Minggu, 28 Juli 2013

Terwujud Nyata



Ada yang sempat memberi rasa, juga sedikit harapan kepada seseorang yang diam-diam memiliki perasaan padanya. Tapi, rasa yang diberi olehnya belum jelas kenyataannya, hanya samar-samar.

Ketika semua tanda yang diberikan nyaris pasti, yang tersisa hanyalah keberanian hati untuk mengeksekusi, sayangnya dia masih meminta waktu untuk menunggunya.

Mungkin tak ada aku di dasar hatimu. Tak pernah ada. Mungkin hal itu yang membuatmu sulit untuk memulai.

Kau memintaku untuk bersabar, meskipun aku tak tahu bersabar untuk apa yang kau maksud. Sampai detik ini pun aku masih menanam harapan jauh di dalam hatiku untuk menantimu, meskipun ada beberapa hal yang membuat kesabaranku perlahan ingin aku abaikan. 

Sepertinya, kau telah jatuh cinta kepada seseorang yang bukan aku. Semua perasaan yang selama ini kita simpan tak ada lagi di tempat yang seharusnya. Mungkin telah diabaikan… dan dilupakan.


Kata demi kata yang pernah ada diantara kita secara langsung dan diam-diam seperti menggambarkan sebuah kemungkinan untuk bersama, mengadakan penantian yang kemudian tak seharusnya dinanti. Karena yang dinanti sekarang telah semu, nyaris lenyap, tak memberikan tanda jika akan datang atau tidak.


Sekarang, apa yang semu telah terwujud nyata.
Ternyata lenyap.
Dan kebahagiaan darimu tidak tertuju untukku.
Selamat tinggal, kamu.
Semoga bahagia.
Read More

Minggu, 14 Juli 2013

Aku (Masih) Rindu

Sayang, apa kabar kau? Apa kau baik-baik saja? Apa kau masih tidur larut malam dan bangun saat adzan subuh berkumandang? Maafkan aku sayang. Beberapa bulan belakangan ini aku melupakan kau. Aku menyisihkan kau dari ingatan dan hatiku.

Sayang, aku masih sama seperti dulu. Masih sering tidur larut malam dan bangun telat. Aku masih sama seperti dulu, masih sering makan mie instan. Aku masih sama seperti dulu, makan makanan pedas sampai menangis. Aku masih sama seperti dulu, merindukan kau.

Sayang, aku rindu. Aku rindu tersenyum saat membaca pesan singkatmu saat aku membuka mata. Aku rindu melihat ekspresi gemas, ekspresi bahagia, ekspresi marah dan ekspresi cemburu yang susah payah kau sembunyikan tapi bisa aku lihat dengan jelas. Aku rindu berbincang-bincang denganmu. Rindu berbagi kebahagiaan dan kesedihan bersamamu. Rindu dengan gombalan-gombalanmu. Rindu dengan janjimu. Dan rindu dengan suaramu.

Sayang, begitu banyak yang ingin aku ceritakan kepadamu. Tentang aku yang sekarang sudah beranjak dewasa, tentang aku yang bingung memilih jurusan apa saat aku akan lulus nanti, tentang aku yang menjadi panitia di kegiatan rohis, tentang aku yang tak bisa tidur semalaman walaupun sudah aku paksakan untuk tidur dan tentang dia yang kini berada di posisimu dulu. Aku ingin menceritakan semuanya, segalanya. Aku ingin menceritakan apa yang kini tidak bisa kau lihat.

Sayang, entah apa kau membaca setiap tulisan yang aku tulis untukmu atau tidak. Entah apa kau merasa tulisan-tulisan ini untukmu atau bukan. Yang pasti, setiap aku menulis, aku selalu teringat kau, berharap kau membacanya dan berharap ada balasan rindu untukku.
Read More

Sabtu, 13 Juli 2013

I Trust You

Aku takut... Aku takut menatap matamu dan bertanya "cintakah kamu kepadaku"? Aku takut ketika melihat kesana dan aku bisa melihat sesuatu yang tidak bisa aku terima. Aku, kamu dan semua cerita ini hanya karanganmu saja.

Inikah yang kamu inginkan? Inikah yang kamu tulis di buku harianmu itu? Inikah cerita yang ingin kamu ceritakan kepada semua orang? Cerita konyol seorang gadis yang mencintaimu dan kamu melemparnya begitu saja?

Jangan... Jangan... Jangan pernah itu terjadi, aku mohon...
Aku percaya kepadamu, aku percaya dengan semua ucapanmu, aku percaya dengan semua gerak-gerikmu, aku percaya dengan omongan-omonganmu kepada orang lain dan dan aku percaya dengan kata "I Love You"  yang selalu kamu katakan.

Aku percaya kamu, karena aku mencintaimu...
Read More

Kamis, 11 Juli 2013

12 Juli 2013; Surprise!!!

00.00
12 Juli 2013

Daaann.............................SURRRRRPPPRIIISSEEEEEEE!!!!!!!
4 hari sudah cukup untuk kita saling mengoreksi diri. Sudah cukup untuk saling merindu. Sudah cukup untuk kita saling menangisi kepergian. Dan sudah cukup untuk saling memendam perasaan.

Aku memberi kejutan untukmu dengan memberi jawaban yang sejak kemarin kau tunggu. Jawaban yang seharusnya aku katakan hari Senin nanti, telah aku katakan hari ini. Aku tak menyangka kau bisa sebahagia ini mendengar jawaban yang aku berikan. Aku tak menyangka, sebesar itu perasaanmu sehingga sejak tadi kau terus menghujani handphoneku dengan pesan-pesan darimu.

Aku bahagia melihatmu sebahagia ini. Ternyata perasaanmu padaku masih sama, begitu pula dengan perasaanku padamu.
Read More

Selasa, 09 Juli 2013

10Juli 2013; Aku Menangis

Aku menangis. Entah untuk apa aku menangis. Apakah aku menangisimu atau aku menangisi diriku? Yang aku ingat, airmataku pernah jatuh karena hal yang sama, hari yang sama, jam yang sama tapi untuk orang yang berbeda.

Pertama, aku menangisimu. Aku menangisi janji kita. Janji yang kita ucapkan, janji yang kau ucapkan saat kau memelukku malam itu, janji yang aku ucapkan di sela-sela pembicaraan kita. Janji kita yang takkan pernah kita tepati. Janji yang hanya akan menjadi sebuah janji tanpa ada pembuktian nyata. Janji yang hanya bisa kita ucapkan beribu-ribu kali tapi akhirnya tak pernah kita buktikan dengan tindakan.

Lalu yang kedua, aku masih menangisimu. Menangisi kenangan kita. Kenangan yang susah payah kita ciptakan, akhirnya hanya akan menjadi kenangan hitam putih tanpa warna. Kenangan yang hanya akan menjadi foto lama saat kita sudah menemukan jalan hidup masing-masing. Kenangan yang dulu sering kita putar kembali dalam memori ingatan kita, akhirnya akan kita lupakan dan kita buang begitu saja.

Dan yang ketiga, aku menangisi diriku sendiri. Menangisi diriku yang masih saja menyimpan hati yang luka untukmu, menyimpan cinta yang besar untukmu dan menyimpan harapan untukmu. Sudah jelas terlihat tak ada 'kamu yang mencintaiku' dalam dirimu yang sekarang tapi aku masih saja menyimpan harapan untukmu. Aku masih saja menunggu kabarmu walaupun aku tahu takkan ada kabar darimu untukku hari ini. Aku masih saja menunggu kau bilang sayang padahal aku tahu kata sayang kini kau ucapkan untuk dirinya; kekasihmu yang baru.

Aku menangis. Entah untuk apa aku menangis. Airmataku tak punya kekuatan untuk membuatmu kembali padaku tapi airmataku memiliki kekuatan untuk mengahpus luka di hatiku walau hanya sedikit.



10 Juli 2013; hari pertama aku tanpa kamu.
Selamat berpuasa, semoga puasamu hari ini lancar.

Read More

Minggu, 07 Juli 2013

My Perfect Sunset

Tak pernah aku bermimpi akan bertemu denganmu dengan cara seperti ini. Bagiku, dirimu bukanlah sosok yang kuharapkan untuk datang. Menghampiri, lalu menawarkanku sejuta harapan, mengajakku tidak bosan tertawa dan setia menjadi sandaran sendu sedan tangisku.

Namun, di ujung sana, sosok yang sempurna menungguku dengan sabar. Menantiku merengkuhnya dengan beribu rasa rindu, memohonku dengan tulus untuk membuka pintu hati dan mengharap sapaan "sayang" kembali terucap dari bibirku.

Hatiku tak kuasa memilih, haruskah aku melupakanmu. Sekalipun kau yang mampu menyunggingkan senyum di wajahku, sekalipun kau yang menghapus air mata dari kedua pipiku dan sekalipun kau yang mampu mewarnai hidupku.




My perfect sunset...
Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena