Namun, di ujung sana, sosok yang sempurna menungguku dengan sabar. Menantiku merengkuhnya dengan beribu rasa rindu, memohonku dengan tulus untuk membuka pintu hati dan mengharap sapaan "sayang" kembali terucap dari bibirku.
Hatiku tak kuasa memilih, haruskah aku melupakanmu. Sekalipun kau yang mampu menyunggingkan senyum di wajahku, sekalipun kau yang menghapus air mata dari kedua pipiku dan sekalipun kau yang mampu mewarnai hidupku.
My perfect sunset...

0 komentar:
Posting Komentar