Untukmu...
Jadi.....ini yang mereka sebut kehilangan?
Jadi.....ini yang mereka sebut patah hati?
Jadi.....ini yang mereka sebut kebohongan dalam suatu hubungan?
Jadi.....ini yang mereka sebut kejamnya cinta?
Aku sedih dengan kenyataan yang harus kuhadapi. Aku sedih karena sudah memercayai cinta. Aku sedih sudah berani mencintai seseorang dengan sangat dalam. Aku sedih terbuai oleh kata-kata dan janji-janjinya. Aku sedih karena ini, karena itu, karena ini, karena itu... Aku sedih dalam segala hal yang berhubungan denganmu.
Aku bahagia mengetahui kenyataan yang sesungguhnya. Aku bahagia bisa menepati janjiku kepadamu. Aku bahagia bisa setia kepadamu. Aku bahagia sudah bisa mencintai kamu dengan sangat dalam. Aku bahagia karena sempat mendengar kata-kata dan janji-janjimu. Aku bahagia karena ini, karena itu, karena ini, karena itu... Aku bahagia dalam segala hal yang berhubungan denganmu.
Aku harus menerima semuanya. Bukankah aku sering berkata padamu kalau aku bukanlah anak kecil lagi? Bukankah seseorang yang sudah tumbuh dewasa bisa menerima kenyataan sepahit apapun dengan lapang dada? Bukankah seseorang yang sudah tumbuh dewasa bisa tersenyum walau hatinya sudah hancur berkeping-keping? Bukankah kau sudah mengajarkanku tentang menerima keputusan orang lain walau kita tak dapat menerima keputusan itu?
Aku sedih pernah mengenalmu. Ternyata kau bisa menyakitiku. Ternyata kau bisa menghancurkan segalanya. Tapi aku bahagia pernah mengenalmu. Karenamu, aku mengenal rasa sakit dan juga aku mengenal kebahagiaan.
Aku bisa bertahan dalam kesakitan sampai detik ini tanpa harus mencari perhatian ke orang lain karena kamu yang mengajarkannya. Kau mengajarkanku banyak hal dan aku sangat berterima kasih kepadamu. Bahkan kau mengajarkanku cara berbohong dengan sangat baik sehingga orang yang kau bohongi tak dapat mencurigainya. Oh dear, terima kasih :)
Terima kasih dear...
Terima kasih. Terima kasih telah pura-pura mencintaiku disaat ku mencintaimu tanpa pura-pura.
Terima kasih. Terima kasih telah membahagiakanku dengan kebohongan disaat ku membahagiakanmu dengan kejujuran.
Terima kasih. Terima kasih telah memberiku pelajaran yang berharga karena tanpa pelajaranmu itu, aku takkan pernah bisa mengenal siapa kamu dibalik kepolosanmu.
Terima kasih. Terima kasih telah mengajarkanku tersenyum dalam kesakitan yang mendalam.
Terima kasih. Terima kasih telah membuatku sadar bahwa tak ada yang abadi di dunia ini...termasuk cintamu kepadaku.
Terima kasih. Terima kasih telah memporak-porandakan hatiku. Saat ini ku berusaha menata kembali hatiku sendiri.
Terima kasih. Terima kasih karena kau telah memberikanku bekas sayatan pedang shinobigatana dihatiku
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih..... Terima kasih karena kau telah membuatku sadar "JANGAN MUDAH PERCAYA DENGAN OMONGAN SESEORANG, APALAGI OMONGAN ITU TERDENGAR SANGAT MANIS DITELINGA KITA. KARENA, SEMAKIN MANIS OMONGAN DAN JANJI-JANJI SESEORANG MAKAN SEMAKIN BESAR KEBOHONGAN MEREKA"
Senin, 02 Juli 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar