Hari ini dibuka dengan hati yang berdegup cepat tanpa ku tahu apa yang menyebabkan jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Hari ini, seperti biasanya aku bangun kesiangan dan datang terlambat ke sekolah. Sudah beberapa hari ini aku selalu bangun kesiangan dan terlambat tiba di sekolah. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya karena bukan hanya aku saja yang sering terlambat, masih banyak siswa-siswi yang lainnya yang datang terlambat seperti diriku.
Aku merasa ada yang berbeda dengan hari ini. Tapi lagi-lagi aku tak tahu apa yang membuatku berpikir kalau hari ini berbeda dengan hari-hari yang lainnya.
Tak kusangka pagi ini aku bisa mendapat kesempatan lagi melihat wajahnya. Hari ini, pagi ini, aku bertemu dengannya. Saat itu aku sedang berjalan menuju kelasku dan dia sedang berdiri bersama seorang temannya di tangga samping kelasku. Awalnya aku tak tahu apa aku harus menyapanya atau tidak memedulikannya. Hatiku berdegup semakin cepat saat aku sudah berada sangat dekat dengannya. Dan tanpa ku sangka, saat aku melewatinya dan temannya, dia menyapaku...dia...menyapaku dan otomatis aku menyapanya dan tersenyum lalu segera berlari kecil ke kelas untuk menutupi senyum yang tiba-tiba saja muncul di wajahku. Aku bahagia...
Beberapa kali aku melihat dia lewat di depan kelasku seperti biasanya. Lagi-lagi dia sibuk. Dia memang laki-laki yang sangat bertanggung jawab dan aku suka itu.
Saat pulang sekolah, tak kusangka aku mendapat kesempatan lagi melihat wajahnya. Setiap kali aku bertemu dengannya, aku tak tahu harus berbuat apa. Aku malu, aku gugup, aku takut... Padahal dulu aku sudah berjanji kepadanya kalau aku bertemu dengannya, aku akan segera menyapanya. Tak peduli bila dia membalas sapaanku atau tidak. Tapi kenyataanya aku malah takut untuk menyapanya terlebih dulu. Aku hanya takut terlihat bodoh di hadapannya. Itu saja.
Betapa ingin kupeluk dirinya, meluapkan segala rasa yang terpendam selama ini dan meleburkan kerinduan yang sudah membeku. Tapi apa daya... Untuk menyapanya saja aku tak mampu.
Aku berjalan menuju sekolah untuk mengambil tas ku yang kutinggalkan di kelas. Saat diperjalanan, aku bertemu lagi dengannya. Kali ini temanku memanggilnya dan tak ku sangka dia mengangkat tangannya ke depan wajahku dan entah aku mendapat tenaga dan keberanian darimana, aku segera mengangkat tanganku dan menyentuh tangannya. Sudah lama aku tidak menyentuhnya. Hari ini, siang ini, aku mendapat kesempatan untuk menyentuhnya lagi. Aku bahagia!!!
Sampai malam menjemput, kejadian itu masih tersimpan rapi di memori ingatanku. Tak ku lupakan setiap detik saat aku dan dia bertemu. Andai saja dia tahu betapa bahagianya aku bisa menyentuh dirinya. Andai dia tahu bagaimana rasanya ketika jantung ini terasa ingin keluar dari tempatnya saat dia menyapaku. Andai dia tahu betapa gugupnya aku saat melihat dirinya. Andai dia tahu...bahwa perasaanku masih sama seperti dulu...
Aku berharap, waktu bisa memperbaiki semuanya. Karena aku yakin, waktu selalu memberi kejutan kepada siapapun.
Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu
Bintang di bulan September!

0 komentar:
Posting Komentar