Senin, 02 Juli 2012

Siapa yang harus disalahkan?

"Siapa yang harus disalahkan?" Pertanyaan inilah yang beberapa minggu terakhir ini ada didalam pikiranku. Hari-hari kuhabiskan dengan memikirkan siapa yang harus disalahkan akibat dari perpisahan ku dengan dia. Bisa dibilang hubungan ini seperti cinta segitiga yang melibatkan seorang pemuda yang polos dan dua orang cewek yang bisa dibilang berteman.

"Siapa yang harus disalahkan?"
Aku. Seorang gadis yang mulai mengerti apa itu cinta. Mulai mengerti arti kesetiaan dan mulai mengerti arti kehilangan.
Aku. Gadis yang sering belajar dari masa lalunya yang kelam karena cinta dan berusaha agar masa lalunya takkan terulang lagi dikehidupannya.
Aku. Gadis yang mulai mempercayai jodohnya sudah berada dihadapannya. Mulai memiliki cinta yang sangat dalam terhadap pemuda yang kini menjadi...ya bisa dibilang pacar walau kenyataannya mereka sudah memutuskan hubungan berbulan-bulan lamanya.
Aku. Gadis yang terperangkap dalam hubungan tanpa status karena keputusan yang diambilnya tanpa pemikiran yang panjang dan matang.
Aku. Gadis yang berharap suatu saat nanti bisa memperbaiki kesalahannya.
Aku. Gadis yang selama ini dibodohi lagi oleh cinta.
Aku. Gadis yang bahagia dalam kebohongan.
Aku. Gadis yang sampai detik ini belum bisa menerima kenyataan, bahwa hatinya telah diporak-porandakan oleh seorang pemuda yang selama ini dipercayainya.
Oh dear, aku bodoh.

"Siapa yang harus disalahkan?"
Kau. Pemuda yang membuatku mengerti apa itu cinta. Mengenalkanku kepada kesetiaan dan mengenalkanku bagaimana perihnya kehilangan sesuatu yang kita banggakan dan sayangi.
Kau. Pemuda yang membuat aku melupakan masa laluku yang kelam karena cinta dan kau berusaha membuatku menatap masa depan dan meninggalkan masa laluku.
Kau. Pemuda yang membuatku jatuh cinta dengan sangat dalam. Membuatku terhipnotis dengan kata-kata manismu.
Kau. Pemuda yang membuatku masuk dalam lubang yang selama ini kuhindari.
Kau. Pemuda yang membuatku menyesal karena telah mengambil keputusan yang salah.
Kau. Pemuda yang membuatku berharap terlalu banyak.
Kau. Pemuda yang selama ini membodohiku.
Kau. Pemuda yang membahagiakanku dengan kebohongan.
Kau. Pemuda yang mengajakku terbang ke langit ke tujuh, mengajakku menyentuh langit dan berdiri di puncak gunung tertinggi. Dan kau pula yang mematahkan sayapku sehingga aku terjatuh dari ketinggian dan terhempas ke bumi dengan keras. Kau menghipnotisku dengan kata-kata yang manis dan wajah polosmu.
Oh dear, kau hebat.

"Siapa yang harus disalahkan?"
Dia. Gadis yang..........entahlah. Aku tak bisa mendeskripsikan dirinya karena aku tidak terlalu mengenalnya.
Dia. Gadis yang.......aku tak tahu. Aku tak ingin sembarang mendeskripsikan seseorang yang tidak ku kenal.
Dia. Gadis yang.....menggantikan diriku dihatimu.
Dia. Gadis yang......mengambil mahkotaku lalu memakainya dan duduk bersanding denganmu dikerajaan hatimu.
Oh dear, terima kasih.

"Siapa yang harus disalahkan?"
Tidak ada yang salah disini dan tidak ada yang harus disalahkan disini. Karena cinta datang kepada siapa, dimana saja dan kapan saja. Dan kali ini cinta datang kepadamu saat kau sedang berbahagia denganku.

Setelah kulihat kau bahagia dengannya, kini pertanyaan "Apa yang harus kulakukan?" muncul dipikiranku. Setelah kupikirkan lebih baik ku menyimpan perasaanku. Dan secara perlahan, melupakanmu walau itu takkan mungkin terjadi.


Selamat untuk kalian. Kukirimkan sepaket bunga kebahagiaan untuk kalian berdua :)

0 komentar:

Posting Komentar

© Untold Feelings, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena