PATAH
Hatiku patah tanpa kusadari. Kau telah beranjak pergi dari kehidupanku. Membiarkanku termangu diam tertusuk karena kecewa. Kau sudahi cerita rindu ini dengan bahagia yang bukan untukku. Tahukah kamu, sayang? Kini hanya ada lara yang tertinggal. Satu demi satu luka yang kau beri kepadaku telah membunuh setiaku. Bersama sepi yang menyulutkan benci yang kini berada didalam hatiku.
Kini semuanya telah usai. Kau buatku merana akan cintamu. Apa yang kuyakini cinta tak berarti apa-apa bagimu. Dan hatimu juga tak pernah kau sisakan untuk diriku.
Begitu bermaknanya-kah sebuah kebersamaan sehingga aku tak tahu lagi dengan apa kutepikan kehadiranmu disisiku walau hanya sekejap saja? Begitu menyesakkan dan menyisakan luka yang mendalam ketika ku membuka mata dan aku tersadar, kini kamu tak ada didekatku. Apakah kau tak menyadari kalau cinta ini indah dan hanya kuberikan kepadamu secara cuma-cuma?
Seperti menikam diri sendiri tanpa sakit menjerit, kutelan pedih karena mencintai dirimu yang hanya meninggalkan luka. Kau titipkan hatimu pada orang lain ketika kata setia selalu kujaga. Sejujurnya aku tak ingin menghapus cintaku ini yang dengan tulus kuberikan kepadamu. Tapi kini segalanya telah cukup. Selama ini, kau hanya memberiku mimpi belaka. Biarlah rasa ini kupendam dan jangan pernah kau bertanya "masih adakah ruang untukku kembali?" Memang, tak ada kesedihan yang terlukis di wajahku. Memang, tak ada kesedihan dan luka yang ku perlihatkan didepanmu. Tapi andai kau tahu, meski sakit yang kau berikan tak berbuah tangis, jiwaku memendam luka yang teramat sakit di atas bahagiamu.
Kemana harus kubawa luka ini? Berlindung? Tak ada payung yang siap melindungi. Atau menangis? Tak ada sandaran untukku menangis.
Apakah ini saatnya untuk membunuh perasaanku? Apakah ini saatnya untukku melepaskan segala rindu yang mengendap dalam sepi? Apakah aku mampu melakukan itu semua? Entahlah... Sulit untukku memahami maunya hati ini. Jika memang akhirnya aku harus meninggalkan dan melupakan semua tentangmu, izinkanlah aku untuk tetap mengenangmu.Izinkanlah aku untuk tetap mencintaimu walau hanya dalam diam.
Senin, 09 Juli 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar