Perlahan aku mencoba menjahit luka yang terpapar di hatiku.
Perlahan aku bisa melupakanmu.
Tetapi entah mengapa, sampai saat ini, melihat namamu saja membuat jahitan itu sobek kembali.
Selalu terulang di benakku, kenapa harus kamu yang membuatku begini? Tidak adakah orang lain?
Kenapa sampai sekarang, yang mengantarku terlelap masuk ke ruang mimpi hanyalah kamu?
Kenapa? Kenapa sampai saat ini juga, kau yang hadir dalam mimpiku?
Apa ini pertanda baik? Buruk? Atau hanya sekedar imajinasiku di saat tidur?
Entah mengapa begitu sulit bagiku untuk melupakanmu, padahal kau tak pernah sedikitpun memberi perhatian padaku.
Aku hanya seorang wanita yang mengagumimu secara diam-diam.
Kau sendiri tak pernah ikut masuk ke dalam kehidupanku, sedangakan menginjakkan kaki di depan pintu hatiku saja tidak pernah kau lakukan.
Mengapa kau menjadi orang yang paling sulit ku lupakan?
Rabu, 04 Juli 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar