Kini harapan itu hilang dibawa angin kecang. Entah kemana arah angin itu pergi. Entah berapa lama dia akan pergi dan entah kapan dia akan kembali angin kecang itu akan membawa harapan itu kembali. Aku akan menunggu dan menunggu sampai akan ada saatnya dimana angin itu datang dan membawa kembali harapan itu.
Apa yang bisa aku lakukan saat harapan itu kembali? Menangis? Tertawa? Apakah dengan tertawa dia akan mencintaiku? Membalas perasaan dan harapan yang aku tujukan pada dirinya? Walaupun aku menangis, itu tak akan mengubah apapun. Malah itu membuat aku terlihat lemah. Dan jika aku tertawa, itu juga takkan membuat suatu perubahan. Takkan ada satupun yang akan berubah. Untuk apa aku melakukan semua itu jika hanya akan berujung sia-sia?
Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku mencintainya bukan mempermainkannya! Aku membutuhkannya bukan untuk membuatnya terluka! Selama jarum jam berputar, selama itu pula cinta ini aku berikan kepadanya.
Aku adalah aku walaupun terkadang aku bukanlah aku yang sebenarnya. Aku menjadi orang lain agar kamu bisa melihatku. Sangat bodoh dan terlalu bodoh jika aku berharap kamu membalas cintaku. Tapi andai kamu tahu, aku mencintaimu sekarang dan selamanya.
Muadirlove
Berbahagialah

0 komentar:
Posting Komentar