Hari-hari terasa indah saat cinta hadir diantara kita. Melepaskan segala kepenatan diri, kegundahan hati dan segala keraguan ini. Aku bahagia bisa memilikimu, bisa menjadi salah satu orang yang berarti dan seseorang yang kau tunggu-tunggu kehadirannya. Semua terasa indah saat aku bersamamu dan semua kejadian yang kita bangun bersama, kini terekam dan melekat di ingatanku tanpa aku perintahkan. Semuanya terjadi begitu saja seperti air yang mengalir, angin yang berhembus dan hujan yang jatuh membasahi bumi.
Ku pikir semuanya baik-baik saja. Ku pikir mulut dan hati kita tak pernah mengenal kata lelah untuk mengucap kata cinta dan merasakan cinta. Tanpa aku sadari, ternyata aku terlalu egois. Aku terlalu cepat mengambil kesimpulan dari hubungan ini. Ku pikir, maksud dibalik kebisuanmu hanyalah hal sepele di setiap hubungan. Aku pernah berkata padamu, "aku mengerti kamu dan akan selalu mengerti kamu." Tapi nyatanya, aku tak mengerti mengapa kau menjauh dan mengabaikan hubungan ini. Sebegitu tak berharga kah hubungan ini di matamu sehingga dengan mudahnya kau abaikan hubungan ini? Sebesar apakah arti hubungan ini untukmu? Sedalam inikah cintamu padaku? Aku memang tak menangis terisak atapun histeris melihat kini kau pergi menjauh. Aku hanya diam membisu menghadapi kenyataan pahit ini karena sejujurnya, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini.
Untuk kamu yang dengan mudahnya memalingkan muka.
Seakan-akan aku tak pernah hadir di kehidupanmu.
Tu es toujours dans ma coeur.

0 komentar:
Posting Komentar