu.


Untuk teman yang duduk di sebelahku,
maafkan aku yang tak bisa mengontrol ucapanku...
Read More

Rabu, 19 September 2012

Sebuah kekhawatiran.


Seiring berjalannya waktu,aku melihat perubahan dalam hubungan ini. Perubahan yang baik; dimana kita lebih terbuka satu sama lain. Kita mulai membangun fondasi hubungan kita, agar bangunan cinta kita dapat berdiri kokoh dan tahan akan guncangan. Ya, aminkan. Kadang aku merasa, ada yang kurang dariku. Entah itu kurang perhatian,kurang peka, atau apapun, aku merasa ada yang kurang. Maaf, tapi ini adalah yang terbaik dariku. Biasanya, ada wanita yang terlalu berlebihan dalam memberi atau meminta perhatian, adapun yang kurang dalam memberikan perhatian, dan ada juga yang tidak merasa membutuhkan perhatian. Yang manakah pilihanmu ? 

Aku takut kamu akan merasa bosan dengan segala kekuranganku. Sejauh ini,semuanya terlihat baik-baik saja, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya ? Bisa saja, disaat semuanya baik-baik saja, kamu tiba-tiba memutuskan untuk kembali berjalan sendiri. Disini aku hanya bisa berharap agar aku takkan pernah membuatmu bosan. Aku terlalu khawatir kamu akan pergi. Aku terlanjur mencintaimu lebih dalam. Tolong, jangan kecewakan aku.

Kadang terlintas dipikiranku,mungkin kamu merasa aku terlalu cuek padamu, karena kalau diperhatikan,aku tidak sering melarangmu melakukan apa saja,bahkan nyaris tidak pernah. Jika kau pernah bertanya pada dirimu sendiri, mengapa demikian, maka ini jawabannya : Aku tidak ingin membuatmu merasa terkekang. Aku tidak ingin membuatmu kesal akan segala laranganku. Tapi di lain sisi, tidak ada hal yang perlu aku larang, tidak ada rasa keberatan dariku atas semua kelakuanmu. Aku menerimamu apa adanya. Dan aku juga berpikir, kamu sudah cukup dewasa untuk memilah-milih mana yang benar dan salah. Aku juga khawatir kau akan menganggap aku tidak membutuhkanmu, karena aku hampir tidak pernah mencarimu. Mengapa ? Karena aku takut dianggap terlalu bergantung padamu.

Semua kekhawatiran ini datang karena aku takut kehilanganmu. Aku sudah terlalu sering gagal dalam menjalani suatu hubungan, dan aku harap aku tak akan gagal lagi sekarang. Aku tidak ingin mengecewakanmu dengan segala tingkahku, aku tidak ingin menyakitimu dengan semua sikapku. Aku minta maaf jika ketidaksempurnaanku pernah membuatmu kecewa,marah, atau merasa kurang. Harapanku hanya satu; semoga semuanya akan baik-baik saja. Jangan berhenti mencintaiku, karena aku juga takkan pernah berhenti mencintaimu, dan semoga takkan ada yang membuatku berhenti melakukan hal itu.

Untuk kamu yang biasa ku sebut sebagai masa depanku,
Aku hanya takut kehilanganmu.

Read More

Tulisan singkat dari hati.


Apa aku sudah terlalu jauh melangkah ? Apa aku telah meninggalkan kalian jauh dibelakang? Jika iya, maka maafkan aku. Aku masih manusia. Kadang terlalu sibuk dengan hal baru. Aku sayang kalian. Kalian juga penting bagiku. Sangat penting. Aku tidak tahu bagaimana sepinya hari-hariku jika kalian tidak ada di dalamnya. Jangan kalian berpikir kalau aku melupakan kalian,karena aku tidak akan pernah melakukan itu. Maaf jika aku terlihat seperti lebih memilih dia dibanding kalian, dan khususnya kamu, tomcat. Aku tidak pernah bermaksud demikian. Maaf jika ada perbuatanku yang membuat kalian kesal dan kecewa. Aku sama sekali tidak memiliki niat untuk melakukan itu. 

Teman, tegurlah aku jika aku bertingkah kejauhan.
Tegurlah jika tanpa aku sadari, aku telah melangkah terlalu jauh dari kalian.
Genggam tanganku, dan tahan langkahku jika perlahan aku meninggalkan kalian.
Ingatkan aku apa yang membuat persahabatan kita ada.

Untuk teman yang duduk di sebelahku dan BPC,
Aku sayang kalian.
Read More

Senin, 17 September 2012

"Akhirnya, kau mulai mengucapkan kata-kata yang membuatku berharap, yang bisa ku kategorikan sebagai sesuatu yang harus kau lakukan. Kamu tahu? Aku hanya takut semua itu hanyalah sebuah kalimat,yang berasal dari rangkaian huruf, yang hanya bisa dibaca, tapi tidak untuk dibuktikan."
Read More
Inikah akhir kisahku dengannya, lelaki yang aku cintai? Akhir kisah yang sama sekali tidak aku harapkan. Bahkan tidak pernah sekali pun aku bayangkan, namun tetap harus terjadi.

Kenapa begitu mudah dia memutuskan? Seolah-olah semua kisah yang pernah kami lewati bersama tidak ada artinya sama sekali. Hanya sekiankah kekuatan cintanya padaku?


Read More

Semudah Itukah Kau Memalingkan Muka?

Keraguan itu tiba-tiba hadir diawal hubungan kita. Awalnya, aku tak pernah mempercayai kata cinta yang terucap dari bibir manismu. Lalu seiring berjalannya waktu, kau berusaha membuatku percaya. Percaya akan segala hal yang kau lakukan dan kau ucapkan. Tanpa kusadari, perasaan itu telah merasuki jiwa tanpa bisa aku tolak kehadirannya. Aku tak bisa menolak kehadiran cinta karena semakin ku menolak perasaan itu, kobaran cinta itu semakin besar dalam tungku hati ini. Akhirnya, aku benar-benar mencintaimu.

Hari-hari terasa indah saat cinta hadir diantara kita. Melepaskan segala kepenatan diri, kegundahan hati dan segala keraguan ini. Aku bahagia bisa memilikimu, bisa menjadi salah satu orang yang berarti dan seseorang yang kau tunggu-tunggu kehadirannya. Semua terasa indah saat aku bersamamu dan semua kejadian yang kita bangun bersama, kini terekam dan melekat di ingatanku tanpa aku perintahkan. Semuanya terjadi begitu saja seperti air yang mengalir, angin yang berhembus dan hujan yang jatuh membasahi bumi.

Ku pikir semuanya baik-baik saja. Ku pikir mulut dan hati kita tak pernah mengenal kata lelah untuk mengucap kata cinta dan merasakan cinta. Tanpa aku sadari, ternyata aku terlalu egois. Aku terlalu cepat mengambil kesimpulan dari hubungan ini. Ku pikir, maksud dibalik kebisuanmu hanyalah hal sepele di setiap hubungan. Aku pernah berkata padamu, "aku mengerti kamu dan akan selalu mengerti kamu." Tapi nyatanya, aku tak mengerti mengapa kau menjauh dan mengabaikan hubungan ini. Sebegitu tak berharga kah hubungan ini di matamu sehingga dengan mudahnya kau abaikan hubungan ini? Sebesar apakah arti hubungan ini untukmu? Sedalam inikah cintamu padaku? Aku memang tak menangis terisak atapun histeris melihat kini kau pergi menjauh. Aku hanya diam membisu menghadapi kenyataan pahit ini karena sejujurnya, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini.


Untuk kamu yang dengan mudahnya memalingkan muka.
Seakan-akan aku tak pernah hadir di kehidupanmu.
 Tu es toujours dans ma coeur.
Read More

Sabtu, 15 September 2012

Kali ini aku tidak bisa berpikir positif lagi sekalipun aku sudah  berusaha mati-matian. Aku merasa dia menyimpan sesuatu yang tidak aku ketahui sama sekali. Dan bukan tanpa alasan kalau aku merasa seperti ini.

Dengan sekuat tenaga aku mengusir perasaan-perasaan tidak enak yang menghinggapi pikiranku. Terus menanamkan dalam benakku sendiri bahwa ini bukan masalah besar dan tidak akan menjadi masalah besar.
Read More
Aku tahu dia ada yang memiliki. Tetapi, jika kedua hati menjadi semakin dekat tanpa ada orang lain yang bisa menyelinap di antaranya, masih bisakah perasaan lain itu tidak tumbuh subur dan berkembang?
Read More

Rabu, 12 September 2012

Ku Cinta Kau Lebih Dari Kemarin.

        "Mungkin kamu kadang merasa dia kurang romantis atau perhatian, tapi sesungguhnya hal-hal itu tidak bisa menggambarkan seberapa besar cintanya padamu. Karena terkadang orang yang memberi hal seperti itu, belum tentu bisa bertanggung jawab atas apa yang telah ia katakan. Kita tidak memerlukan omong kosong untuk saling mencintai."

A song from Abdul and The Coffee Theory.


Maafkan ku bila
Ku kurang romantis
Tak segombal lelaki lain

Memang diriku tak penuh kejutan
Tak mampu guncangkan dunia

Namun kau pun tahu
Hati ini hanya untukmu

Namun kau pun tahu
Ku tak dapat hidup tanpa dirimu

Ku cinta kau saat ini
Lebih dari hari yang kemarin
Dan akan kuberikan lebih dan lebih
Sampai akhir hayat nanti

Percayalah padaku
Cinta ini takkan pernah mati
Karena hanya padamu
T'lah aku temukan
Satu cinta yang tulus
Dan jujur untuk diriku

Sampai akhir hayat nanti
Sampai akhir hayat nanti...
Read More
Masalah yang saat ini kita hadapi adalah cobaan. Tuhan ingin melihat sampai dimana kita bisa mempertahankan persahabatan ini. Tanpa cobaan, persahabatan ini takkan ada artinya. Persahabatan ini akan terasa datar. Persahabatan ini akan terasa pahit seperti kopi tanpa gula. 

Biarkan semua mengalir seperti air dan berhembus seperti angin. Tanpa kita sadari kita semua saling membutuhkan satu dengan yang lain. Ada saatnya kita akan merindukan masa-masa yang kita habiskan bersama. Masa-masa di mana kita melakukan semua hal bersama dengan tawa canda dan tangis. Ada saatnya kita akan mengenang masa-masa kini. 

Nikmati masa kini tanpa dendam di hati. Karena suatu saat nanti, kita akan saling melepas satu dengan yang lain. Karena suatu saat nanti kita akan berpisah. Karena suatu saat nanti apa yang kita lakukan sekarang akan menjadi kenangan. Kenangan yang akan kita ingat di hari tua nanti. 

Nikmati apa yang ada di hadapanmu saat ini. Karena suatu saat nanti, tanpa kita tahu kapan saat itu tiba, kita akan merindukan masa-masa kini dan menginginkan semuanya kembali...

"Persahabatan yang dibentuk waktu sekian lama sampai bertahun-tahun tidak akan mudah hancur. Hanya goyah. Dan waktu yang akan kembali memperbaiki semua itu."

Keep calm and love bpc! :))

Read More

Selasa, 11 September 2012

"Aku tak siap untuk tidak merasakannya lagi -- genggaman tangan itu."

Itulah yang tersirat dalam pikiranku begitu tanganmu menyentuh tanganku, lalu menggenggamnya. Demi apapun, aku tak ingin kehilanganmu. Aku takut. Aku tak ingin gagal lagi dalam hubungan seperti ini. Aku tidak siap untuk kehilangan. Aku selalu memperhatikan momen-momen yang satu demi satu tercipta diantara kita. Aku hanya khawatir aku akan kehilangan semua itu. Aku tak ingin hubungan ini berakhir, dan menghilang. Aku takut semua yang kita lakukan selama ini nantinya hanya akan menjadi masa lalu yang membawaku berjalan kembali ke belakang. Maksudnya, aku takut semua ini berakhir dan hanya membuatku terus melihat ke belakang. Sejauh ini, belum ada yang membuatku bosan akan hubungan ini. Dan semoga takkan ada. Aku ingin bersamamu selamanya. Mungkin orang menganggap ini terlalu berlebihan. Tapi inilah yang ada dalam pikiranku.
Read More
Sering aku merasa takut kalau helai-helai harapanku kepadanya luruh dan akhirnya meninggalkan nganga luka. Aku tidak ingin. Sama sekali tidak menginginkan hal itu terjadi. Namun, bukankah cinta tak mengenal paksaan?

Saat ini hal yang aku takutkan menjadi kenyataan. Kepergiannya membawa luka-luka dihati yang menganga hebat dan bersimbah darah. Aku sadar, kenyataan ini tak sepantasnya mendapat penjelasan lagi. Semuanya sudah jelas. Sangat jelas. Waktu telah menyingkap segala yang tersembunyi selama ini. Segala yang tak diketahui olehku. Kenyataan itu kini sudah jelas. Melihatnya hanya akan membuat berkas-berkas luka menganga dan air mata berderai tiada henti. Ini pahit. Ini membuat kepala serasa pecah.

Aku tahu cinta tak pernah berjalan mulus, tak pernah berjalan sesuai keinginan kita dan begitu sulit ditebak arah yang ditujunya. Kini aku sadar, takut kehilangannya itu sia-sia. Sebab, ada saatnya ketakutanku itu akan benar-benar terjadi. Dan kini aku telah kehilangannya. Setelah kepergiannya, harapan yang selama ini aku pegang erat, satu per satu berguguran.

Tanpa dia sadari, setiap dia dan aku memproklamirkan cinta, aku berpikir dan yakin kalau cinta kami berdua tak akan pernah goyah, bahkan akan selalu menyatu utuh. Tapi ternyata tidak. Hati begitu lentur hingga mudah dibentuk apa saja. Bahkan, saat cinta sepasang kekasih sudah ada di titik tertinggi, hati seorang dari mereka berubah.

Aku tak sepenuhnya menyalahkan dia karena luka yang ada di hatiku. Aku tak pernah membencinya. Aku tak pernah ingin mencoba untuk melupakannya. Karena aku tahu, apa yang sudah dia lakukan kepadaku, itu semua memiliki alasan tersendiri.

"Saat aku melihat dan menatap matamu, aku bisa membaca betapa dalam lukamu meski kamu berusaha sekuat mungkin menutupi kesedihan itu dengan senyum lebar. Sepintar apa pun kamu menyembunyikan sesuatu dariku, jelas sekali aku bisa membacanya. Kamu terlalu mudah untuk aku mengerti. Waktu yang mengajarkannya padaku, kamu tahu? Memahami dirimu dari titik paling rendah sampai ke titik paling tinggi sekalipun."


Bukankah aku dan kamu terluka oleh hal yang sama?
-Polar Bear-

Read More

Senin, 10 September 2012

Satu per satu potongan episode bersama kamu bergulir-gulir dalam kepalaku. Di mana setiap potongannya meninggalkan nganga luka panjang, berdarah, bernanah, membuat dada nyeri dan sesak. Potongan itu begitu saja menghampiri ruang ingatan tanpa mampu aku hentikan.  Dan, satu kalimat yang sering kamu lontarkan mendadak terngiang-ngiang di telingaku, "aku terlalu takut kehilangan kamu."
Read More

Minggu, 09 September 2012

Ketika rindu mebunuhku perlahan.


I miss you. Yes, like crazy. Sudah lama aku tidak merindukan orang lain selain dia. Finally, I can be moved and it's because of you. Hatiku sudah lama kosong dan terbiasa untuk tidak meminta-minta perhatian dari pasanganku sendiri, tapi kali ini, hatiku merasakannya kembali. Kamu benar-benar sudah menggantikan posisinya sebagai orang yang selalu ku rindukan. Kali ini kamu hadir di benakku setiap menit.Aku tak bisa menahan kata rindu yang memaksa keluar dari mulutku. Sesungguhnya, aku butuh perhatianmu. Aku ingin sesuatu yang lebih manis dalam hubungan ini. Lagi, aku kembali menyiapkan skenario-skenario baru dengan pemain yang baru; itu kamu. Dan demi apa ? Demikian aku mencintaimu. Mengapa begitu mudah bagiku untuk melontarkan kata cinta? Karena aku merasakannya. Aku dapat merasakan bagaimana batinku tersiksa menunggu kehadiranmu.

Apakah aku terlalu berlebihan mencintaimu?
Apa aku keterlaluan merindukanmu?
Apa aku salah?

Entahlah,hingga kini rindu itu masih memenuhi seluruh ruang hati dan pikiranku.

Apakah kamu merasakan hal yang sama?
Apa kamu juga merindukanku?
Ya ? Tidak ? Atau tidak sama sekali ?

Aku tidak butuh jawabanmu. Kamu tidak perlu membaca rangkaian kata ini juga.
Biarkan aku menikmati rindu ini yang membunuhku perlahan.
Jika nanti harapan di balik kata-kata yang tersusun disini terwujud, maka ku harap itu akan terjadi selamanya. Konklusinya adalah; aku mencintaimu, dan sedikit demi sedikit juga merindukanmu.


Tertulis untuk kamu. Kamu yang mungkin diam-diam telah membaca ini.
Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena