Tapi...apa yang bisa kuberikan kepada orang yang aku cintai selain cinta?
Malam ini, langit terlihat gelap tanpa cahaya bintang. Sudah beberapa hari ini aku mencoba tuk menjauh. Aku terus melangkahkan kakiku jauh dan terus menjauh. Aku tersadar, tak ada yang bisa kuberikan untuk orang yang aku cintai selain cinta yang saat ini aku genggam dan sedang berkobar-kobar dalam hatiku. Apa salah jika aku memendam perasaan ini? Apa benar jika aku memendam perasaan ini? Aku tak tahu mana yang benar dan mana yang salah jika itu sudah menyangkut tentang dirimu. Bagiku, semua hal yang menyangkut dirimu adalah benar dan semua hal yang tidak menyangkut dirimu adalah salah.
Kita tak pernah tahu bagaimana cara cinta bekerja. Kita hanya diperbolehkan merasakan kehadirannya dan menikmatinya sepenuh hati. Aku tahu, aku tak bisa mengelak bahwa aku mencintaimu lagi karena bagaimanapun usahaku untuk mengelak, hal itu takkan pernah berhasil.
Aku bingung. Bagaimana bisa perasaan itu datang lagi dan mengisi hatiku yang kosong? Padahal sebelumnya aku yakin...sangat yakin bahwa aku sudah tak punya perasaan apa-apa kepadamu. Tapi entah mengapa dan entah sudah sejak kapan perasaan itu hadir di hatiku dan aku baru menyadarinya setelah kini kau mulai berubah.
Bagaimana bisa aku merindukanmu yang jelas-jelas tak pernah merindukanku setelah kita memutuskan untuk berpisah. Wajahmu seolah-olah tertinggal dalam ingatanku dan aku tak pernah tahu bagaimana caranya menghilangkan wajahmu dari ingatanku. Suaramu begitu sering menggema-gema dalam kepalaku. Gerak tubuhmu selalu mengusik pikiranku, tetapi aku suka hal itu karena itu semua membuatku bahagia. Saat aku tak melihatmu, ada gejolak rasa ingin bertemu. Tiba-tiba saja, hadir harapan untuk lebih dekat lagi denganmu. Aku ingin lebih lama lagi bersamamu dan aku ingin berbincang-bincang denganmu lagi. Apakah ini bisa kusebut cinta setelah apa yang kau lakukan kepadaku saat ini, yang sudah membuatku menunggu dan berharap lebih banyak atas perhatian-perhatianmu? Tolong, beri aku satu jawaban atas segala harapan-harapan yang ada pada hati dan pikiranku yang kini ku tujukan hanya untuk dirimu seorang.
Mungkin aku belum bisa melupakan dirimu seutuhnya karena kini aku memiliki perasaan yang luar biasa kepadamu dan aku tak bisa menghapus ataupun mencampakkan perasaanku itu begitu saja. Maka dari itu, aku lebih memilih untuk menikmatinya saja saat ini karena suatu saat nanti, cinta yang akan berbicara.
Satu hal saja yang saat ini ingin ku katakan kepadamu; terkadang aku ingin menjadi seperti anak-anak dibanding menjadi orang dewasa. Aku ingin menjadi seperti anak-anak, karena anak-anak cenderung mengatakan apa yang dirasakannya. Sementara orang dewasa, mereka cenderung memendam sekian lama apa yang dirasakannya.
Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu.
Kamu; bintang di bulan September yang menerangi gelap malamku.

0 komentar:
Posting Komentar