Bertemu-Berpisah
Aku lebih
memilih untuk tidak mengenal seseorang daripada ujung-ujungnya aku harus
berpisah dengan orang itu. Kini aku bukan lagi seorang gadis kecil mungil yang
hanya tau kata pertemuan, cinta, kehilangan dan berpisah. Kini aku seorang gadis
yang sudah tumbuh dewasa. Seorang gadis yang tau dan mengerti arti dari kata
pertemuan, cinta, kehilangan dan berpisah. Dan semua itu kupelajari dari masa
lalu yang telah ku lalui.
Dari dulu
aku sering bertanya-tanya, mengapa Tuhan membuat kita bertemu pada suatu
keadaan yang tidak kita duga dan akhirnya Tuhan membuat kita berpisah pada
suatu keadaan yang tidak kita duga juga.
Kini aku
mulai mengerti mengapa Tuhan menemukan lalu memisahkan dua insan dengan cara
yang tak pernah kita duga. Tuhan menemukan kita dengan seseorang agar kita bisa
merasakan jatuh cinta. Bisa merasakan perhatian yang mungkin tidak kita
dapatkan dari orang-orang disekitar kita. Bisa merasakan kasih sayang yang
mendalam. Dan Tuhan memisahkan kita agar kita bisa lebih mensyukuri apa yang
sudah kita miliki sebelumnya. Agar kita tahu arti kehilangan yang sesungguhnya.
Dan agar kita sadar, tidak ada yang abadi didunia ini.
Aku bertemu
denganmu di saat aku berusaha tuk duduk diam menunggu seseorang tuk datang
kembali di kehidupanku. Ku bertahan dalam sakit menunggu orang itu dan pada
akhirnya pertahananku hancur. Aku mulai mencintaimu secara tidak sengaja. Aku
mulai melupakan orang yang selama ini ku tunggu-tunggu kehadirannya. Aku mulai
berpaling dan fokus pada seseorang yang dulu ada dihadapanku, kamu.
Seiring
berjalannya waktu, cintaku kepadamu semakin dalam..semakin dalam…semakin dalam
sampai pada akhirnya aku menjadi egois. Aku tak ingin ada orang lain mengambil
posisiku dikerajaan hatimu. Aku mulai memenjarakanmu. Tanpa aku sadari,
keputusanku salah.
Kupikir
semuanya baik-baik saja. Semua..ya semua termasuk perasaanmu. Ternyata kau
bukan hanya pandai mencuri hatiku. Tapi kau juga pandai menutupi perasaanmu dan
pandai berbohong. Ternyata perasaanmu perlahan-lahan memudar dan saat ku lengah
kau kabur dari penjara hatiku dan meninggalkanku tanpa meninggalkan jejak. Ku
berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Aku tak mencarimu untuk beberapa waktu.
Aku bertahan dan bertahan dan akhirnya pertahananku runtuh kembali. Aku
kesepian. Dan akhirnya aku mencarimu.
Saat ku
mencarimu dan aku mendapati jejakmu, aku mengikuti jejak itu. Berbagai pikiran
merasuk dijiwa. Aku mulai berpikir bagaimana kalau aku bertemu lagi dengannya?
Apakah dia senang? Apakah dia akan memelukku seperti kejadian-kejadian
sebelumnya? Apakah dia pergi agar aku bisa merasakan rindu yang sangat
mendalam? Atau jangan-jangan.....inilah akhir dari segalanya? Tak kusangka, ketakutanku
untuk kehilanganmu menjadi kenyataan. Kau yang dulunya berjanji akan selalu
berada disampingku walaupun sudah ku hancurkan hatimu berkali-kali kini sudah
menemukan seorang putri yang lain untuk menemanimu memimpin kerajaan hatimu.
Tiba-tiba kurasakan sebagian organ tubuhku tak berfungsi dengan baik. Aku
terjatuh begitu pula semua mimpi-mimpiku tentang dirimu. Kurasakan hatiku
begitu pilu menahan tangis dan luka. Menahan sayatan pedang yang tega kau
sayatkan dihatiku. Kini, apalagi yang harus ku lakukan? Ku sadar,
aku-sudah-terlambat.
Ku beranjak
dari tempatku dan berjalan. Berjalan menyusuri jalan yang sangat panjang.
Kembali ke kehidupanku yang dulu. Kehidupan sebelum ada kamu dan perasaan ini.
Kehidupan dimana aku tak pernah mempercayai cinta. Diperjalanan, aku bertemu
dengan seseorang yang ku kenal. Dia. Dialah orang yang kutinggalkan demi kau.
Dia berdiri dan memandangku. Lalu dia bertanya, “mengapa kau disini? Dimana
dia? Bukankah dia selalu ada disampingmu?” aku termenung. Entah apa yang harus
kukatakan kepadanya. Dan akhirnya ku tak tahan lagi menahan pilu hatiku. Aku
menceritakan semua yang terjadi kepadanya. Dan tak kusangka, ternyata selama
ini dia mengalah untukmu. Dan dia kini berada disampingku. Mengobati luka
dihatiku dan menghapus airmata yang jatuh. Padahal ku pikir, kaulah………………………ah
sudahlah.
Disinilah
aku. Berdiri tanpa tau apa yang selanjutnya akan kulakukan. Kau telah bahagia
bersamanya. Dan aku? Aku harus membayar apa yang sudah kulakukan kepadamu dan
kepadanya. Kenapa semua terasa sangat rumit? Bukankah saat ku memulai semua
permainan ini, semua terasa sangat mudah? Tapi kenapa disaat ku ingin
mengakhirinya, semua tak bisa berakhir? Semua terasa sangat rumit.
Aku diam.
Diam. Diam. Diam. Dan diam. Dan aku sadar, diamku takkan pernah menyelesaikan
masalah. Aku beranjak dan pergi. Pergi meninggalkan luka yang kau ukir dihatiku.
Pergi membawa kenangan yang kau tinggalkan bersamaku disini. Aku tak mungkin
bisa terpuruk terus seperti ini. Cepat atau lambat, aku harus bangkit. Bangkit
seperti dulu saat aku terjatuh karena cintanya. Kini aku hanya bisa menunggu
seseorang yang akan menjemputku seperti dulu saat kau menjemputku dan
membahagiakanku dengan janji-janji…..palsu dan pada akhirnya aku terluka lagi.
Karena seperti itulah cinta. Datang, membahagiakan, menyakiti, meninggalkan.
Dan saat dia meninggalkan, kita sadar. Kebahagiaan yang selama ini diberikan
kepada kita, ternyata kebahagiaan palsu.

0 komentar:
Posting Komentar