Jumat, 31 Agustus 2012

The New Part of Life

Then you're here. In my life, in the past 1 week. And I like you. I want you. And I want to be with you. I love the late night convos that still happening between us. I like talking with you. I like your eyes,your stomach and how you look deep into my eyes. I love you yesterday,today,tomorrow, and forever. I wish you are the answer for all of my questions. And I wish you're the light that will guide me home as long as you're able to guide. So, this is it. My feelings.

To the boy who play basketball, I love you.

Dan kamu akhirnya disini. Di dalam hidupku, 1 minggu terakhir. Dan aku suka kamu. Aku ingin kamu. Dan aku ingin bersama kamu. Aku suka percakapan malam kita. Aku suka bercakap-cakap denganmu.Aku suka matamu, perutmu :p dan caramu melihat mataku dalam-dalam. Aku mencintaimu kemarin,hari ini,besok,dan selamanya. Aku harap, kamu adalah jawaban dari semua pertanyaanku. Dan aaku juga berharap,kamu adalah cahaya yang akan menjagaku pulang ke rumah selama kamu masih bisa menjagaku. Dan, inilah dia. Perasaanku.

Untuk pria yang bermain basket, Aku mencintaimu.
Read More

Rabu, 15 Agustus 2012

"Bintang di Bulan September"

Maaf.
Maaf karena ternyata aku tak bisa mempertahankan posisi hatiku.
Saat ini aku telah berpaling dan menghapus segala tentangmu. 
Kau dan aku bagaikan hujan dan teduh, kau dan aku ditakdirkan bertemu tapi tidak bersama dalam perjalanan.
Read More
 Rasa ini...


Entah sudah sejak kapan rasa ini bersarang di hatiku. Entah sudah sejak kapan, aku merasakan degup ini. Entah sudah sejak kapan aku menunggu kehadiranmu. Entah sudah sejak kapan, aku gelisah saat aku tak melihat bayangmu. Entah sudah sejak kapan, jantungku berdegup cepat saat mendengar suaramu. Entah sudah sejak kapan...aku mencintaimu.

Waktu memang selalu memberi kejutan kepada siapapun termasuk aku. Kau yang tak pernah kupikirkan, kini menjadi satu-satunya hal yang selalu kupikirkan. Kenyataannya, aku selalu memikirkanmu. Kau yang selalu melintas dalam benakku. Seseorang yang tanpa sadar aku cari dan kau; seseorang yang membuat perasaanku kacau balau. Tapi sayang, sepertinya rasa ini hanya kurasakan sendiri. Dan mungkin, aku akan mencintaimu dalam diam.

Mungkin kau tidak tahu kalau diam-diam aku selalu memperhatikanmu, menunggumu, mencarimu, merindukanmu dan apapun yang dilakukan seseorang ketika sedang jatuh cinta. Aku bingung. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan agar kau bisa melihatku.

Aku ingin memulai percakapan denganmu. Tapi aku tak tahu apa yang harus kukatakan kepadamu untuk memulai segalanya. Aku terlalu bodoh untuk hal seperti ini. Aku hanya bisa menunggu tanpa bisa memulainya terlebih dulu. Karena ada kalanya, mengawali sesuatu itu begitu sulit.

Ku biarkan semuanya mengalir seperti air karena aku hanya ingin menikmatinya saja dulu. Aku yakin suatu saat nanti, cinta yang akan berbicara.

Tapi, walaupun aku sudah membiarkan semua ini mengalir seperti air, aku ingin bertanya kepadamu, menurutmu apakah nanti-suatu saat nati, rasa ini akan terbalas? Atau mungkin, apa rasa ini akan hilang seiring berjalannya waktu?




"Apa yang harus aku lakukan agar kau bisa melihatku?"
 
Read More

Selasa, 14 Agustus 2012

Penentuan Penantian.

Penantianku sudah 2 bulan. 16 Juni-14 Agustus. Apakah oenantianku akan terjawab esok hari?
Apakah kamu akan berada di depanku nanti? Adakah kata yang akan diutarakan dari mulutmu diantara kita? Apa yang akan terjadi besok?

Aku berharap aku bisa melepas rinduku. 2 bulan itu waktu yang sangat lama bagi orangyg mencintai dalam diam. Tapi dilain sisi aku juga tak ingin berharap banyak. Apa yang terjadi,terjadilah.
Read More

Selasa, 07 Agustus 2012

Terima kasih Tuhan untuk hari ini.

Hari ini dibuka dengan hati yang berdegup cepat tanpa ku tahu apa yang menyebabkan jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Hari ini, seperti biasanya aku bangun kesiangan dan datang terlambat ke sekolah. Sudah beberapa hari ini aku selalu bangun kesiangan dan terlambat tiba di sekolah. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya karena bukan hanya aku saja yang sering terlambat, masih banyak siswa-siswi yang lainnya yang datang terlambat seperti diriku.

Aku merasa ada yang berbeda dengan hari ini. Tapi lagi-lagi aku tak tahu apa yang membuatku berpikir kalau hari ini berbeda dengan hari-hari yang lainnya.

Tak kusangka pagi ini aku bisa mendapat kesempatan lagi melihat wajahnya. Hari ini, pagi ini, aku bertemu dengannya. Saat itu aku sedang berjalan menuju kelasku dan dia sedang berdiri bersama seorang temannya di tangga samping kelasku. Awalnya aku tak tahu apa aku harus menyapanya atau tidak memedulikannya. Hatiku berdegup semakin cepat saat aku sudah berada sangat dekat dengannya. Dan tanpa ku sangka, saat aku melewatinya dan temannya, dia menyapaku...dia...menyapaku dan otomatis aku menyapanya dan tersenyum lalu segera berlari kecil ke kelas untuk menutupi senyum yang tiba-tiba saja muncul di wajahku. Aku bahagia...

Beberapa kali aku melihat dia lewat di depan kelasku seperti biasanya. Lagi-lagi dia sibuk. Dia memang laki-laki yang sangat bertanggung jawab dan aku suka itu.

Saat pulang sekolah, tak kusangka aku mendapat kesempatan lagi melihat wajahnya. Setiap kali aku bertemu dengannya, aku tak tahu harus berbuat apa. Aku malu, aku gugup, aku takut... Padahal dulu aku sudah berjanji kepadanya kalau aku bertemu dengannya, aku akan segera menyapanya. Tak peduli bila dia membalas sapaanku atau tidak. Tapi kenyataanya aku malah takut untuk menyapanya terlebih dulu. Aku hanya takut terlihat bodoh di hadapannya. Itu saja.

Betapa ingin kupeluk dirinya, meluapkan segala rasa yang terpendam selama ini dan meleburkan kerinduan yang sudah membeku. Tapi apa daya... Untuk menyapanya saja aku tak mampu.

Aku berjalan menuju sekolah untuk mengambil tas ku yang kutinggalkan di kelas. Saat diperjalanan, aku bertemu lagi dengannya. Kali ini temanku memanggilnya dan tak ku sangka dia mengangkat tangannya ke depan wajahku dan entah aku mendapat tenaga dan keberanian darimana, aku segera mengangkat tanganku dan menyentuh tangannya. Sudah lama aku tidak menyentuhnya. Hari ini, siang ini, aku mendapat kesempatan untuk menyentuhnya lagi. Aku bahagia!!!

Sampai malam menjemput, kejadian itu masih tersimpan rapi di memori ingatanku. Tak ku lupakan setiap detik saat aku dan dia bertemu. Andai saja dia tahu betapa bahagianya aku bisa menyentuh dirinya. Andai dia tahu bagaimana rasanya ketika jantung ini terasa ingin keluar dari tempatnya saat dia menyapaku. Andai dia tahu betapa gugupnya aku saat melihat dirinya. Andai dia tahu...bahwa perasaanku masih sama seperti dulu...

Aku berharap, waktu bisa memperbaiki semuanya. Karena aku yakin, waktu selalu memberi kejutan kepada siapapun.


Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu
Bintang di bulan September!


Read More

Senin, 06 Agustus 2012

HAPPY ANNIVERSARY! 

Happy anniversary! Maaf aku baru mengucapkan selamat hari ini. Seharusnya, aku mengucapkan hal itu 2hari yang lalu pada tanggal 4 Agustus. Tapi, ya kau tahu pada tanggal itu aku sedang tidak di rumah karena sedang mengikuti satu kegiatan yang tidak diperbolehkan peserta membawa alat-alat teknologi dan komunikasi kecuali handphone. Aku juga tidak mengucapkannya lewat sms ataupun telepon karena alasannya simple. Aku tidak ingin mengganggumu karena 'happy anniversary' tidak ada artinya lagi bagimu karena kita berdua sudah lama memisahkan diri. Besar kemungkinan kalau kau lupa dengan hari dimana aku dan kau memutuskan untuk bersatu dan menjadi kita.

Masih jelas dalam ingatanku saat malam itu kita bercakap-cakap lewat blackberry messenger sampai tengah malam bahkan lewat tengah malam. Sayang, aku melupakan pukul berapa percakapan kita berakhir. Yang aku ingat, percakapan kita berakhir dengan kebahagiaan. Berakhir dengan cinta dan kasih sayang yang ternyata sudah lama bersarang di hati kau dan aku. Malam itu...aku dan kau memutuskan untuk bersatu dan menjadi kita. Malam yang kini berada dalam daftar kenangan tersulit dilupakan. Malam itu, Minggu 04 September 2011...

Belum lama kebahagiaan itu aku miliki, kau sudah merebutnya lagi. Hari itu. Hari dimana kamu memutuskan untuk memisahkan diri dariku. Hari yang tak bisa kulupakan setiap detik kejadiannya. Hari itu juga, kini masuk dalam daftar kenangan tersulit dilupakan karena hari itu...aku bisa merasakan sakitnya kehilangan yang sudah lama tak kurasakan.

Sebulan saja kita merayakan hari bersatunya cinta kita berdua. Dan bulan-bulan selanjutnya, aku dan kau merayakannya sendiri-sendiri. Mungkin lebih tepatnya, hanya aku saja yang merayakannya karena kenyataannya kau tak pernah perduli dengan hari bersatunya cintamu dan cintaku---cinta kita.

Sudah 10 bulan aku dan kau memutuskan untuk berpisah dan menjalani hidup masing-masing. Tak kusangka, ternyata cinta dan hati ini masih milikmu. Awalnya kupikir aku sudah melupakan dirimu. Tapi ternyata aku salah. Disaat sepi datang menghampiriku, yang ada di pikiranku hanyalah dirimu. Entah mengapa aku masih mencintai dan menunggu hadirmu. Aku tak tahu, apakah kau masih punya rasa yang sama terhadapku, atau perasaan yang aku rasakan ini hanya ada pada diriku.

Aku tahu dan aku mengerti, sangat-sangat mengerti mengapa waktu itu kita harus berpisah. Mengapa waktu itu kau memilih untuk berpisah denganku disaat ku mulai membuka hatiku untuk dirimu karena semua orang punya alasan untuk melakukan sesuatu. Berbeda. Ya, itulah satu-satunya alasan mengapa kau dan aku berpisah. Kau dan aku berpisah dan kita berdua takkan pernah menjadi satu karena kita berdua berbeda. Sebesar apapun perjuangan kita untuk menyatukan perbedaan itu.

Hari itu, disaat kita resmi memisahkan diri dari cinta, seketika jantungku seolah gugur. Meninggalkan tubuh tanpa detak dan membiarkan aku mati sesaat. Aku lemah. Sangat lemah. Kekuatanku untuk berbicara bagai dirampas. Kenyataan ini sepahit kopi tanpa gula. Kini kepergiannya membawa luka-luka di hati yang menganga hebat dan bersimbah darah. Tak kusangka kau telah memporak-porandakan cinta yang kita bangun beberapa bulan yang lalu. Sekuat tenaga aku berusaha menata hati ini yang kacau-balau karenamu. Harapan yang selama ini ku pegang erat, kini satu per satu berguguran. Hatiku melepuh. Berdarah. Dan aku merana.

Aku sadar, kenyataan ini tak sepantasnya mendapat penjelasan lagi. Setelah hari itu, saat aku melihat dan menatap wajahmu, bekas-bekas luka itu kembali menganga dan air mata berderai tanpa henti. Ini pahit! Satu per satu potongan episode bersamamu bergulir-gulir dalam kepalaku. Di mana setiap potongannya meninggalkan nganga luka panjang, berdarah, membuat dada nyeri dan sesak. Potongan itu begitu saja menghampiri ruang ingatan tanpa mampu aku hentikan. Semua terlalu indah untuk kulupakan dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak melupakanmu melainkan mencoba merelakanmu.

Andai saja kau tahu, aku akan berusaha mempertahankan hatiku tetap pada posisinya. Seperti dulu, saat kita memutuskan untuk bersatu.

HAPPY ANNIVERSARY, SAYANG! Meski aku tahu cinta tak pernah berjalan mulus, tak pernah berjalan sesuai keinginan kita. Aku tahu, takut kehilanganmu itu sia-sia karena saat ini aku sudah kehilanganmu, bahkan sudah sejak lama aku hidup tanpa cintamu. Tapi setidaknya, dengan memberi sesuatu, itu bisa menunjukkan kalau kita pernah melewati masa-masa indah. Masa-masa yang menggembirakan. Masa-masa yang memberi warna dalam hidup kita masing-masing. Terima kasih sayang untuk 1 bulan yang kita gunakan untuk merangkai cintaku, cintamu dan cinta kita. Dan terima kasih sayang untuk 10 bulan yang kita-mungkin aku-gunakan untuk menata kembali cinta dan hatiku yang sempat hancur karenamu.

Aku sadar, sepertinya aku bukan potongan hatimu. Kubiarkan waktu yang akan memperbaiki semuanya. Sesakit dan seberat apapun masalah itu, aku berusaha untuk tetap berpikir jernih. Kini aku sadar, hatimu sudah tidak kumiliki lagi dan akan kubiarkan kau memilih cinta yang akan menghuni rumah hatimu...karena cinta tak pernah mengenal paksaan.

Sekali lagi aku ingin mengatakan happy anniversary, sayang! Aku rindu padamu. Tidak bisakah kau mengirimiku satu pesan saja yang mengatakan kalau kau merindukanku? Walau ku tahu...itu takkan pernah kau lakukan. Tapi apa salahnya berharap? Karena mungkin...itu adalah harapan terakhirku untukmu sebelum akhirnya, aku benar-benar merelakanmu pergi meninggalkan cinta dan hatiku.


HAPPY ANNIVERSARY, BINTANG DI BULAN SEPTEMBER! :*
Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu.


Read More

Rabu, 01 Agustus 2012

Apa aku boleh memiliki seseorang yang aku cintai? 
Tapi...apa yang bisa kuberikan kepada orang yang aku cintai selain cinta?

Malam ini, langit terlihat gelap tanpa cahaya bintang. Sudah beberapa hari ini aku mencoba tuk menjauh. Aku terus melangkahkan kakiku jauh dan terus menjauh. Aku tersadar, tak ada yang bisa kuberikan untuk orang yang aku cintai selain cinta yang saat ini aku genggam dan sedang berkobar-kobar dalam hatiku. Apa salah jika aku memendam perasaan ini? Apa benar jika aku memendam perasaan ini? Aku tak tahu mana yang benar dan mana yang salah jika itu sudah menyangkut tentang dirimu. Bagiku, semua hal yang menyangkut dirimu adalah benar dan semua hal yang tidak menyangkut dirimu adalah salah.

Kita tak pernah tahu bagaimana cara cinta bekerja. Kita hanya diperbolehkan merasakan kehadirannya dan menikmatinya sepenuh hati. Aku tahu, aku tak bisa mengelak bahwa aku mencintaimu lagi karena bagaimanapun usahaku untuk mengelak, hal itu takkan pernah berhasil.

Aku bingung. Bagaimana bisa perasaan itu datang lagi dan mengisi hatiku yang kosong? Padahal sebelumnya aku yakin...sangat yakin bahwa aku sudah tak punya perasaan apa-apa kepadamu. Tapi entah mengapa dan entah sudah sejak kapan perasaan itu hadir di hatiku dan aku baru menyadarinya setelah kini kau mulai berubah.

Bagaimana bisa aku merindukanmu yang jelas-jelas tak pernah merindukanku setelah kita memutuskan untuk berpisah. Wajahmu seolah-olah tertinggal dalam ingatanku dan aku tak pernah tahu bagaimana caranya menghilangkan wajahmu dari ingatanku. Suaramu begitu sering menggema-gema dalam kepalaku. Gerak tubuhmu selalu mengusik pikiranku, tetapi aku suka hal itu karena itu semua membuatku bahagia. Saat aku tak melihatmu, ada gejolak rasa ingin bertemu. Tiba-tiba saja, hadir harapan untuk lebih dekat lagi denganmu. Aku ingin lebih lama lagi bersamamu dan aku ingin berbincang-bincang denganmu lagi. Apakah ini bisa kusebut cinta setelah apa yang kau lakukan kepadaku saat ini, yang sudah membuatku menunggu dan berharap lebih banyak atas perhatian-perhatianmu? Tolong, beri aku satu jawaban atas segala harapan-harapan yang ada pada hati dan pikiranku yang kini ku tujukan hanya untuk dirimu seorang.

Mungkin aku belum bisa melupakan dirimu seutuhnya karena kini aku memiliki perasaan yang luar biasa kepadamu dan aku tak bisa menghapus ataupun mencampakkan perasaanku itu begitu saja. Maka dari itu, aku lebih memilih untuk menikmatinya saja saat ini karena suatu saat nanti, cinta yang akan berbicara.

Satu hal saja yang saat ini ingin ku katakan kepadamu; terkadang aku ingin menjadi seperti anak-anak dibanding menjadi orang dewasa. Aku ingin menjadi seperti anak-anak, karena anak-anak cenderung mengatakan apa yang dirasakannya. Sementara orang dewasa, mereka cenderung memendam sekian lama apa yang dirasakannya.


Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu.
Kamu; bintang di bulan September yang menerangi gelap malamku.
Read More
"Jika takdirku bisa ku tentukan, aku lebih memilih untuk tidak jatuh cinta." - F
Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena