Jumat, 09 November 2012

Mencintai Dalam Diam

Dia. Lelaki yang kini kucintai atau lebih tepat lagi pria yang kini sedang kucintai dalam diam.
Dia. Lelaki yang kurasa mulai mengisi hatiku dalam jangka waktu yang pendek.
Dia. Lelaki yang duduk di pojok kelas namun berada di tengah-tengah hatiku.
Dia. Lelaki yang dulunya biasa saja bagiku, namun kini menjadi sangat luar biasa bagiku.


Mungkin benar kata pepatah yang mengatakan, "benci dan cinta itu beda tipis."


Mencintai dalam diam itu rasanya sakit! Mencintai dalam diam adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan, lebih bodoh daripada aku tak membuat PR. Tapi, apakah perasaan yang selama ini kupendam dalam diam bisa kuutarakan kepadanya? Apa bisa?


Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan. Apakah dia seseorang yang Tuhan ciptakan untuk mendampingiku? Aku berharap, sangat-sangat berharap kalau dia, pria yang berada di pojok sana, adalah pria yang bisa meramaikan hatiku yang sepi ini.


Aku tak tahu apa yang selanjutnya akan terjadi di kehidupanku. Apakah nanti dia yang akan berdiri disampingku, berjanji untuk bersamaku sehidup semati di depan pendeta nanti atau mungkin dia bukanlah orang yang tepat. Entahlah...

Mungkin aku bermimpi terlalu jauh. Mungkin khayalanku terlalu tinggi. Terkadang aku merasa bahwa dia masih menyukai mantannya dan jika aku memikirkan hal itu, aku merasa tidak berguna lagi. Terkadang aku cemburu melihatnya bercanda dengan perempuan lain. Aku berpikir, kapan aku bisa seperti itu dengan dia sebagai peremnpuan yang spesial baginya. Aku berharap, aku bisa berada di tengah-tengah hatinya seperti dia berada di tengah-tengah hatiku.


Aku hanya ingin dia mencintaiku apa adanya dan tulus dari dalam hatinya...



0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena