Dulu kita tak bosan untuk melihat satu sama lain...
Dulu kita selalu bersama, selalu berjuang dalam pertengkaran...
Dulu kita selalu ada waktu untuk mendegarkan isi hati masing-masing...
Dulu waktu kita habis hanya untuk kita berdua...
Tapi...
Semua berubah, waktu telah berubah dan tempat kita berada pun berbeda dan pada akhirnya kita dipisahkan...
Aku sering bertanya-tanya, apakah kita jodoh? Apakah kau milikku selamanya dan aku milikmu selamanya? Atau mungkin, kita tak ditakdirkan untuk berjodoh? Tidak ditakdirkan untuk bersatu? Aku selalu bingung dengan semua pertanyaan ini yang entah kapan akan terjawab.
Sayang, andai kamu tahu betapa aku takut...takut kehilanganmu.
Sayang, aku merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu... merindukan semua tentangmu dan merindukan semua tentang kita. Aku rindu candamu, tawamu, amarahmu, senyummu, dan semua tingkah lakumu yang bodoh...
Aku merindukan mereka... Iya, mereka...
Kini kau asik dengan duniamu dan melupakan aku disini. Mungkin kamu lebih nyaman dengan kehidupan barumu sehingga aku dilupakan...
Sayang, betapa aku merindukanmu...
Merindukan semua yang terjadi di antara kita...
Mengingat dulu tak ada jarak di antara kita, kini semakin hari jarak itu semakin terasa.
Semakin hari kau semakin jauh dan semakin hari aku tak bisa merengkuhmu...
Read More
Dulu kita selalu bersama, selalu berjuang dalam pertengkaran...
Dulu kita selalu ada waktu untuk mendegarkan isi hati masing-masing...
Dulu waktu kita habis hanya untuk kita berdua...
Tapi...
Semua berubah, waktu telah berubah dan tempat kita berada pun berbeda dan pada akhirnya kita dipisahkan...
Aku sering bertanya-tanya, apakah kita jodoh? Apakah kau milikku selamanya dan aku milikmu selamanya? Atau mungkin, kita tak ditakdirkan untuk berjodoh? Tidak ditakdirkan untuk bersatu? Aku selalu bingung dengan semua pertanyaan ini yang entah kapan akan terjawab.
Sayang, andai kamu tahu betapa aku takut...takut kehilanganmu.
Sayang, aku merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu... merindukan semua tentangmu dan merindukan semua tentang kita. Aku rindu candamu, tawamu, amarahmu, senyummu, dan semua tingkah lakumu yang bodoh...
Aku merindukan mereka... Iya, mereka...
Kini kau asik dengan duniamu dan melupakan aku disini. Mungkin kamu lebih nyaman dengan kehidupan barumu sehingga aku dilupakan...
Sayang, betapa aku merindukanmu...
Merindukan semua yang terjadi di antara kita...
Mengingat dulu tak ada jarak di antara kita, kini semakin hari jarak itu semakin terasa.
Semakin hari kau semakin jauh dan semakin hari aku tak bisa merengkuhmu...
