Tak sengaja aku menemukan satu dari sekian banyak benda peninggalanmu. Benda itu ada disana. Berdiam diri menunggu aku untuk menghampirinya. Tak kusangka aku mendekati benda itu. Mendekat, semakin dekat. Aku menyentuhnya, mengambilnya dan membukanya. Dadaku terasa sesak, mataku terasa panas saat namamu masih ada disana. Tiba-tiba, kenangan kamu-aku dulu memaksa untuk masuk ke dalam pikiranku. Memaksa aku untuk mengingat masa lalu. Mengingat hari dimana kita bertemu diam-diam dan kamu memberikan benda ini. Mengingat kenangan 2 tahun lalu; 11 April 2011.
Entah ini hanya kebetulan atau memang sudah direncanakan. Semalam, aku memimpikanmu. Semalam tiba-tiba saja aku merindukanmu. Dan malam ini, tiba-tiba aku melihat benda ini. Tiba-tiba saja otakku dikuasai olehmu.
Aku sudah melupakanmu. Jauh sebelum kamu benar-benar pergi, aku sudah melupakan semuanya. Tapi entah mengapa hari ini semuanya kembali. Semuanya memaksa aku untuk mengingatmu lagi. Ini bukan tentang dia. Bukan tentang dia yang selalu aku banggakan di hadapan pacarku atau sahabatku. Ini tentang kamu. Tentang kamu yang sering aku jatuhkan. Tentang kamu yang diam-diam aku rindukan keberadaannya.
Dadaku masih terasa sesak. Melihat namamu membuat pikiranku menjadi tak karuan. Di pikiranku hanya ada kamu. Aku tahu aku tak bisa seperti ini. Tapi, apa yang bisa aku lakukan saat rindu itu memenuhi hatiku?
yizzie.
Read More