Kamis, 11 Oktober 2012

Takkan Ku Biarkan Kau Memelukku Lagi

Tak kusadari, aku bertemu lagi dengan lelaki itu. Lelaki itulah yang pernah menjadi bagian dari masa laluku. Lelaki yang pernah begitu aku cintai, tapi tega meninggalkanku dalam ketidakberdayaan. Lelaki yang begitu ingin aku lupakan. Lelaki yang begitu ingin kubenci. Dia; lelaki yang telah menorehkan luka panjang dan dalam di hatiku. Dia bersikap seakan diriku tidak pernah menjadi bagian istimewa dalam hidupnya, bahkan seakan tidak pernah mengenalnya. Sikapnya membuat diriku merasa tak berarti. Merasa terbuang.

Dulu, aku suka memandangi wajahnya lewat foto ataupun secara langsung. Namun sekarang, setiap kali memandangi wajahnya hatiku seakan teriris. Rasanya nyeri menusuk-nusuk hatiku saat ingatan itu membayang mataku. Kejadian itu membuat hatiku terluka amat dalam. Luka yang melenyapkan semua cinta yang kumiliki untuknya, dalam sekejap. 

Kini dia ada di hadapanku. Menatapku. Matanya nanar. Selama beberapa saat kami hanya saling memandang tanpa bisa berkata-kata. Aku memejamkan mata sesaat, berharap bayangannya segera menghilang Berharap ini semua hanyalah ilusi. Namun, saat aku kembali membuka mata, sosok itu masih ada di hadapanku. Masih menatapku dengan pandangan kosong. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya, tetapi aku tak menyangka dia masih memiliki pengaruh yang begitu kuat atas diriku. Dia masih sanggup membuat jantungku berdebar resah.Tiba-tiba saja aku bingung saat sebuah perasaan aneh merambat hatiku. Perasaan yang tidak aku pahami.

Aku menarik napas dalam-dalam, berusaha mengendalikan keresahanku. Berusaha menahan nyeri yang mulai merayapi hatiku saat luka yang tertinggal di sana mulai terkelupas, satu per satu.

Aku tak sanggup lagi meneruskan. Aku tak sanggup lagi menatap matanya. Aku takut... Takut tak dapat menguasai diri. Takut dinding yang melindungi hatiku roboh. Aku tidak ingin jatuh cinta lagi pada lelaki itu. Lelaki yang sudah menghancurkan cintaku. Aku berusaha menutup hatiku rapat-rapat dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin. Aku tak ingin dia menyentuhku lagi semudah yang pernah dia lakukan. Aku takkan membiarkannya memelukku seerat dulu.

Kulawan semua godaan yang menghampiri dan ingin pergi jauh-jauh darinya. Ku katakan sudah berhenti memikirkannya, tetapi aku sendiri ragu akan hal itu. Aku benci tak jujur kepadanya. Namun, lebih khawatir kalau dia akan membuatku jatuh cinta dan terluka lagi untuk kedua kalinya.




0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena