Aku tak mengerti apa arti diammu. Aku tak mengerti bagaimana bisa sebuah pesan singkat darimu tak lagi bermunculan. Kata-kata dari mulutmu tak ada satupun yang tertuju untukku. Aku bingung. Bagaimana bisa kamu tidak menghubungiku dalam satu, bahkan dua hari? Tidakkah aku hadir dalam pikiranmu, sejenak saja? Sesibuk apakah kamu, sampai-sampai kamu lupa bahwa aku milikmu? Apa sekarang aku berubah menjadi membosankan? Apakah aku telah menyakitimu? Atau kamu bosan dengan hubungan kita?
Aku berusaha untuk berpikir positif. Mungkin kamu sedang sibuk, mungkin kamu lelah, mungkin kamu butuh ruang untuk dirimu sendiri, mungkin kamu sedang benar-benar tidak bisa menghubungiku.. Mungkin ini, mungkin itu, mungkin, dan mungkin... Hal itulah yang membuatku membiarkanmu pergi menghirup udara segar tanpa bayang-bayangku yang mengikutimu dari belakang. Tapi, lepas dari hal itu, aku takut aku kurang peka. Aku takut aku salah mengartikan kebisuanmu saat ini. Mungkin saja sebenarnya kamu membutuhkanku tapi kamu tidak tahu bagaimana caranya memulai pembicaraan diantara kita, mungkin saja kamu lelah selalu mencariku dan ingin aku juga berusaha untuk mencarimu , mungkin saja kamu mengharapkan kehadiranku.. Mungkin ini, mungkin itu, mungkin, dan mungkin.. Sayangnya, kenyataan tidak sejalan dengan pikiranku. Disaat aku mencoba meraihmu dan berhasil menggenggam sedikit kehadiranmu, aku kehilangan genggaman itu, aku jatuh lagi ke dalam kesenderianku. Aku sendiri, kembali bersama dengan hening.
Kemana kamu selama ini? Apa yang terjadi pada hubungan kita? Aku butuh kejelasan! Apa arti kesetiaan bila hanya dalam kata? Apa arti cinta jika kita tak saling membutuhkan? Aku merasa bodoh karena aku selalu membutuhkan kehadiran orang yang belum tentu membutuhkan kehadiranku. Aku tersesat dalam semua kumpulan tanya yang selalu saja muncul, menghujam otakku. Aku bingung harus berbuat apa. Aku hanya membutuhkan penjelasan darimu, seperti saat itu, disaat aku sempat terjerat dalam diammu juga. Aku pikir, itu terakhir kalinya aku tersesat. Ternyata aku salah, saat ini aku kembali tersesat, tetapi dalam situasi yang berbeda. Entah apa maksud dari diammu ini. Ku ulangi, aku tidak mengerti apa maksud dari diammu. Aku tidak ingin terlalu cepat menyimpulkan, tetapi semua hal ini menghantuiku.
Sepertinya kamu harus membaca kembali apa saja yang telah kau katakan padaku.
Atau mungkin aku yang seharusnya kembali membaca apa yang telah kutulis untukmu selama ini.
Ingatlah semua janjimu, karena aku selalu mengingat janjku.
Maaf jika aku telah mengecewakanmu, menyakitimu, dan membiarkanmu.
Asal kamu tahu, aku mencintaimu.
785, doko ni iru no?
