Senin, 29 April 2013
Tak Berdarah tapi Kok Sakit
Senin, 22 April 2013
Maafkan Aku
Entah apa yang aku pikirkan saat kata-kata itu keluar dari mulutku. Tanpa pertimbangan. Tanpa pemikiran yang panjang. Tanpa diskusi. Semuanya terjadi begitu saja. Semua mengalir begiu saja. Semua berhenti disini dalam hitungan detik dan saat itu juga hidupmu dan hidupku berubah. Kau dan aku tak lagi menjadi kita. Kau dan aku tak lagi menjadi satu.
Mungkin aku adalah orang yang bodoh. Sangat sangat bodoh karena telah melepaskanmu begitu saja. Melepaskanmu tanpa alasan yang pasti. Melepaskanmu demi sesuatu yang tak jelas keberadaannya. Aku bodoh, karena telah membiarkanmu berjalan sendiri tanpa menggenggam tanganku.
Kini, aku benar-benar mencintaimu. Aku benar-benar membutuhkanmu walau sejujurnya aku masih ragu dengan perasaanku. Tapi kini, aku minta kepadamu agar kamu berusaha membuatku yakin dengan perasaan ini. Aku butuh kamu untuk meyakinkan perasaanku.
Tapi mungkin cinta yang kau miliki takkan bertahan lama. Kini yang aku lakukan adalah menunggu. Menunggu saat dimana cinta yang kau miliki akan berkurang hingga akhirnya habis ditelan waktu.
"Aku mohon maafkan aku. Aku mohon bertahan. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mohon...cintai aku seperti saat pertama kau menyatakan cintamu padaku."
Minggu, 21 April 2013
Selesai.
Aku sakit, aku terluka.
Aku lelah, bosan, dan tak sanggup menjalani hubungan ini lagi,
tetapi aku tetap bertahan meskipun aku diperlakukan seperti teman biasa.
Aku selalu sabar menghadapi semua kelakuanmu.
Kau yang selalu datang hanya disaat kau butuh.
Kau yang datang hanya disaat kau haus akan aku.
Aku tak menyangka semua yang ku perjuangkan begitu lama bisa berakhir dalam beberapa menit saja.
Padahal sebelumnya aku sudah memikirkan untuk melakukan hal yang sama,
tetapi sayangnya, ada yang berkata kalau sebaiknya aku tidak melakukannya.
Katanya, kau masih merasakan hal yang sama untukku.
Katanya, kau masih senang bisa memiliki waktu bersama denganku.
Katanya, kau tak bosan.
Hanya saja, kau merasa perasaanku lebih besar dari perasaan yang kau miliki.
Dan pada saat itu juga, aku kembali meyakinkan diri bahwa hubungan kita masih pantas diperjuangkan.
Aku kembali mengingat semua janji-janji kita,
semua kata-kata yang kau katakan padaku,
semua hal yang pernah terjadi diantara kita,
semua hal yang kau lakukan untukku.
Melindungiku, membutuhkanku..
Keinginan untuk mengakhiri segalanya pun hilang.
Dan pada saat aku sudah begitu yakin semua akan membaik, kau kembali datang.
Menyampaikan hal yang menghancurkan segala harapanku, segala keyakinanku atas hubungan kita.
Dimana janji yang kau ucap dulu?
Tak akan membiarkanku pergi?
Tak akan berpaling?
Akan selalu ada untukku?
Apa yang membuatmu berubah pikiran, bahkan lupa akan semua hal itu?
Aku sulit menerima kenyataan bahwa sekarang semuanya tak lagi sama.
Aku berharap semua ini hanyalah mimpi.
Mungkin memang hanya mimpi untuk malam ini, tetapi sebuah kenyataan untuk esok hari.
Maafkan aku yang selalu menginginkanmu menjadi apa yang ku mau,
Maafkan aku yang selalu membanding-bandingkan hubungan kita dengan hubungan orang lain,
Maafkan aku yang sempat membencimu.
Mungkin ini saatnya untuk melepasmu.
Mungkin ini yang terbaik.
Jumat, 19 April 2013
Kamis, 18 April 2013
kamu.
Sabtu, 09 Maret 2013
Kita bertiga
Mungkin aku terlihat konyol di hadapanmu. Atau mungkin aku terlihat begitu bodoh dihadapanmu. Aku pura-pura buta saat aku melihat kau menatap dia begitu dalam. Aku pura-pura tuli saat mendengar kau menyinggung tentang dia. Aku selalu berpura-pura saat aku sedang bersamamu.
Aku memang mampu berpura-pura saat kau bertanya tentang dia kepadaku. Aku selalu menebalkan telinga dan hati saat kau menanyakan keberadaannya saat kau tidak melihat dia bersamaku. Tapi apa harus aku berpura-pura untuk tidak sakit dihadapanmu saat kau begitu sibuk dengan dirinya dan mengabaikan aku, kekasihmu?
Andai saja kau berada di posisiku dan merasakan apa yang aku rasakan. Rasanya sakit ketika kau tahu yang aku tunggu bukan kamu, tapi dia. Rasanya perih saat kau begitu sibuk dengan dia dan melupakan aku. Rasanya pilu saat kau sibuk mencari-cari keberadaannya dan melupakan aku yang berdiri disampingmu. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Tertawa dan tersenyum menyembunyikan luka yang tergores di hati. Mencoba menghapus pikiran negatif yang datang. Mencoba berpikir positif agar kita tidak bertengkar. Mencoba meyakinkan diri sendiri, bahwa akulah yang kau cintai dan banggakan, bukan dia.
Entah mana yang harus aku percaya; perkataanmu atau tindakanmu. Perkataanmu membuat aku merasa bagaikan seseorang yang begitu sempurna dan bahagia di dunia. Tapi tindakanmu membuat aku bagaikan orang ketiga yang masuk secara paksa dalam dunia kalian.
Apa mungkin kau mencintai dia? Apa mungkin kau memilih aku untuk menjadi kekasihmu hanya karena kau tak punya pilihan lain? Apa mungkin kau memutuskan menjadi kekasihku agar kau bisa lebih dekat lagi dengannya? Apa mungkin dia yang sebenarnya ada di hatimu? Atau apa mungkin kau salah sasaran saat kau mengungkapkan perasaanmu?
Kamu; yang mencintai dia tapi memilih aku.
Sabtu, 02 Maret 2013
Elang
Temukan aku dalam ranah kehidupan
Satukan aku dalam campuran partikel nyata dan mimpi
Genggamlah aku dalam gumpalan harapan
Rengkuhlah aku dalam dunia yang telah ku bangun
Tak ada kata sesal dalam mencintai
Sekalipun kau dan aku terhalang tembok takdir
Kikislah aku dengan kekuatan rindu
Lukislah rasamu dalam hatiku, agar ia tak hilang ditelan waktu
Satukanlah segala rasa yang tercipta
Tataplah mata elangku
Lihatlah dunia bersamaku, bangunlah langkah kecil nyata bersamaku
Aku adalah elangmu
Yang bebas kemana saja namun tetap abadi mencintaimu.
With love, S.
