Awalnya kita teman. Lalu berubah menjadi sahabat. Lalu berubah menjadi cinta... Entah siapa yang memulai ini semua. Tanpa kau dan aku sadari, aku merindukanmu saat aku tak melihatmu. Tanpa kusadari, hatiku berdebar-debar saat kau melihatku. Tanpa kusadari, jantungku berdetak lebih cepat ketika kau menyentuhku tanpa sengaja. Semua mengalir begitu saja tanpa bisa aku cegah. Dan tanpa kusadari, aku larut dalam pesonamu...
Kau begitu gagah dengan penampilanmu. Pemikiranmu begitu dewasa. Apa pantas diriku menjadi seseorang yang kau banggakan dihadapan teman-temanmu? Aku hanyalah aku. Aku bahkan tak bisa mengendalikan diriku saat aku terbakar cemburu ketika melihat kau berjalan dan tertawa dengan wanita lain. Apa pantas aku bersaing dengan mereka yang lebih cantik, lebih pintar dan lebih dewasa untuk mendapat perhatian dan kasih sayangmu? Aku terlalu kekanak-kanakan untukmu dan aku takkan pernah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarmu.
Hati yang patah, kesedihan dan airmata. Tidak apa-apa jika akhirnya aku harus beranjak pergi meninggalkan kenangan yang indah dan bahagia yang sempat kau dan aku lalui bersama. Aku tak pernah berjanji padamu untuk mencintaimu sampai mati. Tapi aku berjanji padamu untuk menyimpan kenangan kita didalam hatiku selamanya sampai akhirnya aku benar-benar takkan bisa melihatmu lagi di dunia ini.
Senyummu menciptakan senyumku. Tawamu menciptakan tawaku. Sentuhanmu menciptakan rona merah di wajahku. Perhatianmu menciptakan harapan untukku. Satu yang harus kau tahu; yang kamu miliki bukanlah aku dan yang aku miliki bukanlah kamu. Yang kau dan aku miliki sekarang adalah kenangan yang takkan pernah mungkin hilang ditelan waktu...
Kamis, 24 Januari 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar