Rabu, 10 Oktober 2012

Aku benci kata-kata.

Air mataku memaksa keluar. Aku dapat merasakan bulir-bulir bening itu mulai membasahi kantung mataku. Tolong,jangan malam ini. Jangan sampai air mataku jatuh hari ini. Aku tak ingin ada sedikitpun air mata menjadi satu dari banyak hal yang ada di dalam hubungan kita. Aku bingung,aku khawatir, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Kata-kata itu masih menghantui benakku, "Benarkah dia tahu kapan dia menempatkan waktunya untukmu? Lihatlah, kamu sedang sendiri. Dimana dia?". Aku tersentak mendengarnya, aku terdiam, aku berpikir, dan aku pun bertanya kepada diriku sendiri, "Apa yang harus ku jawab?". Dengan nada yang sangat yakin aku berkata, "Kita gak selalu harus bersama-sama.. Yang penting ad...." Lalu, si pemberi pertanyaan itu pergi begitu saja. Yang penting adalah kami saling mencintai, itu yang ingin ku katakan, tapi ia pergi begitu saja tanpa mendengar aku selesai berbicara. Ia hanya meninggalkan tanya di benakku yang sampai saat ini masih saja ada. Tuhan, yakinkan aku tentang perasaannya, yakinkan aku tentang perkataannya. Jangan buat aku menyimpulkan bahwa kata-kata saat ini bukanlah hal yang perlu diperhitungkan karena ada sesuatu yang lebih real, yaitu perbuatan. Aku tersesat dalam pikiranku sendiri, tolong bantu aku keluar.


Sedikit demi sedikit, aku mulai membenci kata-kata.
10-10-12

0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena