Dulu, disaat aku benar-benar mengagumimu, menyukaimu, mencintaimu, sangat sulit bagiku untuk dekat dengan dirimu. Sangat sulit bagiku untuk berbicara denganmu. Semua terasa sangat sulit untuk dilakukan dan mustahil akan terjadi mengingat kau adalah seseorang yang tidak terlalu dekat dengan diriku.
Dulu, aku hanya bisa melihat kau lewat di depan kelasku dan aku akan tersenyum malu saat teman-temanku tahu kalau aku sedang memperhatikanmu lewat di depan kelasku. Aku akan menyipitkan mataku untuk melihat dirimu dari kejauhan agar aku bisa melihat dirimu lebih jelas lagi. Aku akan terpaku saat kusadari ternyata kau membalas tatapanku.
Dulu, aku hanya akan menelan kekecewaan dan kecemburuan saat melihat kamu sedang mengobrol begitu akrab dengan teman-temanmu ataupun teman-temanku. Aku selalu berpikir, mengapa mereka begitu mudahnya membuka percakapan dengan dirimu tapi aku tak bisa? Ya, aku sadar, memulai sesuatu itu begitu sulit apalagi memulai percakapan dengan dirimu. Semua kata-kata yang ingin aku ucapkan padamu, hanya tertahan diujung lidah dan takkan mungkin aku keluarkan.
Aku tidak ingin terlalu mencintaimu karena aku tidak ingin terlalu
sakit hati. Maka dari itu, ku lawan semua godaan untuk jatuh cinta
kepadamu lebih dalam lagi karena aku tidak ingin menelan kekecewaan
nantinya.
Kini, disaat aku mulai melupakanmu, menyia-nyiakanmu, mengabaikanmu, sangat mudah bagiku untuk dekat dengan dirimu. Bahkan, hanya dengan 1 kalimat yang meluncur dari bibirku, kita bisa sedekat ini. Kita bisa menciptakan satu momen yang sulit untuk dilupakan; jika saja aku masih mencintaimu seperti dulu.
Kini, kita bisa saling mengobrol layaknya teman lama. Aku sudah bukan hanya memandangimu dari jauh saja, tapi kita bisa saling bercakap-cakap walau jujur, bukan itu yang aku harapkan. Aku sudah tak pernah peduli lagi jika kau lewat di depan kelasku. Aku takkan susah-susah menyipitkan mataku untuk melihat kau dari kejauhan.
Kini, aku hanya akan mengabaikan dirimu saat kau sedang bercakap-cakap dengan teman-temanmu atau teman-temanku. Aku tak pernah peduli dengan kehadiranmu kini, karena yang saat ini aku pedulikan, hanyalah temanmu...
Aku bingung. Kenapa disaat aku mengabaikanmu, kita bisa sedekat ini? Kita bisa menciptakan kenangan-kenangan baru? Kenapa dulu, disaat aku benar-benar menginginkan kau, kau malah jauh dariku. Sangat sulit bagiku untuk mendapatkan perhatianmu.
Apa yang harus aku lakukan? Sejujurnya, perasaan itu sudah lama menghilang dari hati ini. Perasaan itu sudah lama terkubur dihati ini. Karena saat ini, yang aku pikirkan adalah temanmu, bukan dirimu lagi.
Jumat, 19 Oktober 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar