Aku sakit, aku terluka.
Aku lelah, bosan, dan tak sanggup menjalani hubungan ini lagi,
tetapi aku tetap bertahan meskipun aku diperlakukan seperti teman biasa.
Aku selalu sabar menghadapi semua kelakuanmu.
Kau yang selalu datang hanya disaat kau butuh.
Kau yang datang hanya disaat kau haus akan aku.
Aku tak menyangka semua yang ku perjuangkan begitu lama bisa berakhir dalam beberapa menit saja.
Padahal sebelumnya aku sudah memikirkan untuk melakukan hal yang sama,
tetapi sayangnya, ada yang berkata kalau sebaiknya aku tidak melakukannya.
Katanya, kau masih merasakan hal yang sama untukku.
Katanya, kau masih senang bisa memiliki waktu bersama denganku.
Katanya, kau tak bosan.
Hanya saja, kau merasa perasaanku lebih besar dari perasaan yang kau miliki.
Dan pada saat itu juga, aku kembali meyakinkan diri bahwa hubungan kita masih pantas diperjuangkan.
Aku kembali mengingat semua janji-janji kita,
semua kata-kata yang kau katakan padaku,
semua hal yang pernah terjadi diantara kita,
semua hal yang kau lakukan untukku.
Melindungiku, membutuhkanku..
Keinginan untuk mengakhiri segalanya pun hilang.
Dan pada saat aku sudah begitu yakin semua akan membaik, kau kembali datang.
Menyampaikan hal yang menghancurkan segala harapanku, segala keyakinanku atas hubungan kita.
Dimana janji yang kau ucap dulu?
Tak akan membiarkanku pergi?
Tak akan berpaling?
Akan selalu ada untukku?
Apa yang membuatmu berubah pikiran, bahkan lupa akan semua hal itu?
Aku sulit menerima kenyataan bahwa sekarang semuanya tak lagi sama.
Aku berharap semua ini hanyalah mimpi.
Mungkin memang hanya mimpi untuk malam ini, tetapi sebuah kenyataan untuk esok hari.
Maafkan aku yang selalu menginginkanmu menjadi apa yang ku mau,
Maafkan aku yang selalu membanding-bandingkan hubungan kita dengan hubungan orang lain,
Maafkan aku yang sempat membencimu.
Mungkin ini saatnya untuk melepasmu.
Mungkin ini yang terbaik.
Maafkan aku yang masih mengharapkanmu untuk kembali.
22 April 2013, 3:10:45

0 komentar:
Posting Komentar