Kamis, 05 Juli 2012

Aku Rindu

Setelah beberapa minggu kita tak saling menatap. Setelah beberapa hari kita tak saling bicara. Malam ini, kita berdua saling melepas rindu.

Ku sedikit menjaga jarak karena ku sadar, aku bukanlah siapa-siapa dihatimu sehingga aku menghilang dan tak pernah memberi kabar padamu lagi. Malam ini, kau meneleponku dan betapa bodohnya aku, aku tak sempat mengangkat teleponmu itu. Selang beberapa menit, aku menyadari led di handphoneku menyala. Aku segera mengambil handphoneku dan melihat apa penyebab dari led yang menyala itu. Ada pemberitahuan mention di akun twitter, di grup, chat dan panggilan tak terjawab. Dari semua pemberitahuan itu, hanya satu yang menarik perhatianku. Panggilan tak terjawab. Aku segera membuka handphone dan melihat siapa yang baru saja meneleponku.

Mataku terbelalak saat melihat siapa yang tadi meneleponku. Namamu muncul di layar handphoneku. Aku bahagia ternyata kau masih mengingatku dan kau mencariku. Aku segera mengirim pesan singkat kepadamu menanyakan apa yang membuatmu meneleponku dan meminta maaf karena aku tak bisa mengangkat teleponmu. Tak butuh waktu yang lama untuk menunggu balasan dari pesan singkatku karena dari dulu, kamu selalu membalas pesan singkatku dengan cepat walaupun kamu sedang sibuk sekalipun. Ternyata kau ingin berbicara denganku dan akhirnya kita bicara lewat sambungan telepon.

Setengah jam kita habiskan untuk saling melepas rindu. Ternyata kau masih sakit dan kau pun tidak peduli dengan sakitmu itu. Itu yang membuatku khawatir. Tapi ku yakin, kau pasti akan baik-baik saja. Suaramu berbeda dan juga...logatmu. Yaa logatmu! Ternyata kau ingin agar aku tertawa karena lelucon yang kau buat. Kau pura-pura menirukan logat suatu daerah sehingga aku tak bisa berhenti tertawa mendengar kau bicara dengan logat yang sangat lucu diseberang sana. Lalu kau bicara seperti biasa dan ketika kau tak mendengar tawaku, kau mulai bicara menggunakan logat yang membuatku tertawa tanpa henti. Aku suka itu!

Tapi sayang... Kita harus mengakhiri pembicaraan malam ini karena ada tugas yang harus kau selesaikan. Aku sedih karena harus memutuskan sambungan telepon ini karena pasti kita takkan mungkin bercakap-cakap seperti ini lagi nanti. Tapi apa yang harus ku lakukan? Kau harus segera menyelesaikan tugasmu itu jadi mau tak mau aku harus merelakan kebahagiaan ini berakhir. 

Terima kasih untuk malam ini... Aku bahagia bisa mendengar suaramu lagi setelah beberapa malam terakhir ini kuhabiskan tanpa mendengar suaramu. Sungguh, aku bahagia. Kau selalu saja punya cara untuk membuatku tertawa. Dari mengutarakan perasaanmu, menggombal, pura-pura tidak mendengar suaraku padahal itu hanya membuatku marah lalu kau akan tertawa dan aku pun ikut tertawa sampai mengikuti logat suatu daerah yang membuatku geli mendengarnya. Kau selalu bisa membuatku tertawa disaat aku terluka karena cinta dan aku suka itu! 

Sekali lagi terima kasih. Aku rindu. Aku rindu saat-saat seperti ini :')

Aku menulis ini saat kita selesai melepas rindu lewat sambungan telepon
Aku rindu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku dulu
I miss you...  

0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena