Kadang akal pikiranku benar-benar memintaku untuk meniadakan perasaan itu, tapi hatiku berusaha untuk tidak terpengaruh oleh bsikkan itu. Aku percaya, dengan begini,mungkin suatu hari nanti hatimu akan terbuka untukku,mungkin aku bisa mendapatkan kunci untuk membuka pintu hatimu,dan mungkin kau akan membukakan pintu itu untukku. Tapi masih ada kemungkinan lainnya yang membuatku khawatir, mungkin kau takkan peduli dengan suara hatiku,mungkin pintu itu akan terus tertutup untukku,mungkin..mungkin aku bukan orang yang tepat. Kekhawatiran ini muncul karena sampai saat ini aku masih mencintai dalam diam, aku tidak bisa membuktikan apa-apa padamu. Yang berurusan disini hanya aku, hatiku, dan orang-orang terdekatku.
Bagaimana kau bisa tahu kalau aku masih menyimpan perasaan ini dengan rapih di dalam lemari hatiku? Bagaimana kau bisa sadar kalau bibir ini masih tertutup rapat dan kalang kabut dalam memilah-milih kata apa yang harus di lontarkan? Kau tetap takkan pernah tahu kalau begini adanya. Aku khawatir, apa yang ku lakukan selama ini hanya berujung sia-sia. Tapi entahlah, mari kita lihat saja kapan aku akan menutup buku asmaraku atau kapan aku dan kamu akan mulai menulis buku asmara kita berdua.
Untuk seseorang yang mungkin takkan pernah tahu,
Ku harap kau akan tahu.

0 komentar:
Posting Komentar