Rabu, 04 Juli 2012

 Dulu dan Sekarang takkan pernah sama



Dulu aku takut bila kamu tiba-tiba akan meninggalkanku. Aku takut harus menghadapi semuanya sendirian. Dulu aku sangat takut kehilanganmu. Sangat-takut!

Dulu, aku pernah berjanji takkan pernah melupakan apa yang kita lalui bersama. Sedetikpun takkan kulupakan. Semua akan kusimpan dimemori ku agar aku selalu ingat kepadamu. Agar aku selalu ingat bahwa dulu kita pernah menjadi satu. Kita pernah merajut sebuah hubungan yang memang, tak berjalan lama.

Dulu aku takut bila ada seseorang yang mendekatiku. Aku-takut. Entah mengapa aku sangat takut bila ada yang mendekatiku. Mungkin karena aku takut akan cinta dan takut terluka lagi, atau karena aku takut melanggar janji kita berdua? Haha entahlah yang pasti dulu aku sangat takut berdekatan dengan orang lain selain kamu.

Dulu, aku bahagia :)

Sekarang aku tertawa mengingat kenangan kau dan aku dulu (aku tak mengatakan "kita" karena kini kamu dan aku berbeda). Aku sempat berpikir, mengapa dulu aku takut kehilanganmu? Ah maaf. Bukan hanya takut, tapi sangat takut kehilanganmu. Haha lucu sekali aku bisa-bisanya takut untuk kehilangan kamu.

Sekarang, semuanya berbeda. Tak ada lagi kamu yang menghiasi pagi, siang dan malamku. Tak ada lagi kamu yang memperhatikan pola makanku. Tak ada lagi kamu yang mengingatkanku untuk belajar. Tak ada lagi kamu yang mengingatkanku untuk tidak emosi saat adikku menggangguku. Tak ada lagi kamu dikehidupanku.

Sekarang aku mengerti apa itu cinta dan kehilangan. Aku sadar, untuk apa takut kehilangan dirimu? Jika kau ingin pergi, silahkan. Tak ada yang melarang dan menahanmu. Karena aku, telah cukup kuat untuk merelakanmu pergi dan mencari wanita lain untuk menjadi sandaranmu. Sudah cukup aku mendengar janji-janjimu yang memang setengahnya sudah kau tepati dan setengahnya...yaa kau lupakan :)

Sekarang kebahagiaan menghampiriku lagi. Kebahagiaan itu datang dari keluarga dan sahabat-sahabatku. Tak ada yang lebih membahagiakan selain kebahagiaan yang datang dari mereka. Kini tak ada lagi kau dihati dan pikiranku bahkan ketika kau memperlihatkan kemesraanmu didepanku. Api kecemburuanku sudah lama padam dan api itu padam akibat mu juga yang sering bermain-main dengan api itu. Bukankah ini maumu? Aku sudah lama tak memikirkanmu.

Sekarang, aku sangat-sangat bahagia :))))

Kalau dulu kau sangat berarti bagiku sehingga kutakut kehilanganmu, kini kau bukan apa-apa bagiku. Karena semua tahu, dulu dan sekarang berbeda dan takkan pernah sama :)))




0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena