Sudah kukatakan, ini takkan berjalan seperti yang kita harapkan. Sudah kukatakan perjalanan kita masih panjang. Tapi apa? Tak sedikitpun ucapanku yang kau dengarkan. Kau hanya melihat apa yang sudah ada di hadapanmu saat itu bukan apa yang akan ada di hadapanmu nanti. Kau bilang takkan ada perpisahan dan takkan ada yang berubah. Kau mengatakan itu karena saat itu kau cinta dan takut kehilangan. Tapi sekarang, apa yang kau bilang takkan ada, kini hadir di antara kita. Kau berubah, entah sejak kapan. Kau lebih sering meninggalkanku dan melupakanku. Kau terlalu sibuk dengan duniamu. Dan perpisahan itu. Perpisahan itu semakin dekat dengan kita. Sebentar lagi akan ada yang ditinggalkan dari hubungan ini dan sudah jelas siapa yang akan meninggalkan; kamu.
Aku tak mengerti. Mengapa dulu, disaat aku tak percaya dengan apa yang kau ucapkan, kau terlihat begitu nyata, kau terlihat seperti tujuan terakhirku dan kau membuatku percaya padamu. Dan, disaat aku percaya padamu, kau terlihat seperti ilusi bagiku, kau terlihat seperti dia dan kau membuatku terlihat bodoh dengan mempercayai ucapanmu.
Dengan apa yang terjadi di antara kita; kau berubah dan kau akan meninggalkan, apa lagi yang harus aku pertahankan? Jawabanku; tak ada.
Mengapa disaat aku menganggap seseorang adalah tujuan terakhirku,
aku selalu menjadi seseorang yang ditinggalkan?
Dan mengapa disaat aku yang dianggap sebagai tujuan terakhir seseorang,
aku selalu menjadi seseorang yang meninggalkan?

0 komentar:
Posting Komentar