Selasa, 09 Juli 2013

10Juli 2013; Aku Menangis

Aku menangis. Entah untuk apa aku menangis. Apakah aku menangisimu atau aku menangisi diriku? Yang aku ingat, airmataku pernah jatuh karena hal yang sama, hari yang sama, jam yang sama tapi untuk orang yang berbeda.

Pertama, aku menangisimu. Aku menangisi janji kita. Janji yang kita ucapkan, janji yang kau ucapkan saat kau memelukku malam itu, janji yang aku ucapkan di sela-sela pembicaraan kita. Janji kita yang takkan pernah kita tepati. Janji yang hanya akan menjadi sebuah janji tanpa ada pembuktian nyata. Janji yang hanya bisa kita ucapkan beribu-ribu kali tapi akhirnya tak pernah kita buktikan dengan tindakan.

Lalu yang kedua, aku masih menangisimu. Menangisi kenangan kita. Kenangan yang susah payah kita ciptakan, akhirnya hanya akan menjadi kenangan hitam putih tanpa warna. Kenangan yang hanya akan menjadi foto lama saat kita sudah menemukan jalan hidup masing-masing. Kenangan yang dulu sering kita putar kembali dalam memori ingatan kita, akhirnya akan kita lupakan dan kita buang begitu saja.

Dan yang ketiga, aku menangisi diriku sendiri. Menangisi diriku yang masih saja menyimpan hati yang luka untukmu, menyimpan cinta yang besar untukmu dan menyimpan harapan untukmu. Sudah jelas terlihat tak ada 'kamu yang mencintaiku' dalam dirimu yang sekarang tapi aku masih saja menyimpan harapan untukmu. Aku masih saja menunggu kabarmu walaupun aku tahu takkan ada kabar darimu untukku hari ini. Aku masih saja menunggu kau bilang sayang padahal aku tahu kata sayang kini kau ucapkan untuk dirinya; kekasihmu yang baru.

Aku menangis. Entah untuk apa aku menangis. Airmataku tak punya kekuatan untuk membuatmu kembali padaku tapi airmataku memiliki kekuatan untuk mengahpus luka di hatiku walau hanya sedikit.



10 Juli 2013; hari pertama aku tanpa kamu.
Selamat berpuasa, semoga puasamu hari ini lancar.

0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena