Selasa, 03 Juli 2012


Bertemu-Berpisah


Aku lebih memilih untuk tidak mengenal seseorang daripada ujung-ujungnya aku harus berpisah dengan orang itu. Kini aku bukan lagi seorang gadis kecil mungil yang hanya tau kata pertemuan, cinta, kehilangan dan berpisah. Kini aku seorang gadis yang sudah tumbuh dewasa. Seorang gadis yang tau dan mengerti arti dari kata pertemuan, cinta, kehilangan dan berpisah. Dan semua itu kupelajari dari masa lalu yang telah ku lalui.

Dari dulu aku sering bertanya-tanya, mengapa Tuhan membuat kita bertemu pada suatu keadaan yang tidak kita duga dan akhirnya Tuhan membuat kita berpisah pada suatu keadaan yang tidak kita duga juga.

Kini aku mulai mengerti mengapa Tuhan menemukan lalu memisahkan dua insan dengan cara yang tak pernah kita duga. Tuhan menemukan kita dengan seseorang agar kita bisa merasakan jatuh cinta. Bisa merasakan perhatian yang mungkin tidak kita dapatkan dari orang-orang disekitar kita. Bisa merasakan kasih sayang yang mendalam. Dan Tuhan memisahkan kita agar kita bisa lebih mensyukuri apa yang sudah kita miliki sebelumnya. Agar kita tahu arti kehilangan yang sesungguhnya. Dan agar kita sadar, tidak ada yang abadi didunia ini.

Aku bertemu denganmu di saat aku berusaha tuk duduk diam menunggu seseorang tuk datang kembali di kehidupanku. Ku bertahan dalam sakit menunggu orang itu dan pada akhirnya pertahananku hancur. Aku mulai mencintaimu secara tidak sengaja. Aku mulai melupakan orang yang selama ini ku tunggu-tunggu kehadirannya. Aku mulai berpaling dan fokus pada seseorang yang dulu ada dihadapanku, kamu.

Seiring berjalannya waktu, cintaku kepadamu semakin dalam..semakin dalam…semakin dalam sampai pada akhirnya aku menjadi egois. Aku tak ingin ada orang lain mengambil posisiku dikerajaan hatimu. Aku mulai memenjarakanmu. Tanpa aku sadari, keputusanku salah.

Kupikir semuanya baik-baik saja. Semua..ya semua termasuk perasaanmu. Ternyata kau bukan hanya pandai mencuri hatiku. Tapi kau juga pandai menutupi perasaanmu dan pandai berbohong. Ternyata perasaanmu perlahan-lahan memudar dan saat ku lengah kau kabur dari penjara hatiku dan meninggalkanku tanpa meninggalkan jejak. Ku berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Aku tak mencarimu untuk beberapa waktu. Aku bertahan dan bertahan dan akhirnya pertahananku runtuh kembali. Aku kesepian. Dan akhirnya aku mencarimu.

Saat ku mencarimu dan aku mendapati jejakmu, aku mengikuti jejak itu. Berbagai pikiran merasuk dijiwa. Aku mulai berpikir bagaimana kalau aku bertemu lagi dengannya? Apakah dia senang? Apakah dia akan memelukku seperti kejadian-kejadian sebelumnya? Apakah dia pergi agar aku bisa merasakan rindu yang sangat mendalam? Atau jangan-jangan.....inilah akhir dari segalanya? Tak kusangka, ketakutanku untuk kehilanganmu menjadi kenyataan. Kau yang dulunya berjanji akan selalu berada disampingku walaupun sudah ku hancurkan hatimu berkali-kali kini sudah menemukan seorang putri yang lain untuk menemanimu memimpin kerajaan hatimu. Tiba-tiba kurasakan sebagian organ tubuhku tak berfungsi dengan baik. Aku terjatuh begitu pula semua mimpi-mimpiku tentang dirimu. Kurasakan hatiku begitu pilu menahan tangis dan luka. Menahan sayatan pedang yang tega kau sayatkan dihatiku. Kini, apalagi yang harus ku lakukan? Ku sadar, aku-sudah-terlambat.

Ku beranjak dari tempatku dan berjalan. Berjalan menyusuri jalan yang sangat panjang. Kembali ke kehidupanku yang dulu. Kehidupan sebelum ada kamu dan perasaan ini. Kehidupan dimana aku tak pernah mempercayai cinta. Diperjalanan, aku bertemu dengan seseorang yang ku kenal. Dia. Dialah orang yang kutinggalkan demi kau. Dia berdiri dan memandangku. Lalu dia bertanya, “mengapa kau disini? Dimana dia? Bukankah dia selalu ada disampingmu?” aku termenung. Entah apa yang harus kukatakan kepadanya. Dan akhirnya ku tak tahan lagi menahan pilu hatiku. Aku menceritakan semua yang terjadi kepadanya. Dan tak kusangka, ternyata selama ini dia mengalah untukmu. Dan dia kini berada disampingku. Mengobati luka dihatiku dan menghapus airmata yang jatuh. Padahal ku pikir, kaulah………………………ah sudahlah.

Disinilah aku. Berdiri tanpa tau apa yang selanjutnya akan kulakukan. Kau telah bahagia bersamanya. Dan aku? Aku harus membayar apa yang sudah kulakukan kepadamu dan kepadanya. Kenapa semua terasa sangat rumit? Bukankah saat ku memulai semua permainan ini, semua terasa sangat mudah? Tapi kenapa disaat ku ingin mengakhirinya, semua tak bisa berakhir? Semua terasa sangat rumit.

Aku diam. Diam. Diam. Diam. Dan diam. Dan aku sadar, diamku takkan pernah menyelesaikan masalah. Aku beranjak dan pergi. Pergi meninggalkan luka yang kau ukir dihatiku. Pergi membawa kenangan yang kau tinggalkan bersamaku disini. Aku tak mungkin bisa terpuruk terus seperti ini. Cepat atau lambat, aku harus bangkit. Bangkit seperti dulu saat aku terjatuh karena cintanya. Kini aku hanya bisa menunggu seseorang yang akan menjemputku seperti dulu saat kau menjemputku dan membahagiakanku dengan janji-janji…..palsu dan pada akhirnya aku terluka lagi. Karena seperti itulah cinta. Datang, membahagiakan, menyakiti, meninggalkan. Dan saat dia meninggalkan, kita sadar. Kebahagiaan yang selama ini diberikan kepada kita, ternyata kebahagiaan palsu.

0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena