Sabtu, 29 Desember 2012

Maksud diamku.

Aku sayang, tapi aku diam.
Aku marah, tapi aku diam.
Aku terluka, tapi aku diam.
Aku benci, tapi aku diam.

Aku diam karena kau tuli.
Aku diam karena kau tak pernah mendengarkanku.
Aku diam karena tak ada yang harus aku katakan.

Aku diam karena kau tak pernah percaya padaku, bahkan saat aku mengatakan aku mencintaimu.
Read More
Kenapa rasa sayang itu harus ditunjukkan dengan kata-kata? Tidak semua orang mampu menyampaikan maksudnya dengan kata-kata. Hanya dengan sikap dan perilaku, seseorang sudah cukup mampu menyampaikan rasa sayangnya kepada setiap orang. Termasuk kepada orangtua kita sendiri. 

Terkadang, anak tidak mampu mengutarakan rasa sayangnya kepada orangtua karena mereka tidak sanggup mengatakan rasa sayangnya. Tetapi di lain sisi, mereka juga sulit bersikap seolah-olah mereka menyayangi orangtua mereka. Di jaman seperti ini, tidak sedikit anak yang tidak bisa memberi kasih sayang yang sepadan dengan usaha orangtuanya untuk mendidik anak itu.

Coba kita bayangkan betapa orangtua kita selalu mau memberi apa yang kita butuhkan, selalu menyayangi kita, menjaga kita dengan baik meskipun kita sering membuat mereka bersedih. Kita tidak pernah tahu apa yang mereka pikirkan, tetapi mereka juga manusia. Pasti mereka akan sedih, melihat anak yang telah dididik sejak kecil mulai pergi menjauh dari mereka dan lebih dekat dengan orang lain.

Mulai saat ini, coba buat orangtua kita bahagia dengan usaha sekecil apapun itu. Coba kita hargai semua usaha yang telah diberikan orangtua kita, sebelum semuanya terlambat dan sebelum kita kehabisan kesempatan untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita juga menyayangi mereka.
Read More

Selasa, 18 Desember 2012

Selamat Tinggal

Bom waktu itu sebentar lagi akan meledak. Hanya dalam hitungan beberapa jam, kau akan pergi jauh meninggalkan aku sendiri. Kau akan membawa pergi semua ragamu, dan meninggalkan berjuta kenangan. Kenangan kita di kota ini. Dimana semua lampu jalanan, trotoar, dan pohon-pohon menjadi saksi bisu betapa kita saling menyayangi. Banyak hal yang telah kita lalui bersama. Kita tertawa bersama, kita juga menangis bersama. Masih ingatkah ketika kita sama-sama menangis terisak? Aku di pundakmu, dan kau di pundakku. Masih ingatkah semua kejadian konyol yang terjadi di antara kita? Ya, semua hal itu adalah kenangan-kenangan yang akan segera kau tinggalkan disini, bersamaku. Aku akan kehilangan wujudmu untuk waktu yang lama. Mataku tak akan lagi menatapmu di sekolah, tempat kita selalu bertemu.

Aku senang, bisa menghabiskan waktu-waktu terakhir kita dengan hal-hal yang sangat berarti buatku. Entah itu pertengkaran, tangis, tawa.. Aku takkan lupa ketika kita berdua selalu terjaga hingga pagi, menghabiskan waktu lewat telepon, berbicara tanpa point yang jelas. Aku sangat menikmati waktu bersama kita. Aku tidak tahu kapan aku akan merasakannya lagi. Sungguh, aku belum siap untuk jauh-jauh darimu.

Betapa beruntungnya orang yang saat ini bisa menikmati kehadiran orang-orang yang mereka sayangi, tanpa harus khawatir untuk tidak merasakan kehadiran mereka. Tapi sayang, banyak orang yang belum mengerti artinya kehilangan sehingga mereka menyia-nyiakan waktu dan jarak yang dekat yang mereka miliki saat ini. Mereka tidak tahu di tempat lain, ada orang yang sangat membutuhkan waktu bersama tanpa khawatir akan jarak yang akan terbentang. Kenapa masih saja ada orang yang bisa dekat tetapi malah membuat jarak untuk berjauhan? Kenapa mereka tidak tahu kalau jarak itu sangat berarti?  Mungkin mereka akan sadar jika mereka merasakan apa yang tengah kita rasakan saat ini.

Jaga hatimu disana. Jangan lupakan aku, dan semua kenangan kita. Jangan lupakan janji yang kita buat bersama.  Aku akan sangat-sangat merindukanmu dan aku masih akan menantimu di kota ini. 

Selamat tinggal, cinta.
Semoga kita bisa bertemu lagi nanti.
Best regards, your endless love.
Read More

Jumat, 09 November 2012

Mencintai Dalam Diam

Dia. Lelaki yang kini kucintai atau lebih tepat lagi pria yang kini sedang kucintai dalam diam.
Dia. Lelaki yang kurasa mulai mengisi hatiku dalam jangka waktu yang pendek.
Dia. Lelaki yang duduk di pojok kelas namun berada di tengah-tengah hatiku.
Dia. Lelaki yang dulunya biasa saja bagiku, namun kini menjadi sangat luar biasa bagiku.


Mungkin benar kata pepatah yang mengatakan, "benci dan cinta itu beda tipis."


Mencintai dalam diam itu rasanya sakit! Mencintai dalam diam adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan, lebih bodoh daripada aku tak membuat PR. Tapi, apakah perasaan yang selama ini kupendam dalam diam bisa kuutarakan kepadanya? Apa bisa?


Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan. Apakah dia seseorang yang Tuhan ciptakan untuk mendampingiku? Aku berharap, sangat-sangat berharap kalau dia, pria yang berada di pojok sana, adalah pria yang bisa meramaikan hatiku yang sepi ini.


Aku tak tahu apa yang selanjutnya akan terjadi di kehidupanku. Apakah nanti dia yang akan berdiri disampingku, berjanji untuk bersamaku sehidup semati di depan pendeta nanti atau mungkin dia bukanlah orang yang tepat. Entahlah...

Mungkin aku bermimpi terlalu jauh. Mungkin khayalanku terlalu tinggi. Terkadang aku merasa bahwa dia masih menyukai mantannya dan jika aku memikirkan hal itu, aku merasa tidak berguna lagi. Terkadang aku cemburu melihatnya bercanda dengan perempuan lain. Aku berpikir, kapan aku bisa seperti itu dengan dia sebagai peremnpuan yang spesial baginya. Aku berharap, aku bisa berada di tengah-tengah hatinya seperti dia berada di tengah-tengah hatiku.


Aku hanya ingin dia mencintaiku apa adanya dan tulus dari dalam hatinya...



Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena