Aku mencintaimu. Mencintaimu merupakan kebahagiaan bagiku.
Tapi, apa dengan luka yang selalu kudapat karena mencintaimu, itu bisa disebut
kebahagian? Entahlah. Aku tak tahu. Yang ku tahu, aku selalu bahagia
mencintaimu walau sakit yang selalu kudapatkan.
Ku tau kau tak mencintaiku lagi. Ku tau hatimu bukanlah
untukku lagi. Maka dari itu, aku tak bisa memaksakan keinginanku kepadamu. Aku
mencintaimu dalam diam. Aku merindukanmu dalam kebisuan. Karena ku tahu, hanya
itulah yang bisa kulakukan saat ini.
Tapi apa daya. Inilah resiko karena sudah berani mencintaimu
dalam diam. Mencintaimu tanpa kejujuran. Mencintai tanpa kejujuran disini
bukannya aku tak mencintaimu. Tapi karena aku mencintaimu tanpa mengutarakan
perasaanku yang sebenarnya kepadamu. Karena aku tak pernah jujur akan
perasaanku kepadamu. Tapi inilah aku. Seorang gadis yang lebih suka mencintaimu
dalam diam walau sakit yang selalu kudapatkan.
Pernah aku terpikir untuk mengatakan kepadamu tentang
perasaanku. Sejujurnya aku bosan dengan ini semua. Aku bosan karena aku hanya
bisa memandangmu dari jauh tanpa pernah kau tahu kalau kau selalu ku
perhatikan. Aku lelah. Aku lelah karena aku harus menahan sakit saat ku lihat
orang lain berjalan disampingmu walau ku tahu itu hanya temanmu. Tapi kuanggap
itu semua adalah pengorbananku untuk mencintaimu. Bukankah cinta butuh
pengorbanan? Dan akhirnya aku memilih tuk diam. Aku memilih tuk kembali
mencintaimu dalam diam.
Sampai pada akhirnya dia datang. Dia datang dan merebutmu
dariku. Aku marah, kecewa, sedih, semuanya. Entah apa yang kurasakan saat ini. Aku
tak pernah tepikir semua ini akan terjadi. Ku pikir kau milikku. Hanya milikku.
Ternyata aku salah. Kau bukanlah milikku dan aku melupakan kenyataan itu. Aku terlalu
asik mencintai dirimu diam-diam sehingga
aku lupa kau bisa saja direbut orang. Tapi semua sudah terlambat. Aku hanya
diam ditempat tanpa melakukan apa-apa. Karena inilah aku! Seseorang yang tidak
suka menyesali sesuatu yang telah terjadi. Lagipula, untuk apa menyesali
sesuatu yang terjadi? Takkan ada yang berubah hanya karena kita menyesalinya. Lebih
baik kita melupakan dan meninggalkannya. Melupakan kenangan dan meninggalkan segala
luka yang tersayat dihati.
Dan sejak saat ini, semoga saja aku tak pernah jatuh lagi ke
lubang yang sama. Lubang tuk mencintai seseorang dalam diam.
With Love,
DF

Wah pengen deh bisa nulis kaya gituu
BalasHapus