Senin, 17 November 2014

Terima kasih karena dulu kau pernah mengetuk pintu hatiku.
Terima kasih karena dulu kau pernah masuk ke dalam hatiku.
Terima kasih karena dulu kau membantuku tuk bangkit.
Terima kasih karena dulu kau membuat aku merasa berharga.
Terima kasih karena dulu kau membuat aku sebagai prioritasmu.
Terima kasih karena dulu kau selalu ada saat aku membutuhkanmu.

Terima kasih atas cintamu...
Terima kasih atas kasih sayangmu...
Terima kasih atas kesediaanmu untuk menungguku...
Terima kasih atas waktumu...
Terima kasih atas pengorbananmu...

Terima kasih atas segalanya walau aku tau semua yang kau berikan adalah sesuatu yang tak nyata...



8.
Aku tau kau tak benar-benar merindukanku. 
Tapi saat "Aku rindu kamu" itu keluar dari bibirmu,
aku berharap kau benar-benar merindukanku.



Read More

Jumat, 14 November 2014

Akhir-akhir ini aku merindukanmu. Dadaku terasa sesak jika aku mengingatmu. Airmata selalu jatuh membasahi pipi saat aku memikirkanmu. Ternyata luka itu masih ada; di dalam hatiku. Kupikir aku sudah melupakanmu. Meninggalkan semua kenangan bersamamu di masa lalu dan membuka lembaran baru dengan yang lainnya. Tapi ternyata aku salah. Salah besar. Aku masih memikirkanmu. Namamu masih terukir indah di hatiku dan kenangan yang kau berikan masih tersimpan rapi di memori otakku. Aku tau dan aku sadar kini kau tak merasakan luka yang dulu kau rasakan. Lukamu sudah hilang, tinggallah lukaku yang sampai saat ini masih meneteskan darah.



141113
Aku masih melihat ke titik yang sama; kamu.


Read More

Selasa, 11 November 2014

Aku ingin kita untuk saling memiliki
Seperti bumi yang memiliki bulan bintang
Untuk menerangi setiap sudut kegelapan di malam hari
Dan mereka terlihat serasi bersatu

Aku ingin kita untuk saling melengkapi
Seperti langit biru yang dilengkapi oleh sinar matahari cerah
Dan mereka terlihat indah bersama

Aku ingin kita untuk tak terpisah
Seperti yang selalu menghampiri laut
Dan mereka menciptakan simponi indah bersama

Namun, cinta ini aku tak tahu kemana arahnya
Semua terdiam di satu tempat, mencari tahu arahnya sendiri
Semua tersimpan rapat di dalam relung hati
Menanti waktunya untuk dikeluarkan

Cinta ini aku tak tahu kepada siapa ia akan menuju
Semua tak berani melangkahkan kaki
Semua terjebak dalam lingkaran pemikiran
Mencari-cari saat yang tepat untuk beranjak

Cinta ini ibarat sungai yang tak memiliki tempat untuk bermuara
Hanya menanti saatnya untuk kering
Dan tak ada lagi yang harus dikhawatirkan


12-03-14
FZ
Read More

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena