I miss you. Yes, like crazy. Sudah lama aku tidak merindukan orang lain selain dia. Finally, I can be moved and it's because of you. Hatiku sudah lama kosong dan terbiasa untuk tidak meminta-minta perhatian dari pasanganku sendiri, tapi kali ini, hatiku merasakannya kembali. Kamu benar-benar sudah menggantikan posisinya sebagai orang yang selalu ku rindukan. Kali ini kamu hadir di benakku setiap menit.Aku tak bisa menahan kata rindu yang memaksa keluar dari mulutku. Sesungguhnya, aku butuh perhatianmu. Aku ingin sesuatu yang lebih manis dalam hubungan ini. Lagi, aku kembali menyiapkan skenario-skenario baru dengan pemain yang baru; itu kamu. Dan demi apa ? Demikian aku mencintaimu. Mengapa begitu mudah bagiku untuk melontarkan kata cinta? Karena aku merasakannya. Aku dapat merasakan bagaimana batinku tersiksa menunggu kehadiranmu.
Apakah aku terlalu berlebihan mencintaimu?
Apa aku keterlaluan merindukanmu?
Apa aku salah?
Entahlah,hingga kini rindu itu masih memenuhi seluruh ruang hati dan pikiranku.
Apakah kamu merasakan hal yang sama?
Apa kamu juga merindukanku?
Ya ? Tidak ? Atau tidak sama sekali ?
Aku tidak butuh jawabanmu. Kamu tidak perlu membaca rangkaian kata ini juga.
Biarkan aku menikmati rindu ini yang membunuhku perlahan.
Jika nanti harapan di balik kata-kata yang tersusun disini terwujud, maka ku harap itu akan terjadi selamanya. Konklusinya adalah; aku mencintaimu, dan sedikit demi sedikit juga merindukanmu.
Tertulis untuk kamu. Kamu yang mungkin diam-diam telah membaca ini.

0 komentar:
Posting Komentar